Waktu Baca: 2 menit

Pada tanggal 3 Januari ini pada tahun 1496, Leonardo Da Vinci gagal menerbangkan mesinnya. Padahal, desain dari alat terbang Da Vinci itu sudah cukup baik. Ia memiliki ide untuk menggerakkan rotor penerbang dengan menggunakan tenaga manusia. Namun ternyata rotor bergerak ke arah berlawanan dari manusia yang mencoba menggerakkannya. Setelah kegagalan penemuan itu, Da Vinci cukup tertutup soal idenya mengenai mesin terbang. Yang menjadi pertanyaan hingga hari ini adalah: apakah penemuan Da Vinci itu benar benar gagal? Atau Da Vinci menggagalkan penemuannya sendiri? Tapi kenapa?

Desain Helikopter Modern dan Da Vinci

Da Vinci Mengagalkan Penemuannya Sendiri

Da Vinci mengambil inspirasi dari ‘Archimedes’ Screw’ untuk mesin terbangnya. Archimedes’ Screw adalah sebuah pesawat sederhana dimana dengan menggunakan prinsip kecepatan (velocity) maka air akan terangkat dan terbuang dari kapal. Da Vinci mencoba menerapkan ini pada sebuah mesin yang nantinya akan menggunakan kecepatan vertikal untuk melakukan dorongan ke atas. Sama seperti prinsip helikopter hari ini. Namun, penemuannya tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Mesin itu tidak bekerja sejalan dengan gerakan dari manusia yang memberi daya.

Sebenarnya, hal ini agak aneh karena kesalahan semacam ini bisa saja dihindari oleh Da Vinci. Namun kenapa kesalahan itu terjadi? Jawabannya terkubur bersama Da Vinci sendiri.

Alasan Yang Memungkinkan Da Vinci Menggagalkan Penemuannya

Da Vinci terkenal akan paham pacifistnya. Paham ini menganggap bahwa perang adalah sebuah hal yang harus dihindari. Karena itulah, Da Vinci kemungkinan menyadari mesin terbangnya bisa menjadi game changer dalam perang. Ya, keberadaan mesin terbang memungkinkan adanya serangan dari udara. Hal inilah yang ingin Da Vinci hindari. Karena itulah, ia tidak ingin alatnya berhasil saat itu. Ia memilih menyimpannya sendiri.

Sesederhana Itu?

Namun ada pendapat berbeda lainnya. Da Vinci memang tidak melihat penemuannya sebagai penemuan berharga. Ia malah menganggapnya membuang waktu. Ia, lebih tertarik untuk mencari solusi lain untuk terbang. Pilihannya saat itu adalah dengan mempelajari burung. Bisa kita katakan Da Vinci sangat berbakat. Tak hanya mempelajari seni atau fisika, ternyata ia bisa menjadi ornithologist. Saat itulah Da Vinci berhasil menciptakan sebuah alat yang mengimitasi sayap burung. Penemuan inilah yang menjadi cikal bakal pesawat modern.

Sayangnya, ada masalah dengan penemuan Da Vinci saat itu. Da Vinci membayangkan tenaga manusialah yang menggerakkan mesin burungnya. Padahal, otot manusia berbeda dengan burung. Alhasil pada masa hidupnya, Da Vinci tidak berhasil melihat mesin terbangnya bekerja.

Nah, dari dua versi itu, mana yang lebih kamu yakini kebenarannya?

Baca juga :
Mencicipi Pelajaran Kehidupan di Angkringan

Layangan Putus dan Herannya Kita Pada Orang Yang Memacari Orang Bermasalah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini