Waktu Baca: 2 menit

Dusan Vlahovic tak dinyana dianggap salah satu talenta terbaik saat ini. Namun, secara mengejutkan ia memilih pindah ke Juventus meski Arsenal terus mengetuk pintu. Parahnya lagi, Antonio Cassano, striker legendaris Italia, sudah mencap Dusan Vlahovic akan gagal di Juventus. Menurutnya, Dusan telah masuk ke tim yang tak sesuai dengan karakteristiknya serta langsung mendapat beban berat harus tampil baik di tim langganan juara seperti Juventus. Kalau dipikir pikir, pendapat Cassano ada benarnya karena memang untuk Juventus, juara Serie A sudah sangat membosankan. Terlalu berat beban Dusan untuk bisa langsung membawa Juventus berjaya di Eropa. Tapi, tak hanya itu saja, banyak faktor yang menjadi masalah bagi Dusan.

Juventus Tak Ramah Target Man

Sudah berapa striker targetman masuk di Juventus dan akhirnya gagal. Sebut saja nama Gonzalo Higuain, Alvaro Morata, Vincenzo Iaquinta, Zlatan Ibrahimovic dan sederet nama lainnya yang gagal berkibar di Juventus. Dusan yang amat baik sebagi targetman rasa rasanya tak akan mendapat suplai bola bola manja di Juventus. Padahal, 41 dari 44 gol Dusan berasal dari kotak penalti, rasa rasanya Dusan tak akan beda jauh nasibnya dengan Alvaro Morata.

Juventus malah lebih cocok dengan striker yang tak hanya piawai mencetak gol tapi juga membuka ruang dengan dribble dan passing kuat. Lihat saja Dybala yang awalnya cukup baik di Juventus. Lalu ada Mirko Vucinic yang tidak mencetak banyak gol tapi vital pada perjalanan Juventus merengkuh Serie A.

Dengan kondisi ini, Dusan harus mau berubah atau gagal seperti pendahulu pendahulunya.

Pindah di Tengah Musim

Keputusan Dusan pindah di tengah musim sebenarnya cukup beresiko. Persiapannya mepet dan ia baru saja sembuh dari Covid 19. Jika ia tak segera moncer dalam beberapa pertandingan saja, ia akan dengan mudah tersingkir ke bangku cadangan. Jangan lupa, Moise Kean yang sangat berbakat mungkin akan ‘meledak’ di paruh kedua. Morata juga bisa saja berubah menjadi lebih gacor setelah setengah musim adaptasi yang melelahkan. Dusan bisa terpojok. Dengan usia yang masih muda, pengalaman bermain amat penting baginya dan di Juventus kesempatan itu sangat mahal.

Bukan Level Juventus

Bisa jadi alasan Dusan Vladhovic akan gagal di Juventus karena sesimpel ia memang belum di level Juventus. Dusan terlalu muda dan konsistensinya masih menjadi pertanyaan besar. Selain itu, Dusan belum banyak mencoba sepakbola jenis lainnya. Pria asal Serbia ini sebenarnya akan lebih bijak jika menyebrang ke Arsenal. Di sana ia bisa mencoba sepakbola jenis lain. Soal balik ke Italia dan gabung ke Juventus, ia masih memiliki banyak waktu. Anggaplah ia punya kontrak empat tahun di Arsenal, ia akan pulang ke Italia pada umur 25 tahun dengan lebih matang. Bahkan mungkin pintu yang mengetuknya akan berasal dari klub yang jauh lebih besar, Manchester City misalnya.

 

Tidak Cukup Cerdas

Sepakbola Juventus saat ini terlalu taktis dan abstrak. Sepakbola jenis ini hanya bisa dipraktekkan pemain senior dengan intelejensi tinggi. Tak ada cara mudah untuk menyederhanakan permainan Juventus. Pemain pemain senior pada jaman Allegri seperti Andrea Pirlo, Dani Alves, Arturo Vidal, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini sangat fasih dan memahami seni sepakbola Juventus, tapi Dusan? Apakah ia cukup cerdas untuk menelan sepakbola abstrak dan taktikal Juventus di usia semuda ini? Faktanya, pemain sepintar Matthijs De Ligt dan Arthur Melo saja tidak cukup mampu memahami sepakbola Juventus. Padahal mereka dikenal sangat cerdas di usia yang muda.

Jadi gimana Dusan? Pe de?

Baca juga :
Phillipe Coutinho dan Transfer Gak Masuk Akal Lainnya

Formula E Hanya Politik Mercusuar Tidak Peka Momen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini