Waktu Baca: 2 menit

Henti Jantung atau Cardiac Arrest adalah penyakit yang mulai akrab di telinga kita. Terbaru, putri anggota DPR sekaligus artis, Nurul Arifin, meninggal dunia karena penyakit ini. Ya, Maura Magnalia menjadi korban kesekian kalinya dari penyakit ini. Henti Jantung Maura Magnalia adalah salah satu dari sekian kasus tragis lainnya akibat penyakit ini.

Belum lama ini juga, pemain sepak bola, Christian Eriksen hampir saja meninggal karena penyakit henti jantung ini. Ia beruntung karena rekannya, Simon Kjaer, ternyata pernah belajar bagaimana memberikan pertolongan pertama pada penderita penyakit ini.

Henti Jantung Maura Magnalia

Akan tetapi, pemain sepak bola asal Kamerun, Marc Vivien Foe tidak seberuntung Christian Eriksen. Legenda Manchester City ini menghembuskan napas terakhirnya saat pertandingan semifinal Piala Konfederasi 2003. Ia jatuh dan tiba tiba meninggal di lapangan akibat henti jantung. Lalu, apa sebenarnya penyebab penyakit ini?

Tidak Terdeteksi

Untuk menanyakan sifat alami penyakit ini, saya menemui dr. Nikko Vanda Limantara untuk bertanya mengenai penyakit ini. Dr. Nikko lalu menjelaskan pada saya bahwa banyak faktor yang menyebabkan henti jantung, salah satunya adalah kebiasaan merokok dan jantung koroner. Ia juga menambahkan bawaan sakit gula dan tensi tinggi juga berpotensi menyebabkan cardiac arrest.

“Stress enggak sih,” kata dr. Nikko. “Stress hanya faktor pemicu saja.”

Dr. Nikko juga menambahkan bahwa penyakit cardiac arrest ini cukup mengerikan karena tidak ada gejalanya. Tiba tiba saja terjadi begitu saja.

Perbandingan di Dunia Nyata

Hal yang dr. Nikko ungkapkan memang mirip dengan kejadian kejadian yang sering kita lihat. Christian Eriksen, Marc Vivian Foe dan sederet pemain sepak bola lainnya juga tidak berlari ataupun terengah engah ketika ‘serangan terjadi’. Inilah yang membuat masalah henti jantung menjadi serius. Hampir tak ada alarm untuk kita ‘mencegah’nya. Namun, apa kita tak memiliki data lain untuk setidaknya mengurangi resiko ini?

Beberapa waktu lalu saya pernah mengikuti sebuah seminar tentang kesehatan jantung. Pembicara waktu itu mengatakan bahwa salah satu penyebab henti jantung adalah sinyal listrik di jantung yang tidak teratur. Ini mungkin menjadi masalah bawaan orang orang tertentu. Makanya, beberapa orang menggunakan alat pacu jantung untuk menjaga ritme listrik di jantungnya. Hal ini mengurangi resiko cardiac arrest.

Hal lainnya dapat kita lihat bahwa orang yang mengalami cardiac arrest biasanya berolahraga secara berlebihan. Lagi lagi kita harus mewaspadai jika tubuh terlalu lelah. Sebaiknya kita tidak memaksakan diri untuk berolahraga berat.

Pengalaman teman dan sahabat saya yang meninggal karena henti jantung paska olahraga berat ini cukup banyak. Setidaknya dua teman saya meninggal dalam tidurnya karena mereka berolahraga berat dan serangan henti jantung terjadi saat mereka tidur. Ritme olahraga harus kita jaga. Memang beberapa orang menikmati hasil cepat dari sistem HIT, tapi bukan berarti sistem ini bisa bekerja untuk semua orang.

Tes Berkala

Sebenarnya ada tes yang bisa kita lakukan setiap tahun. Tes treadmill misalnya adalah salah satu tes yang cukup bisa kita andalkan untuk mengidentifikasi cardiac arrest sedini mungkin. Dokter akan bisa secara segera mengidentifikasi masalah yang ada. Hanya saja, muncul pertanyaan lainnya.

Bukankah selama ini pemain pemain bola juga rutin melakukan tes treadmill? Kenapa mereka tetap mengalami henti jantung? Sekali lagi, inilah salah satu karakteristik mengerikan dari henti jantung yang dialami Maura Magnalia, ia tidak terdeteksi dan tiba tiba bisa membunuhmu. Sampai saat ini, belum ada solusi yang seratus persen berhasil.

Foto Thomas dari Pexels

Baca juga :
Coca Cola Berbahaya? Ah Masa, Yuk Kita Cek!

Orang Terdekat Sangat Berbahaya (KDP )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini