Waktu Baca: 2 menit

Pernah mendengar soal high risk high return? Istilah ini naik karena ucapan Putri Tanjung. Enterpreneur perempuan ini mengatakan kalau pengen tau hasil sebuah bisnis ya harus kita coba. Dia kemudian mengatakan menyentil salah satu istilah bisnis ini. Lalu sebenarnya apa sih high risk high return? Apakah kita harus mengambil resiko tinggi?

Pengertian High Risk High Return

High risk high return bukanlah istilah yang asing dalam dunia bisnis maupun investasi. Kalau mau kita artikan, istilah ini menjelaskan hubungan antara ekspektasi keuntungan sama resiko yang bakalan kita hadapin. Maknanya adalah semakin tinggi ekspektasi keuntungan maka semakin tinggi juga resikonya. Jadi kamu sekarang udah tahu ya soal artinya, nah sekarang kita pelajari contohnya.

Investasi Saham

Nah, pasti kalian sering banget denger yang namanya investasi saham kan? Investasi yang satu ini adalah salah satu contoh dari hubungan antara ekspektasi keuntungan sama profil resiko. Saham memang menawarkan keuntungan yang melebihi obligasi sama deposito. Tapi, resiko kerugian saham jauh lebih tinggi daripada kedua investasi yang lain.

Salah satu contoh besarnya resiko saham adalah kasus saham Bukalapak. Saat perusahaan dengan kode BUKA ini IPO nilai sahamnya merangkak naik. Saat itulah ekspektasi masyarakat soal nilai keuntungannya sangat tinggi. Tapi sayang, bukannya membawa ke keuntungan yang tinggi justru pembeli saham BUKA mengalami kerugian. Sampai sekarang nilai saham BUKA terus turun. Bahkan turunnya nggak main-main. Ketika IPO harga saham BUKA sekitar Rp 1.000,- dan sekarang hanya tersisa Rp 300-an. Penurunan yang terjadi lebih tinggi daripada probabilitas kerugian di obligasi dan deposito.

Implementasi di Sebuah Event

Buat kamu yang pernah ikut kepanitiaan, sebenarnya kepanitaan ini juga mengaplikasikan hubungan resiko dan keuntungan. Sebagai contoh ketika aku dahulu didapuk sebagai panitia kompetisi basket satu kabupaten. Kebetulan saat itu penyelenggaranya adalah sekolahku. Di sana kami memutuskan buat menyewa GOR. Padahal sebenarnya panitia bisa menggunakan lapangan sekolah. Tapi, ternyata GOR lebih menjanjikan keuntungan yang besar daripada menggunakan lapangan sekolah karena bisa menampung banyak penonton. Meskipun begitu, ada resiko yang harus ditanggung dan jauh lebih besar. Resikonya yaitu pengelolaan GOR dan pembiayaan sewanya. Nah, udah kebayang kan?

Apakah Kita Harus Mengambil Resiko Besar Buat Dapat Pendapatan Besar?

Pertanyaan yang muncul di benak kita mungkin apakah kita harus selalu mengambil resiko besar? Jawabannya adalah tergantung. Setiap orang punya kemampuan menanggung resiko yang beda-beda. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi yang beda-beda. Baik itu dari individu sendiri atau dari bisnismu. Yang terpenting adalah pemahaman sama kondisi finansialmu. Jangan sampai pengen high risk high return tapi mengabaikan posisi keuangan yang sekarang. Nanti malah jadi blunder.

Baca juga:

Belajar Menghadapi Perubahan Konsumen Lewat Eiichiro Oda

Bisnis Berlusconi di Sepak Bola yang Bisa Kamu Pelajari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini