Waktu Baca: 2 menit

Beberapa masyarakat kampung di Tuban sempat jadi miliarder karena kompensasi pembangunan Pertamina yang memakan lahan pertanian mereka. Kasus miliarder dadakan ini juga pernah menimpa salah satu guruku. Sebelum pembangunan Yogyakarta International Airport, lahan yang dia miliki dapat kompensasi dari pemerintah. Sontak hal ini bikin guru yang dekat sama murid-murid ini mengantongi segepok uang. Pastinya momen-momen kaya gini bikin kita mempertimbangkan investasi di tanah bukan? Apalagi buat kamu yang punya uang dingin alias nggak kepake.

Tapi, apakah sebenarnya investasi tanah ini menguntungkan? Atau investasi tanah bisa untung gara-gara “kebetulan” beli di daerah yang mau ada proyek? Yuk coba kita pikirin bareng-bareng.

Perlu Pemahaman Kondisi Sekitar

Berinvestasi saham nggak bisa kaya kita belanja saham, obligasi atau punya deposito. Kalau instrumen investasi saham hingga deposito bisa kita memprediksi kenaikan dan penurunan lebih mudah. Soal resiko pun nggak bakalan sebesar tanah. Dalam investasi tanah kita benar-benar harus tau mana daerah yang berpotensi menjadi sektor proyek dan apakah potensi tersebut benar-benar terwujud.

Aku pengen mengambil contoh di daerahku. Di Playen, Gunungkidul ada sebuah lapangan terbang yang sempat menjadi proyeksi Yogyakarta International Airport sebelum akhirnya pemerintah membangun YIA di Kulon Progo. Saat sebelum pembatalan itu, nilai tanah di sana naik drastis. Bahkan mungkin beberapa udah siap jadi miliarder dengan jual tanah nih hehehe… Sayangnya kita tahu realitianya di mana YIA berdiri. Akhirnya nilai tanah bukannya naik drastis tapi malah jatuh karena pembatalan proyek tersebut. Beruntunglah orang-orang yang menjual tanah pas lagi naik-naiknya. Tapi sangat disayangkan, buat yang menahan tanahnya atau udah beli duluan ketika harga naik harus menggigit jari karena harus terjerat kerugian yang nggak sedikit.

Dalam investasi tanah, kalau kita ingin menunggu harga naik sesuai harapan, pr-nya adalah benar-benar memahami potensi sekitar. Kalau nggak ya investasi tanah nggak akan se-worth it yang ada di imajinasi kita.

Menciptakan Sentra Sendiri

Kalau kamu enggan menunggu dan menggantungkan nasibmu di tangan proyek luar, kamu bisa bikin proyek sendiri. Kamu bisa membeli sejumlah bidang tanah dan berkolaborasi dengan masyarakat atau berjalan sendiri buat membuat sentra. Terutama buat sentra wisata yang paling mudah menarik perhatian orang. Kamu bisa mendirikan sentra wisata yang ikonik yang bakalan membuat crowd masyarakatkan melirik datang ke sana. Banyaknya wisatawan yang datang ke bisnis yang kamu bangun bisa menaikkan harga tanah sekitar, termasuk tanahmu sendiri. Ketika naik inilah kamu bisa memutuskan buat menjual tanahmu buat mendapatkan untung dari biaya investasi yang udah kamu keluarkan.

Tapi Biayanya Gimana?

Nah, kalau kita baca dua teori di atas ada satu hal yang mungkin kamu pikirin. Pastinya, itu adalah biaya. Biaya investasi tanah emang tidaklah sedikit. Terlebih buat kamu yang nggak mau menggantungkan nasibnya ke tangan proyek pemerintah yang nggak pasti. Membeli tanah dan membangun ekosistemnya sendiri nggak bisa dengan dana yang sangat minimalis. Hal itu benar, karena investasi tanah bukan buat kita yang masih punya kemelut mikirin biaya hidup sehari-hari. Apalagi tanah nggak bisa dicicil. Kalaupun bisa, nggak banyak bank yang mau memberikan pinjaman buat beli tanah.

Kalau kamu merasa belum punya uang dingin yang cukup buat investasi tanah lebih baik jangan nekad. Investasi tanah ini memang bukan buat kita yang masih kelimpungan dengan biaya hidup atau nggak punya uang sisa dalam jumlah besar. Jika kamu memang belum kuat berinvestasi di sektor pertanahan kamu bisa belajar buat menghasilkan uang dengan keringatmu. Jangan buru-buru berharap bisa leha-leha dengan investasi tanah yang bisa menjanjikan miliaran dalam sekejap mata karena proyek pemerintah. Inget, nggak ada yang mudah dalam investasi.

Foto oleh Tom Fisk dari Pexels

Baca juga:

Mindset Investor, Bukan Cari Kaya!

Mau Memulai Bisnis Makanan di 2022 : Riset Dulu Kawan!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini