Waktu Baca: 2 menit

Masalah karantina Indonesia yang harus diperbaiki dan ditambah adalah pengawasannya, bukan menambah harinya!

Kehadiran varian Omicron bikin negara-negara di dunia termasuk Indonesia harus bersiap-siap. Di Indonesia sendiri, terakhir Omicron udah menjangkiti 136 orang. Karena hal ini, pemerintah Indonesia menetapkan aturan mengenai karantina. Meskipun pemerintah udah merevisi keputusannya, pemerintah sempat menetapkan karantina 10-14 hari. Kritik dari berbagai pihak menemani keputusan pemerintah. Salah satunya datang dari Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Fraksi PDIP.

Keputusan Masa Karantina Jangan Hadir Dari Ketakutan

Charles Honoris mengkritisi keputusan pemerintah agar nggak datang dari ketakutan aja. Pemerintah harus punya dasar ilmiah yang rasional. Kritik Charles bukan tanpa alasan. Hasil penelitian justru punya pandangan yang berbeda dari pemerintah. Nggak sepanjang kaya varian lain, Omicron punya masa inkubasi 2-3 hari. Masa inkubasi Omicron bisa diartiin deteksi orang terpapar Omicron bisa lebih cepet. Setidaknya 2-3 hari setelah terpapar.

Selain itu, karantina yang sampe 2 minggu bisa memberatkan. Pelaku perjalanan bisa aja membawa beban psikis dan ekonomi. Baik yang menanggung sendiri biaya karantina atau dibiayai negara. Kalau kalian membayangkan, mereka harus merogoh kocek sampe puluhan juta buat karantina 2 minggu.

Charles menyarankan pemerintah buat mengubah keputusannya. Berdasarkan pandangannya, setidaknya karantina 5-7 hari aja udah cukup.

Pengawasan dan Pelaksanaan Karantina Harus Diperbaiki

Kalau pemerintah pengen mencegah Omicron, yang harus dibetulkan adalah mekanisme pengawasannya. Pekerja Migran Indonesia melaporkan banyak pungli di tempat karantina. Pungli-pungli yang hidup bebas jadi bukti penyelewangan dalam karantina. Pemerintah harus memperbaiki pengawasannya bukan cuma nambah hari!

Jangan Lupain Vaksinasi

Meningkatnya kasus karena Omicron harusnya mengingatkan pemerintah mengenai vaksinasi. Pemerintah harus cepet-cepet mengupayakan vaksinasi. Dengan vaksinasi, dari dosis 1 sampe booster, masyarakat dapet perlindungan dari sakit keras sampai kematian.

Masyarakat Jangan Panik

Masyarakat juga jangan panik nih. Omicron yang datang ternyata nggak separah itu kok. Data dari beberapa negara emang nunjukkin Omicron ini mudah banget menyebar. Tapi, gelaja Omicron nggak parah, justru relatif ringan. Beberapa peneliti merasa hadirnya Omicron malah jadi sebuah kabar baik. Melemahnya efek Omicron bisa pertanda kita udah meninggalkan fase pandemi dan memasuki endemi.

Baca Juga:

Gelombang Ketiga COVID 19 Akan Datang. Ini Penyebabnya!

Kebijakan Corona Tanpa Komunikasi? Ini Daftarnya!

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini