Waktu Baca: 2 menit

Boneka Susan, pernah dengar, gak, nama legend ini? Anak kelahiran 90-an pasti kenal, dong, sama boneka legendaris yang bisa ngomong dan menyanyi bernama Susan ini. Populer berkat Ria Enes, boneka Susan menjadi salah satu pelopor spirit doll di Indonesia. Ia terkenal hampir di seluruh daerah, mampir di berbagai acara televisi, dan bahkan touring dari tempat sat uke yang lain. Saya masih ingat, kala itu saya masih duduk di bangku SD saat boneka Susan mampir di daerah saya. Meskipun terdengar tak masuk akal, tak banyak tuh yang menanyakan ‘Kok bisa sebuah boneka ngomong dan nyanyi seperti manusia?’

Spirit doll jaman kala tak umum dijumpai dan hanya beberapa nama saja yang terkenal, termasuk boneka Susan. Berbicara soal boneka, kini muncul tren momong spirit doll di kalangan artis Indonesia. Kamu gak salah baca ya, para artis Indonesia seperti Celine Evangelista, Ivan Gunawan, dan Ruben Onsu sekarang lagi gemar momong spirit doll! Benda yang identik dengan mainan anak-anak ini sekarang lagi digandrungi oleh orang dewasa. Mereka merawat boneka nyawa seolah boneka itu adalah anak mereka sendiri. Kok gitu, ya?

Pengganti Teman

Arti keberadaan spirit doll tergantung individu. Ada yang menganggapnya sebagai pembawa keberuntungan dan ada yang menganggapnya sebatas sebagai teman. Dan karena ukurannya yang mungil bak bayi atau anak kecil, tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai anak sendiri. Perwujudannya yang hampir sama dengan anak manusia dapat membuat ilusi boneka tersebut adalah manusia. Apalagi jika si pemilik lebih sering berinteraksi dengan benda itu, si boneka otomatis mendapat label ‘Teman’ oleh sang pemilik. Kini, benda mirip manusia itu tak lagi sekedar benda, tapi juga ‘teman’.

Pengganti Momong Anak, Bisa?

Adaptasi yang serupa juga sedang melanda para artis Indonesia yang sibuk momong spirit doll. Bagi kita, spirit doll tak lain dan tak bukan adalah boneka dengan porsi tubuh mirip anak-anak. Wajahnya yang selalu tersenyum dapat memberikan percikan kesenangan yang sama ketika melihat anak kecil tersenyum. Kalau dibiarkan terus-terusan tanpa kontrol diri yang baik, fenomena ini bisa menjadi modal pergerakan untuk momong spirit doll dan bukan manusia asli.

Kalau dilihat lagi, merawat spirit doll memang memiliki beberapa nilai plus jika dibandingkan dengan tugas momong anak manusia. Boneka itu termasuk benda mati dan tak banyak menangis, menyanyi, berteriak, dan mengomel seperti anak-anak umumnya. Selain itu, momong spirit doll tak perlu mengeluarkan budget yang besar karena terbebas dari kebutuhan dasar anak. Mereka tak harus membeli popok, susu formula, makanan bayi, baju baru setiap tahun, dan masih banyak lagi. Walaupun harganya cukup bikin tulang rahang terjun bebas, jumlah kasarnya lebih hemat dengan memelihara spirit doll.

Kenyamanan ini tampak menggiurkan, ya. Apalagi kalau orang yang memelihara adalah individu yang super sibuk dan gak bisa mengatur waktu untuk anak. Secara otomatis, momong spirit doll bisa jadi alternatif yang tak biasa untuk memenuhi keinginan punya anak tapi tanpa ribet. Cukup bayar boneka sekali, belikan beberapa potong pakaian, dan voila! Kita bisa menghemat banyak angka nol di cek dan anak sekaligus.

Apapun alasan untuk membeli dan memelihara spirit doll, kita wajib ingat kalau itu hanyalah boneka dan bukan manusia. Keberadaannya tak bisa menggantikan eksistensi manusia sepenuhnya. Jangan sampai kita terlalu hanyut dan terjebak dalam lubang halusinasi.

Baca juga:

Tips Jitu Memulai Konsultasi dengan Psikolog

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini