Waktu Baca: 2 menit

Hingga sekarang Indonesia bahkan dunia masih kerepotan membendung varian Omicron. Angka penularan Omicron yang meningkat terus jadi sorotan. Para epidomolog memprediksi penularan Omicron di Indonesia bisa sampai 300 kasus per hari. Kondisi seperti ini membuat Charles Honoris menyorot langkah pemerintah. Wakil Ketua Komisi IX dan Fraksi PDIP ini meminta pemerintah mengubah mindsetnya buat menghadapi varian Omicron.

Pemerintah Harus Fokus ke Faskes

Charles meminta pemerintah Indonesia mengubah fokusnya dalam menghadapi kasus varian Omicron. Bukan lagi ke angka penularan tapi ke sistem layanan kesehatannya. Charles meminta pemerintah buat memastikan kesiapan di Faskes dalam menghadapi Omicron. Tempat tidur, alat kesehatan dan obat-obatan harus tersedia. Jumlah tenaga medis juga harus memadai. Sehingga kalau ada pasien komorbid harapannya akan tertangani dengan baik. Kondisi faskes yang siap bisa membuat masyarakat nggak panik.

Stop PPKM Berbasis Angka Penularan

Kita selama ini mengenal PPKM berlevel ditentukan sama angka penularan. Makin tinggi angka penularan makin tinggi juga level PPKMnya. Tapi, di pandangan Charles indikator ini udah nggak relevan. Pemerintah harus merubah indikator level PPKM ke indikator layanan kesehatan. Salah satunya dengan Bed Occupancy Rate (BOR) yang menggambarkan penggunaan tempat tidur di faskes. Semakin tinggi BOR-nya maka semakin tinggi juga level PPKM-nya.

Masyarakat Nggak Perlu Panik

Selain menyoroti pemerintah, Charles juga menyarankan masyarakat buat nggak panik. Omicron memang jadi varian yang menular dengan cepat. Tapi, Omicron nggak menyebabkan angka kematian yang tinggi. Bahkan di Inggris pasien Omicron bisa sembuh dalam 3-5 hari aja. Pasien di Jakarta pun juga cuma ngerasain gejala ringan. Hal ini menurut para medis terjadi karena Omicron cuma menyerang saluran pernapasan atas. Berbeda sama varian sebelumnya yang menyerang sampai paru-paru.

Tapi, meskipun nggak perlu panik, masyarakat juga harus tetap menegakkan protokol kesehatan. Dengan menerapkan protokol diharapkan kita bisa memperlambat lajur BOR sehingga sosial ekonomi bisa terus berjalan. Kabar baiknya, nggak jarang pakar memperkirakan varian ini jadi indikator kita udah memasuki fase endemi dan merupakan awal dari akhir COVID-19.

Baca juga:

Masalah Karantina Kita yang Harusnya Diperbaiki

Gelombang Ketiga Covid 19 Akan Datang. Ini Penyebabnya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini