Waktu Baca: 2 menit

Nampaknya kita belum menemukan satu istilah tepat untuk orang yang berselingkuh. Jadi, baiklah kita sebut saja seseorang yang berselingkuh. Nah, saya mencoba mencari kontak orang yang masih berselingkuh dan menggali pemikiran dirinya. Tak lama saya berhasil menghubungi pria ini, kita sebut saja John.

John bekerja sebagai sopir pribadi dan juga penyedia PALU GADA (Apa Lu Minta Gue Ada). Sesekali ia juga ikut menyumbangkan suara untuk acara acara khusus. Dia memang memiliki bakat menyanyi yang ia asah sejak kecil. Menurut dirinya, kemampuannya menyanyi adalah salah satu yang amat ia banggakan. Ia bahkan pernah berkompetisi di tingkat nasional.

Setelah basa basi sedikit sambil menyantap burger yang kami pesan dari gerai Burgerax tempat kami bertemu, kamipun mulai masuk ke perbincangan serius mengenai alasan dia berselingkuh dari istrinya.

Merasa Karena Ego

Menurut dirinya, pertama kali ia mencurangi istrinya, ia melakukannya karena diguna-guna. Akibat dari perbuatan wanita tersebut, iapun jadi kasmaran dengan selingkuhannya. Berkat bantuan sang istri, iapun akhirnya bisa lepas dari guna guna tersebut. Namun rasa sakit hati si istri karena suaminya berselingkuh rupanya membekas. Tak lama, John menemukan bahwa istrinya juga memiliki affair dengan pria yang lebih muda. Ini adalah semacam tindakan balas dendam menurut John.

Merasa kecewa, Johnpun memutuskan untuk kembali berselingkuh. Kali ini ia mendapat pasangan seorang Polwan. Saya bertanya, apakah ia berselingkuh karena sakit hati dengan istrinya? Jawaban John mengagetkan. Ia memang sempat marah pada istrinya. Namun, ia berselingkuh lagi karena ia kepengen saja. John menyatakan demikian:
“Menurut saya, saya berselingkuh ya karena ego laki laki saja. Saya pikir memang laki laki tidak bisa hidup dengan satu pasangan semata. Karena itulah saya berselingkuh kembali setelah tobat.”

Jadi, menurutnya, selingkuh itu instingtif.

Mungkin Gak Sih Gak Selingkuh?

John mengatakan bahwa ia merasa bukan karena istrinya berperilaku buruk lalu ia berselingkuh. Istrinya bagi dia seorang pekerja keras dan juga turut menyokong ekonomi keluarga. Ia menyebut, perselingkuhan yang ia lakukan hanya semata egoisme laki laki saja. Dan baginya, secara fair, ia menyebut bahwa tak ada yang perlu dipermasalahkan.

Tapi, sakit hatikah ia karena istrinya pernah berselingkuh?

Ia mengakui bahwa rasa sakit hati itu ada. Ia menganggap seorang wanita tidak seharusnya berselingkuh. Ia menjelaskan bahwa pria memang secara alamiah selingkuh. Dan, ia berkata bahwa dalam lingkaran sosialnya ada rasa kebanggaan jika seorang pria memiliki selingkuhan. Mungkin selingkuh itu sebagai tanda kejantanan, kira kira begitu.

Sebaliknya, dari sudut pandang dirinya, wanita yang berselingkuh itu terkesan berdosa. Saya bertanya padanya, apakah itu adil? Ia menjawab bahwa susah jika bicara soal keadilan. Laki laki sesimpel memang mahluk egois dan mau senangnya sendiri.

Sampai Kapan Berselingkuh?

Secara jujur ia mengakui bahwa kecil kemungkinan ia berhenti selingkuh. Jelasnya, ia menganggap bahwa pasangan selingkuhannya jauh lebih memahami dirinya dibandingkan dengan pasangan resminya. Karena itulah, ia berencana menua bersama pasangan selingkuhannya.

Kalau yang resmi bagaimana? Kejar saya.

Ia mengatakan bahwa selingkuhannya sudah tahu sama tahu dengan dirinya. Mereka memutuskan bahwa mereka akan tetap ‘menghargai’ pasangan mereka. Namun, mereka lebih memilih untuk bersenang senang sampai lelah sekarang. Toh, kata John, suami selingkuhannya sudah cukup tua dan mungkin akan segera meninggal. Sementara itu istri resmi John sudah menerima kondisi saat ini apa adanya dan enggan mempersoalkannya.

Karena itulah, kondisi ini nampaknya tidak akan berubah ke depannya.

Foto oleh Burak Kostak

Baca juga :
Apa Salahnya Pengen Punya Selingkuhan Kayak Anya Geraldine?

Penyalin Cahaya Haruskah Diboikot?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini