Waktu Baca: 2 menit

Ada yang pernah denger nama Eiichiro Oda? Buat kalian yang sering ngikutin serial One Piece pasti udah ga asing sama nama besar ini. Eiichiro Oda bukanlah mangaka sembarangan. Selain pintar dalam merangkai cerita One Piece, Oda juga cerdas dalam melihat konsumen. Gimana nggak, Eiichiro Oda berhasil menerbitkan lebih dari 1000 chapter cerita One Piece. Bahkan masih berlanjut sampai sekarang. Padahal cerita One Piece sendiri baru terbit 25 tahun yang lalu! Alias di tahun 1997. Cukup lama kan? Salah satu kenapa karya Oda ini bisa bertahan begitu lama karena kecerdasan Oda dalam melihat perkembangan dan perubahan konsumennya. Yuk coba kita belajar tips menghadapi perubahan konsumen lewat Eiichiro Oda dan One Piecenya!

Oda Memahami Siapa Pasarnya

Sebelum mencetuskan karyanya Oda udah paham dulu nih siapa target pasarnya. Yap, usia remaja muda. Dengan memahami siapa target pasar kita  kita bisa menentukan produk seperti apa yang baik buat mereka.

One Piece, di awal kemunculannya dikemas pakai cerita yang ringan. Oda sering menyisipkan komedi-komedi receh di ceritanya. Selain komedi receh, Oda juga membuat art komiknya nggak terlalu explicit. Pemilihan cerita seperti ini bukan tanpa alasan. Anak remaja muda pastinya lebih tertarik sama cerita lucu nan ringan. Bukan cerita berat dan kompleks. Karena hal ini lah One Piece mulai terkenal dan mendapatkan pembaca alias konsumen yang banyak.

Mau Berubah dan Berproses Bersama Konsumen

Oda, terkenal sama kecerdasannya menulis cerita. Saking cerdasnya, dia bisa membawa One Piece berjalan sejauh ini. Walaupun berjalan cukup lama, One Piece masih bisa memelihara pembaca awalnya. Kenapa bisa begitu? Karena Oda sebagai kreatornya mau fleksibel.

Semakin menua One Piece maka semakin tua juga pembacanya. Pembaca One Piece yang tadinya remaja muda udah berkembang jadi anak 20-an. Atau malah berusia 30-an.

Hal ini membuat Oda harus merubah gaya ceritanya dan mengikuti proses konsumennya. Tadinya cerita yang ia kemas ringan dirubahnya menjadi berat. Unsur politik mulai dia masukkan. Bahkan beberapa corak gambar pun dia rubah. Tak luput juga dengan berbagai konspirasi yang ikut Oda hadirkan di ceritanya. Tak ayal kemauan Oda buat berubah sukses membentuk pembaca yang setia. Para pembaca merasa mendapatkan porsi cerita yang pas sejak awal mereka berkenalan sama One Piece. Dengan mau berubah Oda bisa membuat pembaca bisa relate dengan cerita yang dia rangkai.

Memanfaatkan Ekosistem Konsumen

Ternya kemauan Oda buat berubah justru berbuah sebuah ekosistem. Banyak sekali grup diskusi yang lahir karena plot twist dan konspirasi One Piece. Munculnya grup diskusi ini malah membuat Oda melihat peluang. Dia bisa mengikuti jalan pikiran pasarnya lewat diskusi yang terjadi. Baik diskusi di grup atau video. Lewat ekosistem yang baik inilah Oda makin memahami perubahan mindset pembacanya. Setelah diskusi berjalan itulah Oda pelan-pelan memberikan kejutan yang pembaca nggak pernah pikirkan.

Usahakan Jangan Sendirian!

Dalam menghadapi perubahan konsumen jangan sampai kamu berpikir sendiran. Kemampuan One Piece buat mengikuti perubahan sifat pembacanya bukan karena Oda semata. Oda memiliki tim yang ikut membantunya. Bahkan salah satu part terpenting di One Piece merupakan ide dari asistennya. Part yang memperkenalkan 11 karakter baru secara bersamaan justru malah cocok sama konsumen waktu itu. Timing dari perkenalan karakternya pas. Semua berkat ide dari timnya Oda. Kalau Oda merasa bisa apa-apa sendiri mungkin One Piece nggak bakalan bisa mengikuti perubahan konsumennya.

 

Nah menarik kan One Piece ini? Ternyata bikin komik pun sebenarnya juga bisnis. Kalau nggak karena memahami perubahan konsumen One Piece mungkin sekarang mandek. Terus, bisnismu kira-kira gimana? Udah mengikuti perkembangan konsumen?

Baca juga:

Camperfun, Bisnis Piknik Unik Buat yang Cari Pengalaman Baru

Berpikir Kacau, Meraup Cuan Ala Geprek Bu Made

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini