Waktu Baca: 3 menit

Hai.. Mana, nih, yang nge-stan idol KPop? Angkat tangan, yuk, jangan malu-malu! Soalnya saya sendiri pun mengakui gak bisa luput dari kharisma mereka. Saya juga heran sendiri. Mereka kan juga manusia biasa, tapi kenapa bisa menggaet hati penggemar sampai bucin banget, ya? Padahal untuk jatuh cinta sama sosok nyata itu sulit banget. Eh kok bisa hati ini diserahkan begitu saja ke sosok yang gak tahu keberadaan kita sama sekali…?

Kehebatan idol KPop meraih cinta dari penggemar ternyata berasal dari banyak hal. Mulai dari kerja keras, latihan yang konsisten, penguasaan berbagai skill seperti bahasa asing, jago olahraga, dan punya manner berkat didikan saat masih menjadi trainee. Agensi mereka benar-benar membentuk artisnya menjadi idol yang layak menjadi panutan, baik secara fisik maupun personality. Salah satu agensi yang telah berhasil melahirkan banyak generasi idol adalah SM Entertainment. Sudah banyak yang tahu kalau SM Entertaiment memiliki kiprah penting dalam sejarah Korean Wave.

Awal Cerita Terjun ke Dunia KPop

Belum lama ini, saya yang anak drakor terkena terpaan KPop sejak menemukan sosok Lee Jin Ki atau Onew dari boy group Shinee. Awalnya, sih, saya terpesona sama suara merdunya yang lembut tapi powerful. Eh, makin dilihat kok ganteng, ya. Dilihat lagi senyumannya, saya ikutan senyum-senyum sendiri dan merasa bahagia gitu. Sejak saat itu saya jadi kepo banget sama Shinee dan seluk-beluk dunia per-KPop-an.

Kabar baiknya, nih, saya menemukan sisi positif mengidolakan KPop idol. Apa aja, tuh?

Punya Standar Hidup yang Berkualitas

Dari pengalaman pribadi dan pengamatan saya, karena idol yang menjadi panutan memiliki daya juang yang tinggi, cerdas, disiplin, konsisten, punya manner yang bagus, membuat kita para fans mengikuti. Saat idol menceritakan perjuangan hidup mereka, kita terinspirasi dan merasa kalau kita juga mampu asal meneladani langkah langkah sukses mereka.

Terhindar dari Percintaan yang Rumit

Maksudnya begini, biasanya saat menginjak usia remaja-dewasa kita akan mulai tertarik dengan urusan percintaan dan lawan jenis. Tapi karena sudah terlanjur mengidolakan sosok yang begitu sempurna, jadi gak mudah untuk jatuh cinta. Kita terpacu untuk fokus pada sekolah dan karir, dengan sosok idol sebagai penyemangat.

Pain Relief dan Energy Source

Dalam setiap penampilan idol di depan kamere, mereka selalu penuh dengan energi positif yang gampang menular ke para penggemar. Setiap mereka berbicara akan terucap kata-kata yang membangun, setiap canda tawa dan senyuman bisa menular ke setiap penggemar yang menonton. Untuk semua ini saya juga sering berpikir “Kalau mereka kehabisan energi, siapa yang bisa ngisi mereka, ya?”. Salut dan sangat berterima kasih atas kerja keras para idol yang selalu membawa energi positif untuk audience-nya. 

Ada “Budaya” yang Tanpa Sadar Kita “Terima”

Selain sisi positif dari mengidolakan KPop tadi, sebenarnya kita secara halus sudah menerima budaya baru, lho. Yang paling jelas ya budaya berpakaian, gaya rambut, dan standar kecantikan. Gak cuma di Indonesia, hampir semua negara sekarang menjadikan Korea Selatan sebagai trend. Berbagai produk dari negara ginseng ini sekarang jadi favorit dan memiliki nilai prestige tersendiri. Termasuk makanan, snack, dan minuman sekarang sudah banyak tersedia di sekitar kita.

Misalnya, budaya minum alkohol saat suatu perayaan sekarang sudah menjadi lifestyle baru bagi masyarakat Indonesia. Hal ini cukup membuat saya kaget ketika beberapa teman saya yang biasa memegang teguh norma agama bisa menganggap bahwa minum soju adalah hal yang biasa. Para idol KPop dan aktor Korea Selatan ini bagaikan ujung tombak yang didesain sedemikian rupa agar mampu membawa pengaruh kepada penggemarnya.

Menghadapi situasi seperti ini kita perlu menjadi bijak mengambil manfaat positif dan membuang yang negatif. Sikap open minded pada hal baru itu baik, karena kita tidak mudah menghakimi sesuatu yang berbeda dari sudut pandang kita. Tapi, jangan lupa untuk mempertahankan norma hidup yang baik, karena bagaimana pun itu adalah identitas kita.

Baca juga:

Fans Fanatik, Nih? Hati-Hati Kena Bias Gender!

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini