Waktu Baca: 2 menit

Putri Tanjung baru-baru ini ramai di media sosial. Keriuhan yang ada disebabkan sama netizen. Netizen mengkritisi pemilihan Putri Tanjung sebagai narasumber webinar entepreneur muda. Kekritisan netizen bisa kita bilang bukan tanpa alasan. Karena latar belakang keluarga yang ternama, netizen merasa Putri Tanjung ini kurang kredibel. Dari itu juga netizen merasa bahwa Putri Tanjung seperti sekarang semata-mata karena keluarganya. Mereka berkesimpulan juga Putri Tanjung sukses karena kaya.

Tapi, apakah benar segala kesuksesan Putri Tanjung karena keluarganya? Mungkin beberapa orang setuju dan beberapa yang nggak. Bahkan pertanyaan ini bisa jadi salah satu pemecah bangsa haha… Nah, apakah harus kita berpikir Putri Tanjung sukses karena privilege?

Makna Privilege

Kalau kita artikan, privilege adalah hak istimewa seseorang karena status sosialnya. Atau juga bisa juga sebagai hak yang mereka dapat tanpa perjuangan. Dalam kasus ini, privilege yang Putri Tanjung miliki adalah nama besar keluarganya dan kekayaannya. Hak-hak istimewa Putri Tanjung juga bisa hadir dari relasi Chairul Tanjung, ayahnya. Bukan tanpa alasan, nama besar Chairul bisa aja membawa networking buat putrinya.

Privilege Putri Tanjung Bikin Karirnya Mulus

Sukses karena kaya Putri Tanjung bisa kita amini sangat berpengaruh dalam perjalanan karirnya. Bahkan bisa kita kita curigai bahwa pengaruhnya sangat besar. Tapi, curiga bisalah hanya sekedar kecurigaan. Privilege adalah sebuah jalan tol buat karir, kita berpikir seperti itu bukan? Sayangnya nggak sepenuhnya tepat.

Meskipun nggak bisa kita pungkiri keberadaan Chairul mungkin berpengaruh, tapi nggak bisa kita jadikan kesimpulan akhir. Tapi, nggak bisa kita tolak juga bahwa privilege membawa Putri start lebih awal. Bahkan lebih awal dari pada yang lain, termasuk kita. Walaupun begitu, meskipun start lebih awal layaknya balapan, Putri Tanjung bisa aja memilih buat diam. Nggak berlari sama sekali sehingga kalah finish dengan kita. Kemauan buat terus berjalan ini nggak terpengaruh sama privilege. Kemauan kita berjalan bisa kita tentukan sendiri. Di atas privilege, ada kerja keras yang lebih berpengaruh.

Cintai Diri, Stop Mikirin Privilege Orang

Sayangnya, mengkritik privilege bisa aja justru memperlihatkan kelemahan kita. Bahwa terlalu berfokus melihat privilege semakin kelihatan kita membanding-bandingkan nasib. Hal itu menurutku sangat disayangkan. Kenapa? Karena adalah hal percuma kalau kita terus membandingkan nasib kita sama orang lain. Mereka yang lahir di keluarga yang lebih kaya, ternama bahkan mungkin lebih cerdas. Terutama kalau kita bandingin sama orang tua kita sendiri. Tapi, keberadaan kitalah yang menentukan. Bukan semata-mata privilege kita.

Mungkin kita lahir dengan privilege terbatas. Atau malah nggak sama sekali. Tapi, kamu tetap lahir sama bakat yang unik. Kamu tetap lahir dengan kemampuan yang bisa melawan privilege. Kamu memiliki hal-hal yang lebih penting dari sekedar privilege. Apakah itu? Ya, kamu punya dirimu sendiri. Karena yang menentukan ke mana kamu berjalan. Kamu yang menentukan mau bergerak seperti apa.

Jadi, ayo berhenti mikirin privilege! Start mereka udah berbeda, jadi jangan cederai dirimu sendiri karena mikirin start mereka. Lebih baik pikirin kerja keras dan kedisiplinan seperti apa yang harus kita lakukan. Pastinya semua buat masa depan kita.

Baca juga:

Faye Simanjuntak Kakek dan Ortunya Siapa, Apakah Pertanyaan Penting?

Social Butterfly: Buat Kamu yang Kesusahan Berinteraksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini