Waktu Baca: 2 menit

Banyak pihak yang kecewa pada tuntutan jaksa kepada Gaga Muhammad. Menurut banyak pihak, Gaga yang menyetir sambil mabuk hingga membuat selebgram, Laura Anna Edelenyi mengalami kelumpuhan seumur hidup dan meninggal tidak bisa dimaafkan begitu saja. Banyak yang berharap Gaga Muhammad mendapatkan hukuman berat. Kalau cuma mendapat tuntutan 4,5 tahun. Ada kekhawatiran vonis Gaga Muhammad tidak akan memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Kita dan banyak orang lainnya jadi bertanya tanya. Gimana nanti jalannya sidang Gaga Muhammad ini? Apakah akan berjalan dengan seadil adilnya? Untuk itulah, saya melakukan wawancara dengan Philip Joseph Leatemia, seorang praktisi hukum yang juga seorang dosen di Universitas Proklamasi 1945, Yogyakarta untuk memberikan kita insight apa yang mungkin terjadi pada sidang Gaga Muhammad Selanjutnya.

Menilik Pasal

Kalau berdasar pasal 359 KUHP, maka hukuman penjara yang bisa dijalankan Gaga Muhammad mencapai lima tahun dan kurungan satu tahun. Nah, bagi yang bertanya tanya, apa bedanya pidana penjara dan kurungan, saya akan coba menjelaskannya.

Hukuman penjara jauh lebih berat dari kurungan karena banyak hak hak yang dibatasi. Tapi kalau hukuman kurungan, lebih fleksibel dan memungkinkan untuk adanya diskresi/pengecualian. Lebih jauh lagi, hukuman kurungan bisa saja digantikan dengan denda. Sementara hukuman penjara tidak bisa kita gantikan dengan denda.

Nah, kalau kita melihat pasal 359 KUHP ini, kita pasti protes. Lho kenapa jaksa enggak menuntut sekalian lima tahun begitu? Menurut Pak Philip, sapaan akrab Philip Joseph Leatemia, ini karena jaksa menghargai Gaga Muhammad yang tidak memberikan keterangan berbelit belit dan kooperatif.

Jadi kalau misalnya kita melihat di film film peradilan. Memang seringkali pihak kepolisian menjanjikan keringanan hukuman kalau terdakwa mau kooperatif. Bisa jadi logika yang sama berlaku pada Gaga Muhammad.

Apakah ini salah? Ya, di sisi lain kita harus berpikir, semakin terdakwanya kooperatif, semakin cepat kita mencapai konklusi hukuman apa yang harus diberikan pada terdakwa ini.

Kebohongan

Banyak yang menyebut Gaga Muhammad berbohong mengenai kondisi ekonominya.Gaga Muhammad mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki aset yang cukup untuk membiayai pengobatan Anna Laura. Namun, dari postingan Instagramnya, Gaga tampak baik baik saja. Lalu, apakah pengadilan juga bisa membuktikan kalau Gaga berbohong dan memberi vonis pada Gaga Muhammad seadil adilnya.

Menurut Pak Philip, Hal itu bisa saja pengadilan lakukan. Hakim bisa memerintahkan seseorang yang capable dan independen untuk mengecek kondisi keuangan Gaga Muhammad sebenar benarnya sebelum menjatuhkan vonis. Hal ini bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Penyesalan Palsu Gaga Muhammad

Jaksa sempat menyebut bahwa Gaga Muhammad yang menyesali perbuatannya menjadi pertimbangan tuntutan yang lebih ringan. Namun, bagaimana kita bisa membuktikan penyesalan itu?

Menurut Pak Philip, soal penyesalan adalah subyektifitas jaksa. Sehingga, sulit sekali membuktikan apakah Gaga Muhammad benar benar menyesal atau berusaha agar vonis yang ia terima tidak seberat bayangannya.

Hukuman Sosial

Menurut saya pribadi. Jika memang masyarakat menghendaki, sebenarnya ada yang kita sebut sebagai hukuman sosial. Salah satu bentuk hukuman sosial terbesar pada Gaga Muhammad adalah dengan berhenti memfollow dia dan membicarakan dia sama sekali. Bagaimanapun, di profesinya sebagai selebgam, hukuman itu jelas lebih kerasa. Lebih jauh lagi, memang sudah saatnya kita berhenti memberi panggung pada orang yang sebenarnya kurang kentara apa prestasinya. Banyak anak muda di Indonesia yang jauh lebih berprestasi dan membutuhkan dukungan kita. Mereka mereka inilah yang lebih layak menjadi populer di media sosial.

Baca juga :
Penegakan Hukum Hewan Masih Lemah!

Masalah Karantina Kita Yang Harusnya Diperbaiki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini