Waktu Baca: 2 menit

Kalian pasti punya, dong, habit atau kebiasaan. Kebiasaan yang kalian punya ini memang gak selalu bagus, ada juga kebiasaan buruk yang kadang ingin kalian ubah. Contohnya menggigit kuku tangan, ngemil di tengah malan, sampai minum minuman berakohol atau merokok tanpa henti. Nah, kebiasan-kebiasan buruk apapun yang kalian punya saat ini bisa kok kalian alihkan dengan kebiasaan yang lebih positif. Mengutip dari buku The Power of Habit dari Charles Duhigg, ada empat langkah jika kita ingin mengubah kebiasaan atau habit. Apa aja itu? Simak, ya!

Ketahui Rutinitas Kalian

Hal pertama yang paling utama adalah mengetahui pola rutinitas kalian yang berkaitan dengan kebiasaan buruk. Pastikan dulu jika kalian tahu kebiasaan buruk apa yang ingin kalian ubah. Kalian bisa juga menulis poin-poin skenario sebelum dan sampai kalian melakukan kebiasaan itu. Dengan ini, kalian bisa menemukan komponen apa aja yang menimbulkan trigger kebiasaan buruk tersebut. Selanjutnya, tanyakanlah ke diri sendiri: Kira-kira, apa yang membuat kalian melakukan kebiasaan itu? Apakah karena bosan? Merasa takut atau cemas? Kesepian? Atau yang lain?

Bereksperimenlah dengan ‘Hadiah’

Setelah mengenali pola rutinitas kalian, kita masuk ke tahap kedua, yaitu bereksperimen dengan rewards. Hadiah atau rewards menurut Duhigg adalah elemen yang sangat kuat untuk memenuhi ‘kekosongan’ dari sebuah kebiasaan. Untuk mengubah bad habit, kalian perlu nih menemukan rewards atau hadiah apa yang kebiasaan itu berikan ke kalian. Jika kalian melakukan suatu kebiasaan pasti ada dong rasa puas atau kesenangan tersendiri saat melakukannya, nah itulah yang kita sebut sebagai rewards.

Nah, rewards inilah yang perlu kalian gali lebih dalam. Untuk mendapatkan sensasi rewards yang sama tanpa melakukan kebiasaan buruk, cobalah untuk bereksperimen dengan berbagai kegiatan. Misal, kalian suka ngemil di waktu tertentu, kalian bisa coba ganti kebiasaan itu dengan kegiatan lain seperti jalan-jalan sebentar, membereskan meja, atau bermain dengan hewan peliharaan (jika punya). Pengalihan kegiataan ini kalian lakukan untuk mencari tahu mana, sih, kegiataan yang bisa menggantikan kebiasaan buruk kalian…? Ingat ya, proses bereksperimen ini gak bisa tuntas dalam seminggu saja. Tahap ini bisa berlangsung sampai berbulan-bulan sampai kalian menemukan kegiatan yang pas, jadi bersabar, ya!

Ketahui Tanda yang Menyebabkan Bad Habit

Gak ada kebiasaan tanpa alasan, bener gak? Kebiasaan buruk yang ingin kalian hilangkan pasti punya triggering warning sendiri alias si biang kerok. Untuk mengetahuinya, kalian bisa mulai membuat recording sederhana dalam bentuk tulisan di sebuah buku catatan. Duhigg menyebutkan lima kemungkinan triggering warning, yaitu: lokasi, waktu, perasaan atau emosi, orang-orang di sekitar, dan respons. Tulislah lima tanda ini di buku catatan untuk mengetahui kira-kira siapa sih biang kerok di balik bad habit kalian.

Buatlah Rencana

Last but not least, kalian perlu membuat plan atau rencana. Setelah mencoba menggali rutinitas, bereksperimen dengan berbagai rewards, dan menemukan si triggering warning, kalian pasti sudah mengenal lebih jauh dengan kebiasaan kalian. Nah, tahap selanjutnya adalah membuat rencana kebiasaan baru. Jadi, di rencana itu kalian bisa menuliskan kapan dan apa yang akan kalian lakukan untuk mengganti si bad habit. Pelan tapi pasti, kebiasaan baru ini akan perlahan kalian lakukan secara otomatis. Tapi inget ya: konsisten. Semua tahap di atas gak akan berarti jika kalian gak setia dengan niat dan usaha.

Jadi itulah empat langkah untuk memulai mengubah kebiasaan buruk kita. Yakinlah jika kalian bisa mengubah bad habit menjadi good habit dengan kunci niat, usaha, dan konsisten. Semua bisa terjadi di dunia ini, jadi tetap semangat ya, gengs!

Baca juga:

Cara Simple Buat Tobat Dari Kebiasaan Prokrastinasi

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini