Waktu Baca: 2 menit

Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. Hai, begitulah kata para pujangga.

Itulah sepenggal lirik dari lagu yang dinyanyikan raja dangdut, Roma Irama. Nampaknya, lagu itu memang merepresentasikan sebuah kehidupan tanpa cinta yang terkesan sepi, kosong, dan hampa, ya?

Siapa manusia di bumi ini yang tidak senang jika seseorang mencintainya? Tentu, orang akan merasa hidupnya berwarna ketika mereka mengenal yang namanya ‘jatuh cinta’. Biasanya kalau orang sudah jatuh cinta, dunia seakan milik berdua, yang lain, sih, ngontrak. 

Meskipun orang yang tengah kasmaran ini sedang berbunga-bunga, tapi ternyata tetap perlu sadar dan berpikir realistis. Ini agar kita tak terjerumus ke hal-hal buruk yang terkadang tidak kita sadari karena terbalut kata “cinta” seperti pada kasus love bombing

Apakah kalian pernah mendengar istilah love bombing

Love bombing atau bom cinta adalah sebuah tindakan memberi cinta atau perhatian yang berlebihan ke pasangan di awal sebuah hubungan. Segala bentuk perhatian dan kata-kata manis seakan membombardir untuk menunjukkan kasih sayang. Eits…bukannya malah bagus, ya, jika pasangan kita perhatian seperti membelikan kado-kado dan selalu memuji kita? Tunggu dulu. Love bombing memang terlihat sangat menyenangkan dan seseorang akan merasa sangat spesial dalam sebuah hubungan. Tapi, kasus ini ternyata bisa sangat berbahaya lho! Kenapa? Yap, karena love bombing merupakan salah satu bentuk manipulasi dari pasangan kita dengan maksud dan tujuan tertentu. Hal ini kerap kali tidak kita sadari karena seseorang yang terkena manipulasi love bombing akan lebih mudah terbuai. 

Lalu, apa saja ciri-ciri dari love bombing?

Berlebihan 

Pasangan yang memberikan perhatian berlebih rupanya bisa menjadi bentuk manipulasi dari love bombing. Contohnya, pasanganmu selalu memberikan hadiah yang gak bisa kamu tolak, namun akhirnya dia memintamu untuk selalu menemaninya sepanjang hari sampai melupakan bahwa kamu juga punya kegiatan yang lain. Tak hanya itu, kalimat seperti, “Aku gak bisa hidup tanpa kamu” atau “Aku mau memberikan segalanya untukmu” dan sejenisnya, jika seseorang ucapkan setiap saat pasti lama-kelamaan akan kehilangan makna. Memang tidak ada salahnya memberikan bentuk perhatian kepada pasangan, tapi harus tetap realistis, ya. Terlebih jika kamu baru mengenal orang itu. 

Posesif 

Pelaku love bombing secara tidak sadar pasti bertindak posesif terhadap pasangan. Ia bisa mengirimkan bomb call/chat ketika pasangan sedang tidak bersamanya. Biasanya hal ini tersembunyi dari balik maksud untuk “menjaga pasangannya”. Perilaku posesif ini sering juga diringi tuntutan agar kemauan pasangannya dituruti. Jika tidak, ia bisa memanipulasi dan membuat pasangannya merasa bersalah atau bertindak yang menjurus ke kekerasan. Jadi, pada kasus ini perlu kita sadari bahwa posesif terhadap pasangan bukanlah hal yang baik. 

Membuat Pasangan Menjadi Ketergantungan

Dengan segala bentuk perhatian yang pelaku love bombing berikan, mereka secara tidak sadar mengikat pasangan terlalu erat sehingga menjadikannya seolah bergantung pada dirinya. Kamu yang pernah merasa seolah tidak bisa melakukan sesuatu tanpa dirinya, pasti jadi lebih meragukan kemampuan dirimu sendiri. Kamu juga tanpa sadar bisa kehilangan momen-momen bersama teman atau bahkan keluarga karena selalu sering bergantung hanya pada si dia. 

Nah, itulah ciri-ciri dari love bombing yang perlu kita sadari dan waspadai. Meski begitu, bukan berarti kita lantas terus curiga terhadap apa yang pasangan kita lakukan, ya. Kamu hanya perlu lebih peka untuk membedakan mana yang baik dan buruk dari sebuah hubungan. Kamu bisa mulai menerapkan batasan-batasan ketika berpacaran, menjaga komunikasi dengan pasangan, tetap memprioritaskan kesehatan diri sendiri, dan tentu saja tidak terlalu bergantung.

Baca juga:

Kenalan Yuk Sama Attachment Style!

Orang Terdekat Sangat Berbahaya (Kisah KDP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini