Waktu Baca: 3 menit

Selain film Posesif, kekerasan dalam pacaran ternyata digambarkan dalam berbagai budaya Pop. Mesk demikian, penggambaran kekerasan dalam pacaran di karya pop seringkali terselubung dan tak terlihat. Misalnya saja dalam karya lawas Iwan Fals, Yang Terlupakan. Petunjuk bahwa lagu ini menyinggung tentang kekerasan dalam pacaran ada dalam lirik …kala memberimu dosa… Di era lebih modern, lagu paling hits dari grup band legendaris Sheila on 7, Dan..dianggap menceritakan tentang kekerasan dalam pacaran. Memang selama ini interpretasi lagu tersebut bisa bermacam macam, namun pemilihan lagu itu sebagai soundtrack film Posesif seakan menegaskan bahwa lagu itu menyinggung soal kekerasan dalam pacaran.

Sudut Pandang Pelaku

Uniknya, dua karya itu memandang kejadian kekerasan dalam pacaran dari sudut pandang pelaku. Ya, pelakupun dalam beberapa konteks sebenarnya juga ‘korban’. Korban dalam artian mereka tidak bisa memahami mengapa mereka bisa memiliki perilaku mengerikan dan kacau sedari dalam pikiran. Faktanya, pelaku kekerasan semacam ini juga sebenarnya korban dari keluarga yang tidak stabil. Ada yang memang mengalami kekerasan di keluarganya, ada yang orang tuanya tidak stabil dan seterusnya.

Lalu, ada juga kemungkinan memang pelaku memiliki ‘bawaan sifat’ ini. Beberapa kasus yang saya temui, pelaku yang melakukan kekerasan pada pacarnya memang memiliki gangguan psikologis. Mereka tidak bisa mengontrol diri atau emosi mereka sendiri. Tak jarang rasa insecure yang kuat menghantui mereka sehingga mereka melakukan tindakan tindakan di luar nalar.

Karena itulah, jika memiliki pacar yang abusive, jangan berkompromi. Dorong mereka menemui orang profesional atau setidaknya menyarankan orang terdekat mereka membawanya ke psikolog profesional. Jika tidak memungkinkan, jaga jarak saja daripada mengambil resiko. Nyawamu berharga dan mengambil resiko menyembuhkan pelaku kekerasan tanpa ilmu yang mumpuni akan sangat membahayakan nyawamu.

Kau Bukan Rumah

Karya band ‘Amigdala’, yang berjudul Kukira Kau Rumah juga masuk list dalam lagu yang diduga kuat membicaran kekerasan dalam pacaran setelah pengakuan dari vokalisnya, Aya Canina. Aya mengaku menjadi korban dalam kekerasan dalam pacaran juga dari salah satu anggota bandnya. Jujur, tak ada lagu yang cukup ironis di Indonesia untuk menggambarkan masalah ini selain lagu Kukira Kau Rumah. Lagu tersebut benar benar memotret perasaan korban ketika baru mengenal pelaku.

Dari pengalaman saya, pelaku kekerasan di hubungan ini memang biasanya pandai berkata kata dan menunjukkan ekspresi emosionalnya. Mungkin, mereka memang punya sejuta perasaan untuk dibagikan kepada calon pasangan. Yang sering tak kita sadari, bagai bak yang penuh dengan air, air ini tinggal tumpah dari baknya. Masalahnya, bagaimana air itu tumpah? Apakah dengan lebih banyak cinta? Apakah dengan kata kata lembut? Ataukah terefleksi dengan sesuatu yang mengerikan?

Ironi Fifty Shades of Grey

Pernah melihat film Fifty Shades of Grey? Karya ini mungkin yang paling kacau dalam memotret masalah kekerasan dalam pacaran. Ya, film ini mencoba berimbang dengan mengatakan bahwa ‘hei, pelaku juga punya masalah!’, tapi jujur saja harga yang harus dibayarkan untuk memahami hal itu dalam dunia nyata terlalu mahal. Bagi saya, pergi ke profesional, meminta pertolongan orang terdekat, itu jauh lebih masuk akal.

Dalam film itu, pelaku kekerasan yang dimainkan Christian Grey memenuhi semua syarat bentuk kekerasan dalam pacaran. Over protektif, memaksa kekasihnya melakukan sesuatu seperti olahraga, posesif dan seterusnya. Kalau ada yang membela Christian sebagai sekedar penyuka BDSM, saya kira tidak tepat. Ada garis tegas antara penyuka BDSM dan pelaku ‘kekerasan dalam pacaran’.

Kisah dalam Fifty Shades of Grey sebaiknya jangan menjadi panutan. Sebab bagaimanapun dalam dunia nyata menjadi Anastasia Steele tidak menjanjikan hubungan yang bahagia. Pelaku kekerasan tidak bisa otomatis berubah dan mempertaruhkan nyawa hanya agar mereka berubah, terlalu mahal. Cobalah bijak.

Semoga, pada akhirnya, kita semua mendapat kekuatan untuk memilih apa yang terbaik, bukan hanya terbawa ego semata.

Baca juga :
Pelajaran dari Film Posesif Tentang Kekerasan Dalam Pacaran

Hantu Penyalin Cahaya

Untuk bergabung dengan diskusi kami siang ini terkait ‘Kekerasan Dalam Pacaran’, anda bisa langsung mengirim DM ke @pakbob.id Sampai jumpa!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini