Waktu Baca: 3 menit

The Baby Alien, begitulah julukannya, kembali muncul setelah absen selama seratus hari. Tidak berlebihan jika Marc sering disandingkan dengan Lionel Messi di sepakbola. Pasalnya Marc Marquez memang anak ajaib. Gaya membalapnya agresif terkesan ugal ugalan, namun hebatnya ia jarang crash. Ia juga meraih prestasi gila, salah satunya menjadi juara Moto GP termuda sepanjang sejarah. Lalu, petaka itu terjadi, ia mengalami gegar otak ringan dan penglihatan ganda setelah jatuh dalam satu sesi latihan. Akibatnya, ia tidak bisa membalap selama 100 hari. Namun pada Februari ini ia kembali tampil di Sepang dan dalam test race yang dilakukan, ia berhasil berada di posisi 8. Tidak buruk untuk pebalap yang lama tidak tampil dan mengalami cedera mengerikan. Kini, Marc Marquez kembali ke Indonesia. Lebih tepatnya, Marc Marquez di Mandalika untuk tes balapan berikutnya.

Meski demikian, harus diingat bahwa seindah indahnya Mandalika dan Lombok, Marquez tidak sedang dalam mode ‘liburan’.

Recovery dan Rencana Rahasia

Memang, Marc Marquez di Mandalika tidak untuk bertanding. Ia hanya sekedar mencoba rute baru yang berada di Lombok. Mandalika rencananya akan menjadi salah satu venue untuk Moto GP 2022. Tentu, karena baru, semua pebalap penasaran, seperti apa kira kira sirkuit Mandalika ini? Marc Marquezpun tak beda. Ia ingin memahami lebih jauh sirkuit baru ini. Tapi, jujur saja, ia tidak mungkin hanya sekedar coba coba. Diam diam ia mengintip peluang untuk merebut gelar di Mandalika. Maka dari itulah, perjalanan kali ini cukup serius buat Marquez.

Tak aneh kan kalau Marquez ingin bisa menjadi yang pertama merasakan juara di Mandalika?

Semua yang pernah di kompetisi Moto GP tahu betul betapa agresifnya Marc Marquez. Ia adalah penemu teknik menyalip sliding out yang seolah olah membuat ia akan terlihat jatuh saking mepetnya dengan jalan namun ternyata ia menyalip dengan kencang. Teknik ini membuat lawan segan untuk dekat dekat dengannya dan iapun banyak memenangkan kompetisi dengan teknik ini.

Itulah cermin betapa agresif dan ingin menangnya dia. Dari perspektif Marquez, Mandalika adalah kesempatan emas. Untuk merebut poin di ‘sirkuit lama’ mungkin akan lebih sulit bagi Marquez yang baru sembuh. Namun di sirkuit baru, kenapa tidak? Pengalaman dan bakat Marquez mungkin bisa membawanya naik podium. Peluangnya bagus.

Menyalip Rossi dari Mandalika

Kalau kita ingat bersama, Sepang 2015 adalah saat saat paling mencekam dari karir Marquez. Ia terjatuh karena ‘ditendang’ Valentino Rossi. Setidaknya, itulah versi dari beberapa pendukungnya. Namun, Diano Rossi, salah satu pengamat Moto GP di Indonesia mengaku sulit untuk mempercayai versi itu dalam sesi wawancara bersama Pakbob.id. Ia mengakui bahwa saat itu Rossi cukup dirugikan. Ia menggali kenangannya kembali, saat itu berada di Sepang dan mengakui bahwa saat saat itu suasananya sangat berbeda. Tak ada senyum di bibir Rossi yang sebenarnya ingin memenangkan GP Sepang untuk melengkapi gelar dunianya menjadi sepuluh.

Kisah Sepang adalah cermin persaingan keras antara Marquez dengan Rossi. Mereka berdua saling membenci, setidaknya itu yang tercermin dari kalimat Valentino Rossi yang mengaku baru akan memaafkan Marquez 20 atau 30 tahun lagi. Kini Rossi sudah pensiun, namun bukan berarti bayangan Rossi tidak bisa dikejar Marquez. Marquez kini terpaut 30 kemenangan lebih untuk melewati rekor Rossi sebagai pemenang lomba terbanyak. Di usia yang baru akan memasuki umur 30an, seharusnya ini bukan masalah besar untuk Marquez. Problemnya, cedera yang ia alami bukanlah cedera ringan dan kita belum tahu seberapa besar cedera itu berdampak pada performa Marquez ke depannya.

Meski begitu, tak salah kalau Marc Marquez mencoba maksimal. Menjajal Mandalika dan menjadi paham dengan karakteristik sirkuit ini setidaknya akan mendekatkan dia pada Rossi, se-sedikit apapun itu. Karena itulah, GP Mandalika mungkin hanya satu dari sekian seri Grandprix, namun buat si semut dari Catalonia, ini adalah salah satu pertarungan penting dalam hidupnya.

Jadi gimana Baby Alien?

Baca juga :
Bakmi Pak Bagong Muntilan dan Balap Liar

Valentino Rossi adalah anak anak

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini