Waktu Baca: 2 menit

Panggung selebriti akhir-akhir ini sempat menggemparkan netizen tentang kabar viralnya Aliando pemain GGS (Ganteng-ganteng serigala). Menghilangnya Aliando dari dunia hiburan ternyata menyimpan kisah tersembunyi. Saat itu ia live instagram dan mengaku bahwa selama ini ia mengidap gangguan mental, yakni OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Sejak itulah mulai terungkap tentang sederet artis yang ternyata juga megidap gangguan tersebut. Kira-kira penyintas OCD bisa sembuh nggak ya?

Sekilas tentang OCD

OCD atau gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan. Hal ini terjadi ketika seseorang melakukan gerakan dan memiliki pola pikiran yang berulang-ulang serta menetap. Misalnya, mencuci tangan secara terus menerus, memastikan ruangannya selalu dalam keadaan rapi dan bersih, ataupun kebiasaan mengecek pintu atau kompor. Orang tersebut akan melakukan kegiatan itu secara berulang untuk mengurangi rasa cemasnya. Bahkan kalau perlu, ia harus pulang lagi ke rumah cuma buat mengecek apa yang ia khawatirkan. Menurut hasil studi dari University of Cambridge, Inggris, yang dilansir dari jurnal Science, bagian orbitofrontal cortex pada pengidap obesif-kompulsif tidak bekerja semestinya. Bagian otak yang menjadi tempat untuk mengambil keputusan ini kurang bisa bekerja secara optimal.

Tak hanya Alliando, beberapa figur luar negeri yang salah satunya adalah Howie Mandel, juri America’s Got Talent, juga merasakan hal yang sama. Ia paling anti sama yang namanya bersalaman, membuka pintu dengan telapak tangan, ataupun membuka kran dengan tangannya sendiri. Alasannya karena ia takut terkontaminasi kuman. Sampai suatu ketika ia mengatakan, “I’m living in a nightmare”. Kok serem ya…?

Penyebabnya Apa Aja?

Ada beberapa penyebab gangguan obsesif-kompulsif. Salah satu penyebabnya adalah faktor genetik. Orang tua yang yang memiliki gangguan kecemasan semacam ini bisa saja menurun ke anak. Selain itu, faktor yang mempengaruhi gangguan ini adalah stress atau trauma di masa lalu. Sehingga tekanan tersebut membuat pikiran menjadi kurang rasional dan cenderung gampang cemas. Lebih mengejutkan lagi, ternyata perfeksionis juga bisa memicu OCD. Kok bisa? Biasanya pribadi yang perfeksionis memiliki standar tersendiri dalam hidup, misalnya mengecek jawaban saat ujian berkali-kali karena takut ada jawaban yang salah atau terlewat. Selain itu ia tidak ingin membiarkan keadaan di sekitarnya kotor sedikit pun atau tidak rapi. Kalau nggak dilakuin, ia akan frustasi dan stress.

Faktor psikososial juga bisa menjadi penyebabnya. Keadaan di sekitar yang bisa membuat orang tersebut gelisah dan tidak nyaman. Terdapat beberapa jenis gejala yang bisa kita temui, seperti kontaminasi (takut terkontaminasi feses, urine, debu, atau kuman), keraguan patologis (pemeriksaan terhadap sesuatu yang berulang), dan simetris (ketepatan yang menimbulkan kelambanan).

Terapi Perilaku Bisa Jadi Solusi

Terapi tingkah laku yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengalihkan pikiran negatif menjadi positif. Mengalihkan pikiran bisa dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan untuk meminimalisasi frekuensi kecemasan. Lalu, kamu juga bisa mulai mengidentifikasi penyebab pemikiran yang irasional dan mencoba untuk berpikir secara rasional. Selain itu, berlatih mengontrol emosi juga tidak kalah penting. Tujuannya untuk menurunkan resiko pemikiran obsesif yang berlebihan.

Terapi Medikasi

Penanganan lainnya adalah terapi medikasi. Terapi ini menggunakan obat-obatan yang pastinya dengan resep dokter. Obat yang diberikan bisa meliputi anti cemas, antipsikotik, ataupun anti depresi.

Nah, kira-kira bisa sembuh nggak? Bisa. Akan lebih mudah kalau di kelilingi dengan orang-orang sekitar yang suportif dan memberikan pengaruh yang baik untuk proses penyembuhan. Kalaupun kamu punya kebiasaan yang disebutkan di atas, jangan serta merta menyimpulkan kalau kamu memiliki gangguan OCD ya. Kamu perlu konsultasi dulu ke psikolog atau dokter buat memastikan kebenarannya. Selagi nggak mengganggu rutinitas berarti masih aman ya. Kecuali kalau udah mengganggu baru was-was.

Baca juga:

Mengenal Istilah Monkey Mind Dan Cara Mengatasinya

Obsessive Compulsive Disorder, Penyakit Suka Bersih-bersih?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini