Waktu Baca: 2 menit

Kabar tentang penggunaan aplikasi saat membeli BBM sepertinya sudah menyebar luas. Yapp mulai 1 Juli 2022 PT Pertamina mewajibkan pembelian pertalite dan solar subsidi melalui aplikasi MyPertamina. Hal tersebut tentunya memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan masyarakat.

Banyak yang menyebutkan, “ahh ribet, mempersulit warga saja”, “namanya juga pemerintah, kalau ada yang ribet kenapa harus pakai yang mudah”, “terus kalau yang gak punya handphone gimana?”, “untuk kalangan menengah keatas mah enak, sudah punya aplikasi linkaja juga, lah kita beli bensin aja kadang pas-pasan” dan berbagai tanggapan lain bermunculan.

Lalu apa sebenarnya alasan PT Pertamina menerapkan kebijakan tersebut?

Alasan Menerapkan Kebijakan

Alasan PT Pertamina menerapkan kebijakan ini karena BBM subsidi tidak tersalurkan dengan rata. Oleh sebab itu, aplikasi MyPertamina akhirnya menjadi syarat pembelian pertalite dan solar adalah supaya penyalurannya bisa tepat sasaran. Hal tersebut Alfian Nasution katakan selaku Direktur Utama Pertamina Patra Niaga. Selain itu, dengan aplikasi MyPertamina PT Pertamina dapat memperoleh data yang valid, dan bisa melihat trennya, serta siapa penggunanya.

Penyebaran Penggunaan Aplikasi

Menurut Alfian tahapan untuk pendaftaran tidaklah susah. Pengguna BBM dapat mendownload aplikasi MyPertamina dan menyiapkan berbagai dokumen. Dokumen yang dimaksud seperti KTP, STNK, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen pendukung. Jika data yang didaftarkan sudah diverifikasi dan sesuai dengan persyaratan maka pengguna akan mendapatkan QR Code.

Lokasi awal yang akan dilakukan uji coba antara lain Padang Panjang, Yogyakarta, Manado, Bandung, Banjarmasin, Sukabumi, Ciamis dan Tasikmalaya. Untuk kota lain pendaftaran akan dilakukan secara kontinyu memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem.

Bagaimana Tanggapan Para Ahli?

Beberapa para ahli berpendapat kewajiban menggunakan aplikasi MyPertamina tidak akan efektif. Meskipun kebijakan tersebut tentunya dapat mengurangi beban anggaran subsidi dari pemerintah sehingga bisa lebih efisien. Para ahli menilai karena ada potensi rakyat di daerah tertentu yang tidak memperoleh subsidi karena tidak bisa menggunakan aplikasi MyPertamina. Terlebih tidak semua daerah memiliki akses internet yang merata, bahkan kemungkinan adanya masyarakat yang tidak memiliki gawai. Selain itu, bukannya pembelian menggunakan MyPertamina akan menambah lama antrian?

Bagaimana menurut kamu? Apa kamu juga setuju dengan kebijakan itu?

Sumber gambar: @pertamina

Baca juga:

Harga BBM Sulit Naik Jika Pemerintah Jadi Gol-Kan Program Ini

Harga BBM dan LPG Naik, Kecolongan di mana-mana dan Pergantian Paradigma

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini