Waktu Baca: 3 menit

Entah apa yang ada di pikiran mantan pengacara bharada E, Deolipa Yumara. Bolehlah dia marah, tapi memarahi Kak Seto karena menjalankan tugas itu agak gimana ya? Iya, Kak Seto menjalankan tugas sebagai ketua LPAI, tapi malah disebut oleh Deolipa Yumara mempermalukan psikologi UI. Mungkin Kak Seto juga heran. Apalagi Kak Seto mendapat tuduhan pansos. Padahal, ya lagi lagi, fungsi  fungsi LPAI kan melindungi anak anak Indonesia, terutama yang sedang mendapat masalah berat. Tambah lagi, I dalam LPAI kan artinya Indonesia. Terakhir kali anak anak Sambo dicek paspornya, mereka memang anak Indonesia. Kenapa Deolipa Yumara tidak terima kalau Kak Seto menolong anak anak Ferdy Sambo?

Mungkin Deolipa Yumara kurang punya empati. Ya, tidak apa apa, coba mas Deolipa Yumara langsung baca artikel ini dulu (langsung klik saja pak) untuk mengerti duduk permasalahan kenapa Kak Seto wajib mendampingi anak anak Ferdy Sambo.

Kekanak kanakan

Kalau Kak Seto, seperti kata Deolipa, sedang pansos, berarti Deolipa belum pernah menonton si Komo. Ya kita semua kan tahu betapa terkenalnya Kak Seto di Indonesia. Saat Deolipa masih aktivis, Kak Seto sudah menjadi psikolog anak terkemuka dan membuat si Komo terkenal. Bahkan si Komo ini sudah terkenal duluan sebelum Ferdy Sambo. Jadi pansos darimana sebenarnya Kak Seto ini?

Deolipa mungkin kesel dengan bapaknya anak anak Ferdy Sambo, tapi ayolah, jangan terus mati empati pada anak anak Sambo. Yang anak anak Sambo alami ini mungkin terlalu sulit untuk anak anak seusia mereka. Jangan karena mereka ada duit lalu kita abaikan mereka. Uang tidak bisa membeli kasih sayang orang tua pak Deolipa. Anak anak Sambo juga akan lebih memilih hidup menengah tapi bapaknya masih ada daripada kejadian seperti sekarang ini.

Kalau boleh saya kritik, Deolipa Yumara bersikap kekanak kanakan karena kesel dengan bapaknya, sekalian kesel dengan anak anaknya.

Kak Seto Beretika
Kak Seto menjalankan tugas
Yuyun juga diurusin kok

Sejauh ini toh Kak Seto menjaga etika. Ia tidak pernah menyampaikan apa apa yang didramatisir. Semua sesuai dengan porsinya. Ia juga tidak memaksa anak anak Ferdy Sambo muncul ke publik. Mungkin kalau dia mau pansos, ada baiknya dia bawa anak anak Sambo dan ia biarkan seluruh orang Indonesia terenyuh melihat keadaan anak anak Sambo. Tambah ngetop dia. Tapi kan Kak Seto tidak melakukan itu. Ia benar benar profesional.

Ia juga mencoba mengajak orang Indonesia melihat sisi lain Ferdy Sambo. Benar bahwa Ferdy Sambo ini telah melakukan kesalahan fatal. Bahkan bisa kita katakan skandal terburuk di kepolisian sejauh ini.

Namun ia juga manusia biasa yang peduli pada anak anaknya. Kita harus menghargai sisinya yang itu juga. Kita tetap harus obyektif melihat Sambo sebagai manusia biasa meskipun kejahatannya tak terampuni.

Bukankah menjadi manusia itu selalu bermula dari empati dan mengasihi sesama manusia yang lain?

Jangan Melebar

Pernyataan Deolipa Yumara sebaiknya jangan terulang. Jika anak anak Ferdy Sambo mendengarnya, mental mereka akan kembali terpukul. Padahal mereka sedang beradaptasi dengan susah payah untuk beralih dari seorang putra putri polisi terhormat menjadi anak pembunuh dan (bahkan) sociopat. Ini realitas yang berat untuk anak anak manapun.

Jika Deolipa kesal pada Ferdy Sambo, ia harus tetap fokus pada masalah Sambo saja semata. Kalaupun dia kesal dengan POLRI, itu haknya. Namun, ia harus bijak bersikap agar tak perlu ada tambahan korban tak perlu. Anak anak tetaplah anak anak, suka tidak suka. Mereka tidak seharusnya menanggung beban dosa orang tuanya.

Deolipa Yumara juga tidak usahlah ikut menyerang Kak Seto. Kalau memang Kak Seto salah ya diingatkan saja. Tapi kalau Kak Seto hanya menjalankan tugas lalu mendapat kritikan, itu sangat membagongkan sekali sebenarnya. Toh selama ini Kak Seto fair. Dalam berbagai kasus yang melibatkan anak anak, ia selalu hadir. Baik itu anak jendral/ petinggi maupun bukan.

Pesan akhirnya: Jangan melebar, fokus pada kasusnya, selamatkan anak anaknya.
Baca juga :

Hancurnya Keluarga Ferdy Sambo

Langkah Kuda Ferdy Sambo Menuju Gedung Kura Kura

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini