Misteri Kepindahan Akpol Sukabumi Ke Semarang: Mulai Dari Teori Mojang Priangan Hingga Gaya Hidup Hedon

Waktu Baca: 2 menit

Pendidikan para calon Perwira Polisi Republik Indonesia pernah berlokasi di Sukabumi sejak masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Tiba tiba kemudian Akademi Kepolisian (Akpol) berpindah ke Semarang pada tahun 1980. Kepindahan ini pada masa itu tidak terlalu menimbulkan gejolak di masyarakat. Namun tetap saja ada misteri yang menyelimuti terutama mengenai motif sebenarnya dari misteri kepindahan Akpol Sukabumi ini. Ada apa?

Agar Perwira Belajar Hidup Sederhana

Ada teori menarik dari kepindahan ini yang bisa dilihat juga dari kacamata sosio-kultural. Salah satu alasan pindah tempat, agar para calon perwira polisi muda dapat membangun keluarga yang tidak bermental koruptif, atau paling tidak memitigasi karakter ingin hidup mewah dengan mudah. Kok bisa?

Saat ada di Sukabumi, dianggap bahwa Akpol terlalu dekat dengan Jakarta. Karena terlalu dekat dengan Jakarta, ada anggapan lebih mudah bagi siswa siswi Akpol untuk berselancar kesana. Hal inilah yang membuat mereka terbiasa dengan kehidupan gemerlap kota Jakarta. Ada kekhawatiran cukup tinggi bahwa nantinya para siswa Akpol ini hidupnya sudah terlanjur keenakan dan mental yang terbentuk tidak sesuai visi misi dari Akpol. Jadi jawaban misteri kepindahan Akpol ini dugaan kuatnya adalah mencegah para perwira agar tidak hedon.

Mojang Priangan (?)

Ketika Akpol masih berlokasi di Sukabumi, para calon perwira otomatis akan banyak bergaul dengan penduduk setempat di usia akil balig mereka. Tidak mengherankan kalau beberapa dari mereka mengikatkan janji setia dengan warga asli sana yang berbeda gender.

Ada anggapan sedikit rasis bahwa orang asli tidak bisa hidup ‘susah’. Anggapan ini sebenarnya muncul dari perbedaan gaya hidup semata. Wanita Mojang Priangan yang biasa hidup mengikuti arus dianggap kurang sesuai dengan harapan pendiri Akpol untuk menciptakan taruna taruna yang siap untuk bekerja keras dan bahkan blusukan ke daerah daerah terbelakang. Namun dapat kita sebut lagi lagi ini adalah anggapan yang cenderung stereotyping dan tidak menghargai budaya Sunda. Namun, pada masa itu, anggapan anggapan rasis dan stereotyping bukanlah hal yang aneh sekali. Jika kita ingat pada masa itu, jabatan gubernur dan kepala daerah selalu diserahkan kepada ‘orang orang kepercayaan’ orde baru dengan alasan stereotyping. Jangan lupa juga bahwa dahulu rasisme yang menganggap bahwa orang Tionghoa pasti PKI adalah hal yang lumrah. Jadi apakah isu Mojang Priangan ini juga menjadi jawaban Misteri kepindahan Akpol ini?

Alasan Resmi

Hingga hari ini, tidak ada alasan resmi perpindahan Akpol ini. Hanya ada spekulasi dan kabar kabar burung yang beredar. Namun kalau melihat dari sisi geografis juga, perpindahan Akpol lekat dengan lokasi geografis yang dekat tantara Semarang dan Magelang (lokasi Akmil), apakah ini juga menjadi pertimbangan supaya koordinasi cukup dekat?

Yang pasti kisah pindahnya Akpol dari Sukabumi ke Semarang kini tidak banyak yang mengetahuinya. Namun, bagaimanapun juga, tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan kepolisian negeri ini.

Baca juga :
Ada Kudeta di POLRI? Kenapa Kasus Ferdy Sambo Semakin Liar?

Siapa Ikut Terseret Ferdy Sambo?

 

 

Danandaka Mumpuni
Danandaka Mumpuni
Berdarah guru, bkn berdarah biru. suka teori2 politik tp malas mengritik. Berbuat lebih baik, langsung praktik

Similar Articles

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisment

TERKINI