Waktu Baca: 3 menit

Kejutan terjadi saat LeBron James memutuskan untuk kembali bermain di Lakers. Hari ini Lebron James resmi perpanjang kontrak sampai dua tahun ke depan. Keputusan King James ini menuai pertanyaan banyak pihak terkait ambisi dan kondisi fisiknya. Namun toh nyatanya Lakers mau mau saja menambah masa bakti pemain yang sering dibanding bandingkan dengan Kobe Bryant ini.

Padahal, dengan usia hampir 38 tahun, LeBron James bisa saja memilih pensiun dengan segala keberhasilannya. namun, ia malah memilih memperpanjang kontrak dengan L.A. Lakers untuk dua tahun ke depan dengan opsi perpanjangan satu tahun. Untuk perpanjangan kontrak ini, LeBron James akan mendapatkan potensi pemasukkan hingga 97,1 Juta Dollar Amerika Serikat. Angka yang luar biasa tinggi. Tapi ada hal lain juga yang membuat LeBron James mengkukuhkan diri sebagai pemain basket dengan pemasukkan terbesar sepanjang masa.

Pasal Trade Kickers

Dalam kontraknya yang terbaru, terdapat pasal trade kickers senilai 15 persen. Artinya, jika di dalam masa kontraknya LeBron James akan dibarter dengan pemain lain, ia berhak mendapat bonus dari nilai pertukaran itu. Jika pertukaran ini terjadi, ia akan menjadi pemain dengan pemasukkan kontrak terbesar sepanjang masa melewati Kevin Durant.

Bagaimana prospek pertukaran itu? Nampaknya sulit terjadi. Tapi kemungkinan King James meninggalkan Lakers dan bergabung dengan tim terakhir di NBA sebelum masa pensiunnya sangat sangat besar. Cincin juara dan MVP tak lagi penting karena banyak orang menganggapnya sebagai The Greatest of All Time, bersaing dengan legenda Lakers lainnya, Black Mamba alias Almarhum Kobe Bryant.

Lalu apa ambisi terakhirnya?

Sempat Diisukan Pindah..

Lebron James Resmi Perpanjang Kontrak

Jangan kaget, sebelum LeBron James resmi perpanjang kontrak, kuat dugaan bahwa ia akan meninggalkan Lakers.

Alasan dari kepindahan LeBron ini adalah fakta bahwa meski masih bermain baik, tapi LeBron terhambat cedera berkepanjangan.

Begini gambarannya, LeBron memiliki rataan skor 30,3 points per game, 6,2 assist per game dan 8,2 rebounds per pertandingan. Namun, selama musim lalu, ia hanya memainkan 56 games saja.

Meski masih menjadi pemain penting bagi Lakers, riwayat cedera LeBron ini tentu tidak elok dipandang. Dengan nilai kontrak yang besar, wajar jika ada harapan dan tuntutan agar LeBron tak sekedar menjadi supporting actor.

Cinta Sejati

LeBron James Resmi Perpanjang Kontrak
Bronny James, alasan LeBron tidak pensiun

Kenyataannya, Lakers ternyata masih mencintai mantan bintang Cleveland Cavaliers ini. Mereka mau LeBron bersama mereka untuk jangka waktu yang panjang. Lakers mungkin juga memahami bahwa keberadaan LeBron ini bukan sekedar pemain saja melainkan simbol dan pride dari tim Lakers. LeBron bisa membimbing pemain muda untuk menjadi lebih baik lagi.

Apalagi, LeBron sendiri masih ingin lama di NBA. Ia ingin memecahkan rekor saat seorang pemain bermain dengan anaknya sendiri. Ya, saat ini, Bronny James, anak sulungnya sudah siap memasuki masa SMA dan akan bermain di tim universitas sebelum main di NBA draft 2024. NBA draft 2024 inilah yang besar kemungkinan menjadi musim terakhir LeBron. Saat itu ia genap berusia 40 tahun.

Tak ada keraguan bahwa ini akan menjadi pengalaman berharga bagi LeBron untuk bermain bersama anaknya. LeBron sendiri mengaku ia siap main dimanapun dimana anaknya menjadi pemain. Jadi, bisa saja LeBron bermain dengan tim semenjana demi bisa dekat dengan anaknya.

Dua Tahun..

Karena itulah, durasi kontrak dua tahun sangat ideal bagi seorang LeBron James. Perpanjangan kontrak yang sekarang sudah resmi ini menjamin tim terbaik dimana ia bisa bermain. Ketika anaknya sudah mekar, ia bisa memilih tim lainnya. Setelah itu semua bukan lagi soal uang. LeBron sedang berbicara tentang warisan dan pilihan hidup.

Kisah LeBron ini sendiri bisa menjadi ‘kemenangan’ tersendiri atas rivalnya Kobe. Untuk diketahui, meski Kobe bermain dengan sangat baik, hubungan Kobe dan ayahnya yang juga mantan pemain NBA, Joe Bryant sangat buruk.

Salah satu sumber mengatakan bahwa Joe tidak menyukai pilihan anaknya yang tidak menikah dengan seorang keturunan Afrika-Amerika.

Tentu masalah ini bukan obyek persaingan. Akan tetapi kebetulan sekali bahwa pasangan ayah dan anak terdekat yang hampir saja bermain bersama adalah Joe dan Kobe. Kobe mulai bermain di NBA tahun 1992 sementara Joe pensiun empat tahun sebelumnya.

Baca juga :

Slam Dunk Adalah Alasan Saya Cinta Basket

 

UNO Menjadi Olahraga Olimpiade, Gimana Nasib Atletnya?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini