Waktu Baca: 3 menit

“Bagaimana aku bisa mencintai orang lain jika aku belum bisa mencintai diri sendiri?”

Pertanyaan itu mungkin terlihat sederhana, namun siapa sangka bagi beberapa orang menjadi bahan overthinking mereka sehari-hari. Apa kamu adalah salah satunya? Jika, ya, itu berarti di dalam hatimu sedang ada keraguan kalau kamu belum pantas mencintai orang lain karena belum mencintai diri sendiri. Akan tetapi, keraguan itu jangan kamu maknai dengan membenci diri sendiri.

Berbicara soal alasan mengapa seseorang belum bisa mencintai diri sendiri, satu dan pasti karena merasa insecure dengan apa yang ada dalam dirinya. Benar, nggak?

Apa itu Insecure?

‘Andai ya tubuhku bagus, pasti aku pede ke mana-mana,’

‘Seburuk itu ya aku sampai susah banget punya pacar!’

Kalimat itu seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari dari kawan atau mungkin kita sendiri. Sadar nggak kalimat sederhana itu juga merupakan contoh ungkapan perasaan insecure?

Sebenarnya, apa sih insecure itu?

Insecure merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti perasaan tidak aman akan situasi tertentu, sehingga menimbulkan kecemasan yang akan mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Penyebabnya pun macam-macam, seperti peristiwa buruk di masa lalu, memiliki sifat yang perfeksionis, atau kondisi diri yang rendah self-esteem.

Seseorang yang insecure sering membandingkan apa yang ada dalam dirinya dengan apa yang ada dalam orang lain. Ia akan menciptakan standar kesempurnaan menurutnya dengan berkaca pada “kesempurnaan” orang-orang atau lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, tidak jarang kemudian hadir perasaan minder dengan hal-hal yang sebenarnya nggak penting. Kenapa nggak penting? Karena kita melakukannya hanya untuk diterima di masyarakat bukan untuk kebaikan diri sendiri. SALAH BESAR

Ubah Insecure-mu Dengan Meningkatkan Self-Esteem

Generasi millenial saat ini memang sedang dipusingkan dengan insecure yang tak berkesudahan. Nggak good looking, lah, nggak berwawasan luas, lah, kurang dalam finansial, lah, dan lain sebagainya. Rasanya semua hal bisa dijadikan bahan untuk insecure.

Tapi, apa gunanya jika insecure itu terus dipupuk setiap harinya tanpa mengubahnya menjadi efikasi diri? Yang ada hanyalah perasaan tidak pede, bahkan minder.

Dengan memahami self esteem, seseorang dapat lebih menghargai diri sendiri. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan self esteem. Yang perlu kamu lakukan adalah mengenali dirimu sendiri. Sulit memang mengetahui diri sendiri, namun daripada orang lain, justru kamulah sosok yang sempurna untuk memahami dirimu. Kamu yang lebih tahu kemampuanmu dan juga kekuranganmu, sehingga kamu pun akan tahu bagaimana cara baiknya meng-upgrade diri dengan kemampuan yang kamu miliki, juga mengatasi kekuranganmu. Kalau kamu paham mengenai dirimu, kamu juga akan paham sampai di mana batas dirimu. Kamu nggak akan berpacu dengan standart yang dibuat oleh orang lain atau standart yang ada di lingkunganmu. Daripada membandingkan hidupmu dengan orang lain, lebih baik berfokus pada progress diri. Dengan begitu, kamu tau bahwa dirimu jauh lebih berharga.

Sebelum Mencintai Orang Lain, Cintailah Dirimu Sendiri Terlebih Dahulu

Banyak dari kita yang salah mengartikan apa itu self-love. Self-love bukanlah tindakan egois dan semena-mena untuk mencapai kebahagiaan yang kita inginkan. Anggapan bahwa self-love harus pergi belanja sebanyak-banyaknya atau makan tidak terkontrol adalah tindakan yang konsumtif bukan mencintai diri sendiri. Satu hal yang harus dipahami adalah self-love merupakan bentuk penerimaan kita pada diri kita.

Proses menerima diri ini adalah perjalanan yang panjang (seumur hidup). Lantas, apakah harus menuntaskan self-love terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain? Jawabannya, tidak. Karena, pada intinya jika kamu sudah menyukai dirimu sendiri, naluri untuk mencintai diri sendiri akan datang secara beriringan, sehingga tidak akan begitu sulit untuk menerima hadirnya orang baru. Selain itu, kamu juga akan tahu apakah hubunganmu itu berada pada hubungan yang sehat atau toxic. Jadi, jangan ragu untuk mencintai orang lain jika kamu sudah cukup mencintai diri sendiri, ya!

Ilustrasi foto oleh Hassan OUAJBIR

Baca juga:

Membangun Self Love itu Wajib, Begini Caranya!

Butterfly Hug: Bentuk Self-love Untuk Meredakan Cemas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini