3 Rahasia Guru agar Dicintai Murid

Waktu Baca: 2 menit

Kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang perjalanan karir saya. Kehendak hati ingin menjadi guru mulai muncul ketika saya duduk di bangku SMP. Entah pemikiran apa yang terbesit kala itu. Dengan bangganya saya mengatakan kepada orang tua saya tentang mimpi tersebut. Mimpi itu ternyata saya hidupi sampai di jenjang perkuliahan dengan mengambil fakultas keguruan. Padahal waktu kuliah pun saya ragu apakah iya menjadi guru akan menjadi pekerjaan yang cocok untuk saya. Waktu pun berlalu, saya melangkahkan kaki di tanah rantau. Berbekal keinginan untuk belajar hal yang baru dengan tantangan yang baru pula. Ternyata, menjadi sosok guru yang dicintai anak itu tidak mudah tapi sangat mungkin untuk dicoba. Nah, kira-kira apa yang perlu guru lakukan agar kita dicintai oleh murid kita?

Jadilah Apa Adanya

Hal menjadi apa adanya itu kompleks. Mulai dari menjadi diri sendiri, tidak perlu berpura-pura menjadi karakter lain di depan mereka, dan beberapa hal lainnya. Murid adalah pribadi yang polos. Mereka melakukan segala sesuatu sesuai usia mereka. Usil dengan temannya saat pelajaran, sulit untuk diam, ikut-ikutan temannya, nggak betah duduk, susahnya kalau disuruh diam, dsb. Seiring berjalanannya proses mengamati mereka, akhirnya saya mewajarkan hal tersebut. Walaupun musuh terbesar saya adalah manajemen kelas yang mengharuskan saya untuk mau tidak mau mengaplikasikan ke anak-anak. Bikin saya gusar memang. Entah mengutamakan kebebasan anak atau aturan ini dan itu. Alhasil, saya kombinasikan kedua hal tersebut. Saya tidak perlu marah-marah setiap saat hanya untuk membuat mereka mengikuti apa yang saya mau. Saya tidak perlu menjadi pribadi yang killer hanya karena alasan ingin membuat mereka tertib. Cara kita mengontrol mereka menentukan seberapa patuh mereka kepada kita.

Masuklah ke Dunia Mereka

Bagaimana kita bisa dekat dengan mereka kalau kita sendiri tidak mengenal dunia mereka? Pertanyaan reflektif yang saya buat agar selalu ingat. Setiap anak memiliki karakter dan potensi yang beragam. Pentingnya memahami apa yang mereka suka, apa yang mereka tidak suka, dan apa yang ingin mereka dapatkan. Contoh kecil saja, saat breaktime, mereka meminta saya memutarkan sebuah video entah itu Tintin, Peppa Pig, Spongebob, Mr Beast, bahkan sampai menonton konten milik Dhar Mann. Sesimpel menuruti apa yang mereka mau membuat mereka merasa dicintai. Sampai suatu ketika anak-anak satu kelas memohon-mohon supaya diputarkan video-video tersebut. Membuat mereka senang bisa dari hal yang sederhana, setidaknya mulai dari apa yang mereka suka. Bahkan, ketika mereka melontarkan random jokes kita pun tidak perlu marah. Kita tanggapi saja dengan santai dan seperlunya.

Pembawaan Santai

“Miss, besok pagi ngajar di kelas ya. Please. Guru yang itu galak, Miss.”

Waktu itu saya tiba di sebuah kelas. Baru saja melangkahkan kaki di pintu, anak-anak mulai menyambut dengan teriakan histeris karena kedatangan saya. Keadaan kelas yang sebelumnya tidak separah itu mulai pecah seketika. 1 jam pun berlalu dan tidak terasa sama sekali. Waktu itu kelas penuh dengan canda tawa tetapi mereka tetap mengerjakan tugas yang saya berikan. Karena pembawaan saya santai, terucaplah kata-kata yang saya kutip di atas. Sontak hati saya meleleh. Saya menyadari pentingnya menjadi pribadi yang santai di depan anak-anak. Mereka akan lebih bebas berpendapat, berinteraksi, dan berekspresi. Bayangkan saja jika gurunya galak pasti suasana kelas menjadi mencekam. Hal itu justru kurang membuat anak-anak nyaman.

Itulah 3 hal yang menurut saya penting untuk dilakukan kalau kita, sebagai guru, memang ingin dekat dengan anak-anak di sekolah dan kalau pengen dicintai sama murid kita. Ketika mereka sudah sayang sama kita, kita akan menjadikan alasan mengapa kita bekerja ya karena mereka. Semakin kita mencintai mereka, semakin kita mencintai pekerjaan kita. Semangat para pendidik di Indonesia.

Ilustrasi foto oleh Tima Miroshnichenko

Baca juga:

Menjadi Guru Yang Mencintai Siswa

Jadilah Guru yang Realistis

Herwin Dyastuti
Herwin Dyastuti
Captivated from life, showing it here

Similar Articles

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisment

TERKINI