Waktu Baca: 2 menit

Sedih dan marah, itulah yang mungkin banyak dirasakan teman teman keluarga SMA Kolese De Britto. Berdasarkan laporan dari Mabes POLRI dengan mengetes sampel DNA dari dua anak Iwan Boedi dan sisa tulang dari jenazah yang ditemukan di Pantai Marina, dapat dipastikan bahwa korban yang tewas adalah Iwan Boedi. Kematian Iwan Boedi itu pedih karena usianya masih muda dan ia masih memiliki anak anak yang usianya masih sangat muda. Namun di sisi lain, Kematian Iwan Boedi adalah pembuktian karakter cah JB meski caranya sangat menyakitkan.

Memang cah JB seringkali dikenal pintar bervisi dan menyampaikan pendapat. Tidak hanya itu saja, karakter cah JB juga sangat keras dengan tekad yang mengebu ngebu. Cah JB juga berani berdiri untuk kebenaran meski badainya berat.

Tapi di sisi lain juga ada yang meremehkan Cah JB. Ada kritik—wajar—kalau Cah JB pintar menggambarkan utopia, tapi tidak betul betul melaksanakan visi masyarakat Madani. Banyak yang mengatakan Cah JB hidup dalam mimpi—ya namanya juga sikap, ada yang memuji dan ada yang mengkritik—tak perlu sakit hati.

Iwan Boedi Yang Menjadi Pemecah Perdebatan

Di tengah debat sana sini itu muncullah Iwan Boedi yang menurut saya menyelesaikan perdebatan itu. Ia membuktikan bahwa Cah JB tidak sekedar omong. Cah JB itu benar benar menghidupi omongan dan prinsipnya. Jujur semangat jiwaku…begitu katanya dalam Mars JB. Apapun yang terjadi, Iwan Boedi sudah berkorban nyawa untuk membuktikan bahwa pada akhir hidupnya, ia berpihak pada kebenaran.

Baca juga : Ketika Saya Menjadi Rasis

Tapi ya itu tadi, mengapa kok pembuktian karakter cah JB ini diwujudkan dengan cara paling menyakitkan. Iwan Boedi meninggal dengan tragis. Jenazahnya dibakar dan bagian tubuhnya hilang. Pembunuhnya sangat keji. Bahkan di saat terakhir hidup Iwan Boedi, keluarganya tidak boleh menerima jazadnya dengan utuh. Naas dan kejam!

Pembunuh Iwan Boedi adalah manifestasi musuh sejati dari Cah JB. Culas, pragmatis dan tidak empatik sama sekali. Ya, si pembunuh adalah perwakilan musuh alami Cah JB yang Cah JB lawan dengan segenap hati bahkan kalau perlu nyawa.

Dan pada hari ini, setelah kepastian tes DNA keluar, kita akhirnya tahu bahwa Iwan Boedi telah bertarung segagah gagahnya manusia.

Harapan

Kita berharap bahwa nantinya civitas academia De Britto sekalian jangan merasa keder atau takut dengan kematian Iwan Boedi. Justru sebaliknya Iwan Boedi harus dimaknai sebagai sumber inspirasi dan semangat. Kematian itu buruk, tapi lebih buruk lagi hidup dalam kemunafikan.

Baca juga : Membangun Self Love itu Wajib, Begini Caranya!

Toh setidaknya kita ada kebahagiaan. Akhirnya, anak JB membuktikan. Ini lho kita! Kita tidak jatuh oleh ancaman dan kematian. Benar anak JB keras kalau bicara dan tajam dalam bervisi, tapi kita tidak memble dalam pelaksanaan. Kita lakukan semua dengan sungguh sungguh. Apapun resikonya.

Seperti dalam Mars De Britto. Pada akhirnya yang terpenting semua itu adalah Bagi Tuhan dan Bangsaku!

Selamat beristirahat Mas Iwan Boedi. Doakan kami yang masih berjuang di sini. Beri kami keberanian dan jangan sampai kami takut dengan ancaman kalau kami memang benar. Dan bahkan pada saat kami salah, jangan sampai kami mati sebagai pecundang. Berikan kami keberanian untuk bisa memperbaiki kesalahan kami.

Selamat jalan!

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini