Waktu Baca: 3 menit

Baru-baru ini terjadi kecelakaan di jalan Tol Pejagan-Pemalang yang melibatkan 13 mobil. Kecelakaan tol Pejagan-Pemalang ini adalah salah satu dari banyaknya kasus kecelakaan di jalan-jalan di Indonesia. Biasanya memang paling sering terekspos oleh media adalah kecelakaan di jalan tol.

Salah satu yang sering dicurigai jadi penyebab kecelakaan adalah kondisi pengendara yang ngantuk. Bahkan dari penilitan AAA Foundation, 1 dari 10 kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk. Yang mana, bila kita artikan 103 ribu kecelakaan di tahun 2021 lalu, 13 ribuan di antaranya karena sopir yang mengantuk. Namun sayang, penyebab ngantuknya sopir tidak pernah ada titik terangnya. Seakan ya asumsinya memang kelelahan.

Tapi pernahkah kamu merasakan bahwa tiba-tiba kamu mendapatkan serangan ngantuk ketika berkendara. Padahal, kalau kita pikir-pikir kamu tidak dalam kondisi kelelahan. Saya pun juga pernah merasakannya. Apakah berarti ini, dan banyaknya kecelakaan di Indonesia karena mengantuk, akibat dari jalanan Indonesia tidak ramah secara psikologis?

Psikologi Kita Dipengaruhi Oleh Lingkungan Bahkan Oleh Jalanan

Psikologi kita selalu mendapatkan pengaruh dari lingkungan kita. Pengaruh ini bakalan membuat kita mengambil persepsi terhadap suatu hal atau merespon pengaruh ini dengan hal-hal yang bisa kita lihat secara fisik. Contohnya adalah marah-marah.

Mungkin saja ini bisa terjadi ketika kamu adalah orang yang tinggal di wilayah Gejayan dan harus berlama-lama di bangjo Condongcatur. Macetnya di sana dan lamanya bangjo di sana bakalan bikin kamu mengalami pengaruh psikologis yang bisa terlihat. Entah itu bosan, mbesengut atau marah-marah sekalian karena saking lamanya. Belum lagi kalau ada orang yang pindah haluan secara brutal. Hadeeh.

Pada akhirnya, kamu belajar. Entah itu jadi makin sabar, atau cari jalan potong, lewat depan percetakan Kanisius misalnya kalau kamu mau berbelok ke barat. Hal ini jadi gambaran kita bahwa lingkungan, termasuk jalanan memang mempengaruhi kondisi psikis kita.

Baca juga: Tips Jitu Memulai Konsultasi dengan Psikolog

Jalanan Indonesia Nggak Ramah Psikologis

Saya pernah berbincang dengan psikolog soal kecelakaan di jalanan. Dia juga menyebut mungkin saja, coba kalian highlight di kata “mungkin saja”, karena jalanan di Indonesia tidak ramah secara psikologis. Dia lanjut menjelaskan soal input-process-output psikologis kita yang sudah saya simplifikasikan di atas.

Lanjut dia mengatakan bahwa jalan Indonesia termasuk membosankan. Jarang ada hal-hal yang membuat kita bisa fokus di jalanan. Menurut saya sendiri dia mungkin belum mempertimbangkan jalanan berlubang yang jelas membuat kita melek ketika di jalanan.

Dia menjelaskan di Indonesia jarang sekali pemerintah memperhatikan kenyamanan pengendara dalam hal visual. Selalu saja kita diperlihatkan hal-hal yang membosankan, seperti sawah yang begitu-begitu saja atau pol mentok ya perumahan-perumahan yang nggak nyaman dilihat. Parah lagi kalau jalanannya lurus.

Kondisi ini dia perjelas lewat perbandingan antara Indonesia dengan negara-negara yang memiliki persentase kecelakaan jalanan yang rendah. Jepang menjadi contohnya. Jepang selain memiliki infrastruktur yang baik juga memiliki view yang rapi dan tertata di perkotaan dan keindahan alam di jalanan yang melewati pedesaan. Kondisi inilah yang dia tengarai sebagai salah salah faktor kenapa kecelakaan lalu lintas di Jepang cukup rendah. Begitu pula dengan negara-negara lain seperti Swiss, Austria dan Islandia.

Baca juga: Di Sekitar Jalan Ciumbeluit Kulihat Putih Putih…

Pemerintah Harus Mulai Merubah Pandangan Mereka Soal Jalanan di Indonesia

Dengan apa yang sudah kita pelajari bersama di atas, saya sendiri menyimpulkan bahwa pemerintah mulai harus mengatur mengenai view jalanan di Indonesia. Mereka harus berpikir bahwa aspek pemandangan dan kerapian sekitar jalanan akan berpengaruh terhadap kecelakaan.

Kita sendiri juga bakalan dapat untung jika melewati jalan yang membuat nyaman. Selain kita bakalan happy di jalan, kita juga bisa lebih fokus karena sudah nyaman duluan. Jika di jalan tol ya kita nggak bakalan bosan karena pemandangan yang itu-itu saja.

Namun yang jelas, dengan jalanan Indonesia yang mulai ramah secara psikologi harapan yang jelas saya tanam sekarang adalah menurunnya angka kecelakaan karena mengantuk di Indonesia.

Baca juga: Merokok Di Jalan Suka Nggak Suka Adalah Hal Yang Wajar

Ilustrasi foto oleh Artyom Kulakov

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini