Waktu Baca: 4 menit

Beberapa waktu belakangan, coffee shop di berbagai daerah nampak sedang booming-boomingnya. Seluruh penjuru wilayah saling berlomba-lomba mendirikan coffee shop dengan berbagai konsep, entah itu konsep minimalis, industrial style, street indie, homey, atau tradisional. Berbagai konsep itu membuktikan tidak bisa dipungkiri bahwa ada banyak coffee shop yang sudah menjamur saat ini.

Melihat banyaknya konsep coffee shop yang ada, iseng-iseng saya mencari tempat coffee shop yang tidak hanya menjual kopi atau makanan pendamping kopi saja. Rasanya sudah bosan dengan atmosfir kopi-kopian. Keisengan tersebut malah berbuah manis karena saya berhasil menemukan dan mengunjungi coffee shop bergaya tradisional Jawa yang tidak hanya menjual kopi saja, tempat itu bernama Kopi Story.

Kopi Story

kopi story klatenkopi story klaten

Dari namanya, yang terlintas di pikiran pasti merupakan tempat yang menjual berbagai macam kopi. Tidak salah, sih karena memang mereka juga menjual minuman kopi.

Coffee shop yang terletak di Kampung Kaloran Depan SMP Negeri 2 Klaten, Gayamprit, Klaten Selatan, Klaten ini buka mulai pukul 10.00 hingga 23.00. Ketika pertama kali menjejakkan kaki ke dalam Kopi Story, yang memukau saya adalah arsitektur dan konsepnya yang mengusung budaya Jawa. Hal itu terlihat dari ornamen-ornamennya yang banyak menggunakan bambu dan kayu. Atmosfirnya yang jarang saya temukan di kafe atau coffee shop pada umumnya.

Kopi Story sebenarnya memiliki dua tempat yang bisa dinikmati oleh pengunjung yakni indoor dan outdoor. Akan tetapi, karena ketika berkunjung ke sana, ruang indoor penuh, maka saya memutuskan untuk duduk di outdoor. Setelah memesan dan membayar menu, saya disambut dengan pendopo-pendopo kecil di sisi kanan dan kiri, lalu di tengah-tengahnya terdapat dua deret tempat duduk dengan atap bambu, dihiasi dengan lampu-lampu temaram di tengahnya.

Dan jika pengunjung berjalan lebih jauh sedikit, maka akan menemukan pintu menuju belakang Kopi Story yang menghadap ke sawah. Suasana yang menyejukkan untuk dinikmati di sore hari.

kopi story

Dari konsepnya, Kopi Story memang mengusung konsep yang terbuka. Pengunjung akan secara bebas menikmati sepoi-sepoi angin dari sawah di sekitarnya.

Coffee Shop Tapi Jualan Jenang?

Nah, ini bagian uniknya. Jika di coffee shop biasa atau kafe-kafe mustahil bagi kita untuk menemukan makanan tradisional seperti jenang ataupun ketan. Kemustahilan inilah yang akhirnya membawa saya untuk pergi ke Kopi Story. Dari tawaran menu yang ditawarkan, akan ada banyak pilihan makanan tradisional, seperti tape mangga, bubur sumsum mutiara, jenang, bubur kacang ijo, lodeh terong, gereh layur, getuk, timus goreng, sayur asem, es soklat roti, es puter, dan masih banyak lagi. Sangat unik, bukan?

Usai menimbang-nimbang, akhirnya saya memilih beberapa menu yaitu Tape Mangga Ice Cream, Es Soklat Roti, Signature Redvelvet Ice Cream, Jenang Sumsum Mutiara, dan Roti Bakar Gula Klasik.

Seperti yang dibayangkan, rasanya sangat otentik, mengingatkan pada suasana manten di Jawa. Melihat pengunjung yang rata-rata adalah orang-orang dewasa sepertinya wajar jika demikian. Karena ketika merasakan Tape Mangga Ice Cream, Es Soklat Roti, Jenang Sumsum Mutiara, dan Roti Bakar Gula Klasik rasanya saya seperti dibawa ke kenangan masa kecil ketika dulu sering jajan di depan sekolah. Kenangan manis yang mungkin juga membuat para pengunjung untuk bernostalgia.

jenang kopi story

Secara pribadi, saya benar-benar suka dengan rasa menu yang saya pesan. Akan tetapi, bagi kamu yang kurang menyukai rasa manis, mungkin akan merasa kemanisan dengan menu Tape Mangga Ice Cream. Rasa tapenya cenderung manis, ditambah dengan buah mangga yang juga manis, serta ice cream vanilla yang manis. Untungnya, Es Soklat Roti yang saya pesan tidak begitu manis, malah justru dominan rasa pahit dari coklatnya. Jenang Sumsum Mutiaranya pun demikian. Saya kira akan manis seperti jenang pada umumnya, namun ternyata pas rasa manisnya. Dari beragam menu yang saya pesan, saya sangat merekomendasikan Jenang Sumsum Mutiaranya. Ketika menyuap ke mulut, rasa yang muncul di lidah sama dengan rasa jenang sumsum yang biasa ibu saya buat, sehingga menyenangkan sekali ketika saya rasakan.

Patut Masuk ke Wishlist Coffee Shop Unik di Klaten!

Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa keisengan saya ternyata berbuah manis. Memang betul. Saya sendiri merasakan keunikan dari Kopi Story ini. Tempatnya yang sejuk, ornamennya yang kental dengan rumah-rumah di Jawa, dan menunya yang berbau tradisional menimbulkan kesan natural, tidak asal mengikuti zaman. Kalau kamu sedang berkunjung di Klaten dan menginginkan menikmati makanan tradisional di tempat cozy bernuansa tradisional, di sinilah tempatnya! Jangan lupa mampir, ya!

Baca juga:

Kafe Pesona Gunung, Menyaksikan Gunung dari Mejamu!

Nugas di Cafe: Lebih Produktif atau Gegayaan Aja?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini