Waktu Baca: 2 menit

Di dunia NFT bukan hanya mengenal NFT-NFT berbasis visual saja yang sempat viral beberapa waktu yang lalu. Ada pula NFT-NFT yang lain yang agaknya bikin mengerenyitkan dahi karena betapa nggak kepikirannya kita kalau ‘hal-hal’ ini bisa di-NFT-kan. Salah satunya adalah tulisan yang kini bisa kita jual sebagai NFT.

Tapi kira-kira, sebenarnya kalau mau bikin NFT dalam bentuk tulisan bakalan seperti kita jualan tulisan kita dalam bentuk NFT gitu aja? Atau bisa aja jualan tulisan dalam bentuk NFT ini berbeda daripada sekedar jualan tulisan aja?

Based on Who You’re

Penjualan NFT adalah penjualan based on who you’re. Maksudnya gimana nih? NFT sekarang adalah tempat di mana seseorang bisa memiliki karya yang unik dan menarik dari suatu individu tertentu.

Individu di sini adalah kata yang harus kita highlight, bold and underline. Jika kamu bukanlah seseorang yang punya keunikan tertentu, mungkin kamu akan mengalami kesulitan dalam menjual tulisanmu di platform-platform NFT yang sudah ada. Karena pada akhirnya, seperti kamu menjual mahakarya di museum, mereka akan melihat siapa kamu sebelum membeli karyamu.

Tulisan yang Unik

Menjual karya di dunia NFT adalah menjual sesuatu yang unik. Meskipun saya sendiri yakin bahwa keunikan ini bersifat subyektif. Tapi, kamu bisa menentukan keunikan karyamu sendiri.

Fotografi sebagai contohnya. Foto-foto yang laku di museum adalah foto-foto yang unik. Uniknya pun terkadang nggak bisa kita bahasakan, namun bisa kita rasakan bahwa foto itu punya keunikan. Begitu pula tulisan. Ketika kita membaca sebuah tulisan tertentu, bisa jadi kita merasakan keunikan di situ. Karya-karya Haruki Murakami contohnya. Kita bisa merasakan keunikan cara bercerita lewat tulisan di karya-karyanya. Kalau kita bahasakan secara sederhana, keunikan Haruki adalah tulisannya yang bersifat ‘surealisme’.

Lalu kenapa harus unik? Jawabannya memang sangat sederhana. NFT adalah sebuah koleksi yang bersifat digital, jelas mereka ingin mengkoleksi karya-karya yang unik, bukan karya yang sangat mudah ditemukan di internet.

Penutup

Menjual tulisan sebagai NFT mungkin saja menjadi hal yang menggiurkan sampai kadang kita melupakan esensi dari NFT itu sendiri sampai berpikir menjual NFT semudah menjual selfie Ghozali. Padahal kenyataannya nggak begitu.

Dalam menjual karya, baik itu tulisan maupun yang lain, kita harus paham worth tulisan kita ini seperti apa. Kalau tulisan sejenis tulisan kita masih mudah ditemui di media sosial, ya buat apa mereka beli tulisan kita?

Ilustrasi foto oleh picjumbo.com

Baca juga:

Penjualan NFT Turun Menjadi Pertanda Endgame Buat NFT?

Selfie Jadi NFT Miliaran Rupiah, Kok Bisa?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini