Waktu Baca: < 1 menit

Para driver ojek online di Yogyakarta menggelar demo memprotes kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di kantor DPRD DIY pada Senin (12/9) yang lalu.

Driver-driver ojek online Yogyakarta menuntut beberapa hal seperti penurunan BBM bersubsidi, kenaikan tarif ojol yang sesuai hingga keinginan mereka untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah akibat kenaikan harga BBM.

Menurut penuturan Arif, salah satu driver sejak 3 tahun lalu, bahwa kenaikan BBM sangat berpengaruh terhadap para driver. Pendapatan mereka berkurang meskipun tarif ojol sudah naik.

“Jelas ini memberatkan ojek online, mas. Sehari-hari kan kita pakai bensin, meskipun tarif sudah naik tapi masih belum bisa sebanding,” tutur Arif.

“Sebelum kenaikan BBM kami bisa mengumpulkan 200 ribu, sekarang jadi 100-150 ribu per hari. Dulu bisa jeda dapat costumer sekitar 15 menit. Sekarang bisa 1 – 2 jam baru dapat costumer,” cerita Arif

Sementara itu driver lainnya, Tri Atmaja, bercerita bahwa kenaikan BBM ini menyulitkan mereka mencari nafkah untuk keluarga.

“Kenaikan BBM sangat berpengaruh. Sekarang tarif ojol kenaikannya belum signifikan. Kita memperjuangkan nafkah keluarga. Sekarang kita nombok gara-gara 10 ribu (Pertalite) per liter. Penghasilannya nggak sesuai,” cerita Tri Atmaja kepada Pakbob.id.

“Kalau memang BBM nggak bisa turun, kita minta subsidi saja,” harap Tri Atmaja.

Baca juga:

Kenaikan Tarif Ojol: Mengulik Pandangan dari Konsumen dan Driver

Terima Kasih Ojek Online !

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini