Waktu Baca: 2 menit

Pembunuh Pacul, begitu saya menyebut dua orang ini. Mereka melakukan pembunuhan pada seorang wanita pekerja pabrik dengan sadis. Setelah memperkosa wanita ini dan melakukan kekerasan padanya. Mereka membunuh wanita ini dengan memasukkan gagang pacul ke kemaluan wanita ini hingga tembus ke dada wanita. Suatu metode pembunuhan yang mengerikan. Berdasarkan BAP, korban sempat merintih ketika gagang pacul menusuk menuju ke perut sebelum masuk ke dada. Keji.

Beberapa cerita beredar setelah itu. Banyak yang penasaran, apa yang sebenarnya ada di pikiran si pembunuh pacul ini. Mengapa untuk sebuah pembunuhan, mereka memilih metode yang semengerikan ini?

Hipotesa

Artikel ini tentu tidak akan bisa menggali pikiran dari si pembunuh pacul sampai sedalam dalamnya. Namun, saya akan berusaha melakukan eksaminasi awal; sebuah hipotesa. Apa yang ada dalam pikiran pelaku? Saya coba melakukan profiling, memahami alur berpikir dalam kepala pelaku. Latihan ( exercise ) ini berguna ketika kita mencoba menggali pikiran pikiran orang yang berani melakukan perbuatan keji dan tidak berperikemanusiaan. Fungsinya apa? Kita bisa menghindari dan membantu orang lain tidak terjebak dengan manusia manusia yang berbahaya.

Baca juga : Hacker Bjorka Ungkap Identitas Pembunuh Munir?
Narsistik dan Egois

Banyak kasus pembunuhan seperti ini pelakunya memiliki kecenderungan narsistik dan egois yang tinggi. Mereka merasa bahwa pusat dunia ada di mereka dan mereka berhak untuk melakukan kejahatan karena kepentingan mereka terusik.

Di sisi lain mereka juga egois, mereka tidak punya empati untuk menaruh kaki mereka di sepatu orang lain. Kegagalan menjadi orang yang empatik ini tak hanya karena tidak belajar kebaikan atau norma norma masyarakat. Kadang kala, kegagalan menjadi orang empatik tak lepas dari keterbatasan intelektual. Menganalisa perasaan orang lain membutuhkan kecerdasan intelektual; suka atau tidak suka.

Baca juga : Kasus Penembakan Polisi di Lampung Tengah: Berawal dari Arisan Online

Dalam kasus pembunuh pacul, kedua tersangka utama berasal dari kalangan intelektual menengah-rendah dan tampak bahwa memiliki sifat narsistik. Salah satunya adalah niat untuk langsung memperkosa korban sebelum membunuhnya.

Pemerkosaan Bukan Soal Seks

Berdasar penelitian dari pak Pemred (lagi bikin buku nih!), pemerkosaan itu bukan soal seks, bukan soal ketidakmampuan menahan birahi. Pemerkosaan adalah simbol dominasi yang bentuk perwujudannya adalah di bidang seks. Tentu saja ada juga bentuk dominasi lainnya. Misalnya pacarmu melarang kamu berkenalan dengan cowok lain, itu menunjukkan dominasi dalam bidang territorial.

Orang yang ingin menjaga dominasinya secara berlebihan adalah seorang narsistik. Sebab ia berpikir bahwa semua semua harus tentang dirinya (dan dominasinya).

Penyebab Pembunuhan

Inilah yang masih menjadi pembahasan. Apa yang menyebabkan pelaku tega? Kini Pak Pemred juga masih melakukan penelitian. Hipotesa awal adalah ketidaktahuan dalam menanggapi norma dan etika moral. Orang orang seperti ini adalah orang yang tidak pernah mendapat konsekuensi ketika ia melanggar norma dan etika moral. Di rumah ia bisa saja dimanja atau malah tidak mendapat perhatian orang tuanya sama sekali. Karena itulah ia tidak pernah tahu bahwa melanggar norma dan etika itu akan mendapatkan konsekuensi.

Baca juga : Kasus Arawinda Serta Mantan Pacar Mengingatkan Kita Akan Beratnya Jadi Pahlawan Sosial

Sama seperti pembunuh pacul ini. Ia mungkin nafsu, kecewa dan marah karena cintanya ditolak. Ia mencoba mencari cara untuk melampiaskan dendamnya hingga ia mencari cara untuk melakukan pembalasan sekeji kejinya. Ngerinya, ia tidak tahu etika dan norma mana yang harus ia taati. Ia tabrak saja norma norma dan etika itu hingga berakhir mengerikan.

Penelitian Lengkap

Masih perlu menunggu untuk penelitian lengkap, namun exercise yang kita lakukan barusan adalah sebuah cara untuk berhati hati. Ketika kita menemukan orang yang narsistik, punya kesulitan mengendalikan amarah dan tidak memiliki batas aturan serta norma, di situlah kita harus menjaga jarak.

Sebab, dari orang seperti inilah, masalah mengerikan bisa terjadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini