Waktu Baca: 2 menit

“Hidup untuk kerja atau kerja untuk hidup?”

Sebuah premis yang  sederhana, namun sifatnya subyektif. Siapa yang sepaham dengan saya kalau kerja itu untuk hidup, bukan hidup untuk kerja? Kedua hal itu tentunya memiliki makna yang berbeda. Kalau kita menyoal masalah kerja untuk hidup berarti keuntungan dari kita bekerja fungsinya untuk mencukupi kebutuhan hidup kita. Tak hanya berupa materi lho ya. Upgrade skill melalui pekerjaan kita juga termasuk pemenuhan kebutuhan kita dalam hal pengembangan diri. Banyak manfaat yang kita dapatkan dari pekerjaan yang kita lakukan. Sedangkan, kalau kita membahas soal hidup untuk kerja, sudah pasti orientasi utamanya ya kerja, kerja, dan kerja. Setiap hari yang dipikirkan hanya soal pekerjaan sampai lupa pentingnya work life balance.

Nah, ngomong-ngomong soal work life balance, ternyata label ini dipengaruhi dari berapa persen waktu kita untuk bekerja, waktu untuk diri sendiri, dan juga waktu untuk orang-orang di sekitar kita termasuk keluarga. Idealnya, ketiga hal tersebut harus seimbang.

Kenyataannya, waktu kita untuk bekerja terkadang lebih dominan. Sampai kita tidak punya waktu untuk diri sendiri ataupun keluarga. Alhasil, frasa ‘kerja pulang kerja pulang’ menjadi rutinitas setiap harinya. Kadang-kadang kita sudah lelah dengan pekerjaan kita. Apalagi kalau masih ada tuntutan pekerjaan di luar jam kerja. Ya, sebagai pekerja kita bekerja sewajarnya saja seperti konsep quiet quitting. Maksudnya bagaimana? Yuk kita bahas.

Apa itu Quiet Quitting?

Quiet quitting adalah cara karyawan bekerja sesuai jatah dan jam kerja yang tidak berlebihan. Suatu ketika, saya tertarik dengan cara kerja seseorang. Setiap kali jam kerja selesai, ia langsung bergegas pulang dan juga tidak mau berurusan dengan pekerjaan di hari weekend. Saya mencoba berpikir rasional waktu itu. Ternyata, itulah cara dia untuk bekerja sewajarnya. Dia tidak ingin bekerja di waktu yang tidak semestinya ia harus bekerja. Sepulang dari sekolah pun sudah menjadi hak dia untuk tidak mengurusi urusan sekolah lagi. Sepenuhnya dikerjakan di sekolah sesuai jam kerja. Simpelnya, standar pekerjaannya adalah 10 dan para quiet quitters tidak mau diberi ekspektasi lebih dari itu.

50% Penting untuk Dilakukan

Mengapa saya mengatakan 50% penting untuk dilakukan? Karena tidak menutup kemungkinan kita akan tetap mengerjakan tugas pekerjaan kita di luar jam kerja kita. Kecuali, kalau kita dapat mengatur waktu sebijaksana dan seefektif mungkin. Misalnya dalam konteks sekolah, jam kerja  dari pukul 07.00-15.00. Katakanlah kita mengajar sampai pukul 13.30, kita masih memiliki 1,5 jam untuk mengerjakan hal yang lain. Saya kira dengan waktu yang cukup singkat itu membuat kita bekerja di bawah tekanan. Selagi kamu mampu kerjakan saja semaksimal mungkin. Jadi, kamu tidak perlu overtime untuk menyelesaikannya.

Mengurangi Potensi Resign

Saya yakin setiap orang berharap bisa enjoy dengan pekerjaannya. Mereka memiliki caranya sendiri-sendiri agar tidak sampai kewalahan akan tugas-tugasnya hingga berujung burnout. Pastinya mereka tau potensi dan porsi masing-masing. Melalui konsep quiet quitting, kita dapat belajar pentingnya menghargai waktu dan bekerja sewajarnya. Ketika kita bisa mengatur tugas-tugas kita dan enjoy dengan pekerjaan kita, maka kemungkinan untuk resign akan sangat kecil. Potensi resign hanya untuk sebagian orang yang belum mampu mengatur kondisinya dan berujung burnout. Pada akhirnya, tercetuslah hasrat untuk resign dengan alasan beban pekerjaan yang berlebihan dan tidak wajar.

Begitulah konsep quiet quitting di dunia kerja. Saya pun pasti akan memilih untuk hidup bahagia tanpa menjadikan pekerjaan saya sebuah beban. Solusinya sederhana, cukup gunakan waktu seefektif mungkin di jam kerja dan konsultasikan kepada atasan jika realita di lapangan memang tidak sesuai dengan ekspektasi kalian.

Ilustrasi foto oleh Fox

Baca juga:

Mending Hustle Culture atau Menjadi Biasa Saja? Begini Pendapat Saya

Nugas di Cafe: Lebih Produktif atau Gegayaan Aja?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini