Waktu Baca: 3 menit

Ratu Elizabeth II adalah salah satu penguasa monarki terlama dalam sejarah Eropa era Modern (ada yang bilang juga Post Modern kalau yang suka Frederich Nietzte). Menjadi penguasa Britania Raya dan alam persemakmurannya selama 70 tahun.

Berita wafatnya Ratu Elizabeth cukup mengejutkan dan sebetulnya kurang dari tiga tahun lagi maka Sang Ratu akan menjadi penguasa monarki terlama dalam sejarah dunia, melampau sang pemegang rekor, Raja Prancis Louis XIV yang menjadi raja selama 72 tahun.

Akan tetapi di sini bisa muncul pertanyaan menarik, siapakah sebenarnya yang lebih lama berkuasa? Raja Louis XIV atau malah Ratu Elizabeth II?

Louis XIV, dalam Bayang-bayang Kardinal Mazarin

Louis XIV dinobatkan menjadi Raja ketika ia baru berusia 4 tahun 8 Bulan. Kekuasaan kerajaan dan politik Prancis dipegang sementara oleh Perdana Menteri, Kardinal Jules Mazarin. Kardinal Mazarin menjadi Perdana Menteri meneruskan pendahulunya, Kardinal Richelieu. Setelah Raja Louis XIII mangkat pada tahun 1643, Kardinal Mazarin inilah yang memegang pemerintahan Prancis atas nama Louis XIV sampai sang raja cukup umur.

Kardinal Mazarin sendiri adalah figur politik yang menonjol di Eropa. Memulai karir sebagai diplomat Gereja utusan Paus Urban VIII, ia bepergian secara intensif antara Italia, Spanyol, dan Prancis. Keahlian diplomatiknya menarik perhatian Kardinal Richelieu (Perdana Menteri Prancis masa Louis XIII) yang merekrutnya untuk mengabdi sebagai Wakil Perdana Menteri Prancis. Ketika menjadi Perdana Menteri, Mazarin menegosiasikan dan merancang Perjanjian Westphalia yang fenomenal yang mengakhiri perang tiga puluh tahun. Ketika itu Sang Raja Prancis baru berusia 10 tahun.

Pengaruh dan karisma Kardinal Mazarin adalah sesuatu yang massive pada masa-masa awal bertakhtanya Louis XIV. Ia adalah penguasa de facto yang menjalankan roda pemerintahan Prancis. Dirinya pun menjadi guru dan mentor bagi sang raja kecil, bertanggung jawab dalam urusan pendidikan bagi sang raja.

Sesuai tradisi kerajaan saat itu, Louis XIV sebenarnya dinyatakan cukup umur pada tahun 1654 di usia 16 tahun. Akan tetapi, karena besarnya pengaruh Kardinal Mazarin sampai-sampai Louis XIV baru mulai benar-benar menjalankan perannya sebagai raja pada usia 23 tahun sesudah wafatnya Sang Kardinal. Louis XIV pastinya juga menjalani terlebih dulu proses-proses menuju kematangan dan kesiapan mental. Raja Louis harus terlebih dulu mengalami proses kedewasaan dan belajar ketenangan.

Sesuai tradisi kerajaan saat itu, Louis XIV sebenarnya dinyatakan cukup umur pada tahun 1654 di usia 16 tahun. Mungkin bisa dibilang dari umur 4 tahun sampai 23 tahun, Louis XIV situasinya mirip Pangeran Charles yang menunggu naik takhta. Oleh karena itu bisa disimpulkan Raja Louis XIV berkuasa “hanya” 54 tahun.

 

Ratu Elizabeth II, Naik Takhta Sudah Dewasa

Ketika naik takhta setelah Raja George VI wafat pada Februari 1952, Elizabeth II berusia 26 tahun. Usia yang sudah cukup matang bagi seseorang untuk “bekerja” dan “bertanggung jawab”. Dirinya tidak perlu menunggu selama 19 tahun seperti Louis XIV untuk melaksanakan jobdesk nya sebagai penguasa monarki. Ratu Elizabeth sudah memiliki kesadaran persona sejak bertakhta, meskipun juga didampingi oleh Perdana Menteri pertamanya, Sir Winston Churchil.

Setelah naik takhta, peran dan tugasnya sebagai kepala negara Kerajaan Inggris dan Persemakmurannya sudah terpancang mapan. Perang Dunia II pun sudah lewat sehingga Inggris sudah bisa fokus bergerak maju.

Akan tetapi memang perlu dilihat, kuasa apa yang dimiliki Sang Ratu. Berbeda dengan Louis XIV, Ratu Elizabeth II tidak memiliki kekuasaan ataupun wewenang politik. Sebagai negara Monarki Parlementer, semua kebijakan negara dipegang oleh Her/His Majesty Government yang dikepalai oleh Perdana Menteri.

Bisa dibilang Ratu Elizabeth lebih enak daripada Raja Louis. Tidak perlu terbebani tanggung jawab politik. Tugasnya sebagai kepala negara hanyalah menjaga hubungan baik dengan parlemen dan menjaga persatuan dengan negara-negara persemakmuran. Sepertinya cukup menyenangkan jika bisa tinggal di banyak Istana di seantero Britania Raya dengan segala fasilitasnya, peninggalaan nenek moyangnya. Tidak perlu pusing-pusing mikirin negara.

Ada Peran dan Tanggung Jawab Masing-masing

Antara Ratu Elizabeth dan Raja Louis adalah penguasa monarki di jamannya masing-masing. Saya sendiri berpendapat dengan kepribadian Raja Louis, dia tidak akan mau hanya duduk tenang sebagai raja tanpa punya wewenang politik. Raja Louis ingin mengatur, ingin berbuat sesuai karakter dominannya karena ia pun merasa bahwa negara adalah dirinya sendiri, L’etat c’est moi (mbacanya: Leta se moa).

Akan tetapi gara-gara Raja Louis XIV ini Monarki Prancis berangsur-angsur turun popularitasnya sampai-sampai muncul Revolusi Prancis dan keturunannya (Raja Louis XVI) dipenggal rakyat. Saya kira ini juga merupakan dampak sosial politik dari Louis XIV yang monarki absolut. Kakek moyang yang kurang bertanggung jawab…

Berbeda dengan Ratu Elizabeth, ia menjadi penguasa monarki dalam alam Eropa yang sudah masuk pemikiran politik modern. Dirinya secara simbolik harus menyerahkan kekuasaan politik kepada Perdana Menteri yang dipilih rakyat. Namun ia juga punya peran dan tanggung jawab, yang salah satunya adalah tetap mempertahankan Kerajaan.

Ada gerekan Republikanisme di Inggris yang menginginkan Inggris menjadi bentuk Republik dan menghapus monarki. Ini adalah salah satu tugas yang cukup menantang bagi Ratu Elizabeth ketika berkuasa untuk menjaga nama baik kerajaan dan memitigasi skandal. Tujuannya apa? Ya agar tidak seperti kesalahan Raja Louis XIV, agar anak dan keturunannya tidak digulingkan rakyat.

Dengan demikian jika melihat peran dan tanggung jawabnya, mana yang lebih lama berkuasa? Melihat Raja Louis XIV dan Ratu Elizabeth II, yang hidup di jamannya masing-masing, dengan kondisi dan pemikiran politik di jamannya masing-masing, Raja Louis XIV menjalankan perannya di usia 23 sampai menjelang 77 tahun. Ratu Elizabeth II menjalankan perannya dari usia 26 sampai 96 tahun. Dengan segala wewenang dan kewajibannya sebagai pemegang takhta monarki modern di Eropa, Sang Ratu lah yang lebih lama berkuasa.

Baca juga :

Bikin Merinding! Ratu Elizabeth II Meninggal Hanya Beda Sembilan Hari Dari Kepergian Lady Dy

Netizen Indonesia Rasis , Kok Bisa Gitu Ya?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini