Waktu Baca: 3 menit

Era Messi dan Ronaldo sudah hampir usai. Keduanya kini sudah menginjak usia yang mulai membuat mereka berpikir untuk pensiun. Banyak yang mengatakan bahwa kedua pemain ini adalah alien yang nggak mungkin ada gantinya. Nggak akan ada lagi pemain yang identik dengan Barcelona dan Real Madrid ini—meskipun sebenarnya Ronaldo bisa juga identik dengan Manchester United.

Namun kenyataannya sebenarnya pemain seperti Messi dan Ronaldo bisa saja tergantikan oleh orang lain. Role mereka nggak sespesial itu sampai nggak ada yang bisa menggantikan, bukan bermaksud meremehkan mereka lho ya. Justru ketika berpikir siapa yang bakalan jadi pemain sepak bola yang nggak tergantikan di era modern sekarang, nama Ricardo Kaka muncul di kepala saya. Begini alasannya.

Pemain Seperti Kaka Mulai Jarang Digunakan

Ricardo Kaka adalah seorang pemain yang biasanya bermain di trequartista alias berada di sepertiga akhir lapangan. Dia adalah seorang playmaker dan pemain no. 10 yang sangat cerdas. Saat masih bermain di AC Milan, the good boy ini pernah mengobrak-abrik pertahanan Manchester United yang saat itu tengah lagi hebat-hebatnya.

Namun yang membuat Kaka tidak tergantikan justru karena perannya kali ini jarang digunakan. Pelatih-pelatih jaman sekarang mulai jarang menggunakan no. 10 seperti Kaka. Banyak yang lebih suka bermain dengan formasi tanpa no. 10 seperti 4-3-3 atau 3-5-2 dan sebagainya. Dengan perkembangan sepak bola yang lebih modern inilah pemain seperti Kaka, berposisi no. 10, akan semakin langka.

Baca juga: Richarlison Gacor, Tapi Belum Memikat

Atribut yang Sudah Ditinggalkan

Ricardo Kaka adalah pemain no. 10 yang memiliki daya ledak yang di luar nalar. Kaka terkenal cepat. Sprint pria samba ini luar biasa. Dia bisa berakselerasi dengan cepat ketika di masa prime-nya, bahkan Messi pun kalah. Kaka bisa merangsek dari sepertiga akhir lapangan ke dalam kotak pinalti lewat kecepatannya dan boom! tiba-tiba terjadi gol.

Namun, selain sudah sedikit pelatih yang menggunakan no. 10 seperti Kaka, pelatih yang masih menggunakan no. 10 justru biasanya berbeda dengan atribut Kaka. De Bruyne contohnya. Dia adalah pemain no. 10 yang sangat berbeda dengan Kaka. De Bruyne tidak melakukan dribbling cepat, merangsek ke kotak pinalti bagaikan peluru dan melepaskan tembakan. De Bruyne lebih lambat namun passing-nya luar biasa. Dia juga memiliki kemampuan ball winning yang bagus. Jelas atribut yang sangat berbeda dengan Kaka.

AC Milan juga menjadi contoh lainnya. Klub yang jadi rumah dari Ricardo Kaka ini masih menggunakan no. 10 di skema 4-2-3-1 mereka. Tapi kondisinya juga sudah berbeda. Mereka juga lebih suka pemain yang beratribut berbeda dengan Kaka. Meskipun sempat mencoba Brahim Diaz, yang bisa bermain seperti Kaka jika dia pede, pada akhirnya Charles de Ketelaere yang menjadi jawaban.

De Ketelaere bukan pemain yang punya daya ledak seperti Kaka. Dia lebih sering melakukan umpan-umpang ciamik dan mencari ruang kosong layaknya Muller. Sama seperti de Bruyne, de Ketelaere juga seorang ball winning yang baik untuk ukuran no. 10. Lagi-lagi berbeda dengan Kaka.

Baca juga: Charles de Ketelaere: Bakalan Sukses atau Malah Flop di Musim Ini?

Bisa Menyerang, Harus Bisa “Bertahan”

Hal lain yang bikin Ricardo Kaka semakin nggak ada penggantinya adalah perkembangan sepak bola yang menuntut pemain yang bisa menyerang dan bertahan.

Skema sepak bola seperti ini jelas akan membuat pemain muda yang mirip seperti Ricardo Kaka akan susah berkembang. Kaka pada jamannya memiliki kebebasan bermanuver tanpa dibebani kewajiban untuk memotong serangan lawan sejak dari sepertiga awal area lawan. Namun kini sepak bola menuntut—bahkan seorang striker—untuk bisa “bertahan” dengan memotong serangan lawan dari awal. Kaka nggak bisa seperti ini.

Skema permainan sepak bola yang semakin berkembang juga memunculkan gelandang box-to-box dengan kecepatan yang luar biasa dan stamina bak kuda. Valverde contohnya. Dengan pemain-pemain box-to-box dengan kecepatan tinggi ini akan membuat no. 10 murni seperti Kaka kuwalahan. Kemanapun Kaka pergi pemain box-to-box bisa mengambil bola dari kakinya. Apalagi jika pemain seperti Kaka bertemu pemain seperti Kante, jelas perannya akan semakin nggak berfungsi bahkan Kante akan mengikuti Kaka sampai ke kamar mandi.

Baca juga: Mengenal Federico Valverde: Penerus Trio Gelandang Real Madrid di Masa Depan

Nah itu dia alasan kenapa Ricardo Kaka adalah pemain yang nggak tergantikan. Perkembangan sepak bola mengikis kemungkinan lahirnya pemain-pemain muda seperti Kaka. Layaknya Requilme, peran seperti Kaka suatu saat nanti akan benar-benar hilang. Sedangkan Messi dan Ronaldo masih bisa digantikan karena peran seperti mereka di sepak bola modern masih dibutuhkan.

Foto oleh Olivier Morin (AFP)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini