Waktu Baca: 2 menit

Ketika melihat interaksi antara Ayu Dewi dan suaminya, Regy Datau, muncul rasa emosi. Ini kok rasa rasanya Regy tidak bisa punya empati pada Ayu Dewi. Kalau nggak bisa menghargai istri ngapain menikah? Ngapain juga, Ayu Dewi ini mau maunya menikah juga ya? ‘Kan kesannya Regy Datau ini dingin dan sinis pada Ayu. Sungguh terlalu. Ayu sendiri mengaku lebih rela suaminya selingkuh daripada bangkrut. Ini juga aneh. Jadi alasannya menikah karena apa? Survival gitu? Demi uang? Ya nggak pa pa, tapi kok rasa rasanya nelangsa kali. Menurut saya gak bener ini. Kalau menurut saya, alasan menikah itu seharusnya..tidak ada..

Iya, dari persepektif saya kalau kamu menikah tapi masih punya alasan, mending nggak. Bahaya, karena kalau alasan itu hilang, hilang juga fondasi pernikahanmu dan terancamlah pernikahanmu.

Kalau kamu menikah demi uang, pas uangnya gak ada, cerai dong? Kalau kamu menikah karena pasanganmu religius, pas pasanganmu lagi males ke gereja, ilang juga cintamu dong? Apa iya maunya begitu?

Banyak Masalah Karena Alasan Menikah

Jujur saja, banyak pernikahan bermasalah karena alasan menikah sudah hilang.

Temen saya memiliki alasan menikah karena ingin punya anak. Ketika suaminya mandul, berantem teruslah mereka. Cerai sudah mereka kemudian.

Begitupun juga yang alasan menikahnya agak aneh. Misalnya karena mumpung pacarnya Cina, pengen nikah aja, biar punya istri Cina. Abis nikah ya udah. Ngapain coba? Kalau udah dapet istri Cina terus kenapa? Bangganya sebentar, tapi abis itu baru sadar betapa nggak jelas dan absurdnya alasan itu.

Baca juga : Dear Ibunya Indah Permatasari…Tolong Ingat Umur..

Banyak contohnya, tapi bukan itu yang mau saya omongin. Kita nggak julid di sini.

Versi Saya..

Menurut saya, hasil dengan ngobrol bersama Pak Pemred yang masih sabar ngadepin saya, alasan menikah itu harusnya tidak ada. Iya, menikah ya menikah saja, gak usah ada alasannya. Cinta? Oke. Tapi cinta yang baik itu sebaiknya gak ada alasannya. Memang harusnya begitu saja. Nikah itu ya nikah aja kenapa sih. Gak perlu alesan.

Dulu saya apatis dan berusaha mencari cari alasan mengapa orang harus menikah. Pak Pemred juga sama. Tapi sekarang Pak Pemred mau menikah dan saya tanya apa alasannya. Ia menjawab:

“Memangnya perlu alasan?”

Baca juga : Alasan Kenapa Bisnis Kekeluargaan Adalah Bencana

Iya juga ya, mengapa kita harus menjelaskan semua hal dalam hidup ini. Kenapa nggak sekali kali kita biarin saja jadi misteri. Sama kayak kematian. Kematian itu ada dalam setelan DNA kita. Sebenarnya bisa saja DNA kita mengeset agar kita nggak mati. Nyatanya ubur ubur bisa hidup abadi kalau nggak ada yang ngebunuh dia. Nah, mati itu adalah misteri yang sama sebenarnya dengan alasan menikah. Gak perlu dicari. Kita harus ikhlasin saja sama Tuhan. Mungkin alesannya baru ketemu kalau kita sudah menjalani.

Terus Kapan Waktu Yang Tepat?

Kata Pak Pemred, ya pas pengen aja kalau nikah. Yap, nikah itu gak ada waktu yang tepat. Kadang kalau kita ikhlas ya kita tahu aja siapa orang yang tepat dan waktu yang sama benarnya juga. Yang penting, bisa bertanggung jawab pada pilihan yang kita ambil.

Baca juga : Saat Partai Politik Menganut Azas Kekeluargaan, Ya Gitu Deh!

Yah pokoknya, jangan sampai kalau kita terlalu mikir, malah jadi menyesal karena gak gerak gerak juga. Alasan menikah itu biar jadi misteri, biar universe yang mengarahkan.

Ya yang penting jalani dengan ikhlas, percaya aja memang jalannya begitu dan syukuri apa yang ada. D’masiv dong. He..he..

Buat yang gak nikah gimana? Kalau menurut saya gak pa pa. Mungkin kalian punya sudut pandang sendiri. It’s okay.

Gambar oleh : Jasmine Carter

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini