Waktu Baca: 2 menit

Kalau membahas aplikasi kencan online semacam Tantan atau Tinder, biasanya ya fungsinya adalah cari pacar, tambahannya sih ya cari om-om atau tante-tante. Namun, di balik fungsinya yang sepertinya cuma segitu, aplikasi kencan online juga menyimpan jasa lain bagi penggunanya. Selain bisa mempertemukan dua sejoli, aplikasi kencan online nyatanya bisa menyelamatkan psikis seseorang.

Merupakan Pengalaman Seseorang

Saya mendapati cerita ini bukan karena saya pernah mengalaminya sendiri. Cerita ini saya dapatkan dari seorang perempuan ketika saya sedang meliput suatu acara. Melalui ceritanya saya mendapatkan banyak hal yang menurut saya nggak terduga soal aplikasi ini. Salah satu ceritanya ya jelas mengenai bagaimana aplikasi kencan online menyelamatkan psikis orang-orang. Dia bercerita bagaimana dia berinteraksi dengan orang-orang yang menarik di mata saya. Mereka yang hidupnya nggak seberuntung kita (mungkin).

Jadi Tempat Curhat

Dating apps bukan cuman jadi tempat cari pacar biasa, tapi jadi tempat orang berkeluh-kesah. Begitulah yang dialami oleh narasumber saya.

Dia bercerita bahwa saat menggunakan dating apps yang dia temui bukan hanya orang mencari pacar, namun orang yang ingin bercerita. Masalah yang mereka alami pun nggak sembarangan bahkan bisa tergolong berat. Mereka hanya ingin mencari teman cerita yang nggak membuat mereka merasa tertekan alih-alih mencari pasangan atau pacar.

Narasumber saya bercerita tentang curhatan kenalannya di salah satu dating apps ini meskipun nama yang bersangkutan dia sembunyikan. Permasalahannya saat itu nggak sembarangan, pasangannya hamil oleh ayahnya sendiri. Narasumber saya lanjut bercerita bahwa kondisi tersebut membuat yang bersangkutan drop karena ketika meninggalkan pasangannya untuk bekerja di salah satu pulau, justru ayahnya sendirilah yang merusak hubungannya.

Cerita lain soal perselingkuhan yang bisa dianggap kronis adalah yang dialami oleh seseorang lainnya. Dia yang merupakan anak tertua harus menelan pil pahit bahwa ternyata adik kandungnya bukan berasal dari ayah dan ibunya melainkan ibu dan saudara kandung ayahnya. Dia juga harus mendapati keluarganya bercerai dan saling berebut hak asuh anak.

Baca juga: Tidak Semua Orang Tua Sayang Pada Anaknya..

Lalu, Kenapa Pada Curhat di Dating Apps atau Aplikasi Kencan Online?

Keputusan mereka untuk curhat dengan narasumber saya bisa jadi sama dengan bagaimana orang mempunyai second account anonim di Twitter. Alih-alih berkeluh kesah dengan orang sekitarnya, orang-orang ini lebih memilih bercerita di Twitter.

Kebiasaan untuk mencari teman curhat di platform-platform online ini salah satunya adalah untuk menjaga kerahasiaan mereka. Orang-orang yang kita kenal sangat mungkin untuk memandang buruk masalah kita, terlebih jika masalah itu adalah masalah keluarga. Cap buruk inilah yang nggak jarang menjadi kendala orang untuk bercerita.

Curhat di platform online termasuk dating apps seperti Tantan maupun Tinder memungkinan mereka bertemu orang yang sama sekali nggak mengenal mereka bahkan bisa jadi hanya bertemu sekali. Kondisi ini jelas menurunkan kekhawatiran orang tersebut mengenai cap buruk yang akan dia dapatkan.

Baca juga: Curhat Tersembunyi Wregas Bhanuteja di Penyalin Cahaya (?)

Ilustrasi foto oleh cottonbro

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini