Waktu Baca: < 1 menit

Malang tak dapat ditolak. Tidak disangka Derby Surabaya berakhir memilukan. Suasana menjadi chaos dan Kerusuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang disinyalir akan menjadi kerusuhan sepakbola terburuk selama beberapa tahun terakhir. Banyak suporter Arema meninggal karena terinjak injak saat berusaha kabur

Beberapa laporan tidak resmi menyebut korban meninggal mencapai puluhan bahkan ratusan orang. Tapi yang baru dilaporkan resmi baru belasan orang. Meski demikian, korban luka luka mengalami cedera mengerikan. Bahkan dari pantauan sobat Bob di Kanjuruhan, beberapa mobil barakuda terguling sampai rusak. Semua ini hanya karena ketidakmampuan mengontrol emosi akibat Derby Surabaya.

Baca juga : Iwan Bule Adalah Korban Kesensian Kita Pada PSSI

Berdasar info terakhir, Komdis PSSI langsung melakukan tindakan tegas dan menyatakan pihak pihak yang bersalah akan dihukum. Arema Malang juga terancam takkan bisa lagi menggelar pertandingan kandang di sisa Liga 1 ini. Bahkan rencananya, seluruh pertandingan Liga 1 akan libur dulu selama seminggu ini untuk menenangkan keadaan yang terlanjur sangat tidak kondusif. Apalagi setelah Derby Surabaya akan ada Derby Indonesia antara Persija dan Persib.

“Kita dukung aparat Kepolisian untuk menindaklanjuti insiden ini. Siapapun yang salah harus dihukum,” ujar ketua Komdis PSSI, Irjen Pol. Erwin Tobing.

Baca juga : PSSI Tuntut Mata Najwa? Mending Cari Solusi!

Selain masalah suporter Arema yang tidak terkontrol. Ada dugaan bahwa terjadi pelanggaran dalam penanganan kerusuhan. Menurut statute FIFA, polisi dilarang menggunakan gas air mata untuk menenangkan suporter. Namun yang seperti kita tahu, gas air mata digunakan, menimbulkan kepanikan dan menjadi pemicu tragedi ini.

Investigasi selanjutnya masih kita tunggu.

disadur dari: Auroranews.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini