Waktu Baca: 3 menit

Kisah Kyai Raden Santri di Muntilan memang penuh dengan cerita ajaib. KR Santri begitu panggilan akrabnya, memiliki banyak Karomah atau berkat. Suatu ketika KR Santri melihat bahwa dusun Santren tempatnya tinggal belum memiliki masjid. Ia lalu ‘membungkus’ masjid yang ada di Kota Gede dengan sapu tangan dan memasukkannya ke dalam kantong celananya berikut sapu tangannya. Esoknya tiba tiba di dusun Santren terdengar suara Adzan Subuh. Masjid tahu tahu saja muncul. Masjid itu kemudian diberinama Masjid Tiban karena tiba tiba muncul. Nah, Kyai Raden Santri juga pernah ingin wudhu untuk sholat, tapi tidak ada air bersih di situ. Dengan tongkatnya ia menusuk tanah, keluarlah air yang kemudian dikenal sebagai Sendang Manis.

Konon air yang menjadi Sendang Manis itu terus mengucur airnya. Kyai Raden Santri lalu membiarkan pengikut pengikutnya serta warga yang ingin sholat berwudhu di situ.

Hanya Kolam Kecil

sendang manis Kyai Raden Santri

Mas Nano, si pemilik lahan yang menjadi tempat Sendang Manis, menjadi pengelola sumber mata air itu. Ia bercerita bahwa awalnya Sendang Manis hanyalah sebuah kolam kecil setelah mukjizat terjadi.

Namun kemudian ada yang membuatkan pemandian di situ. Ya, pemandian yang dimaksud bentuknya seperti kolam persegi saja. Kolam itu lalu terisi air dari Sendang Manis.

Baca juga : Pelet Cinta Ampuh Adalah Alasan Kenapa Anda Menguatkan Iman Anak Perempuan Anda

Airnya tidak pernah surut dan selalu jernih. Mas Nano lalu melepaskan beberapa ekor ikan bawal di sana. Ajaib, bawal yang jarang diberi makan ukurannya besar besar.

“Sendang Manis ini menjadi pembawa rezeki di sekitar sini,” kata Mas Nano. “Airnya jernih, berkualitas tinggi dan jernih.”

sendang manis Kyai Raden Santri

Menurut Mas Nano, air yang ada cocok untuk perikanan.

“Kalau panjenengan ada modal dan siap, saya ada lahan di ujung selatan. Itu bisa untuk beternak ikan Koi.”

Ya, waktu itu saya menyebut ikan Koi karena saya pikir ikan Koi sangat cocok diternakkan di situ.

Air Sendang Manis sangat berkualitas dan jernih. Sementara itu ikan koi adalah ikan yang sangat sensitif dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Klop sudah.

Hewan Gaib

Mas Nano lalu mengajak saya turun ke selokan yang dialiri limpahan air Sendang Manis. Di aliran air itu, Mas Nano menunduk dan mengambil beberapa hewan yang seperti tutut/ keong sawah kecil kecil. Bentuknya spiral lancip tapi yang aneh ujungnya.

“Buntung ya?” tanya Mas Nano.

Baca juga : Teras Menoreh, Sederhana Tapi Memorable

“Iya,” kata saya.

Keong itu ujungnya patah. Tidak lancip seperti hewan pada umumnya.

“Ini hewan khusus di sini,” kata Mas Nano. “Namanya Sompil Buntung.”

Saya tidak tahu apakah hewan ini spesies baru atau sebenarnya sama seperti keong spiral

Sumpil Buntung

lainnya, tapi jelas hewan ini mengalami permutasian gen. Yang pasti hewan ini banyak yang menganggap gaib karena hanya ditemukan di daerah situ saja.

“Hewan ini itu seperti bentuk sindiran,” kata Mas Nano. “Maknanya, kalau kita tidak berani keluar dari kampung halaman kita, kita tidak akan pernah berhasil. Cuma buntung saja, kayak Sompil Buntung ini,” kata Mas Nano. “Ya kayak saya.”

Kami berdua tertawa.

Masa Depan Sendang Sari

Setelah puas melihat lihat Sendang Sari. Kami berdua lalu duduk di bawah Gazebo untuk kemudian berbincang bincang. Mas Nano menyebut bahwa ia ingin menjadikan areal Sendang Sari sebagai tempat wisata rohani.

Baca juga : Greenpeace Sebut Krisis Iklim Ancam Masakan Indonesia

kyai raden santri

“Sebenarnya ya sudah ada yang mandi di sini di waktu tertentu seperti malam satu Suro atau hari hari suci lainnya,” kata Mas Nano. “Ya cuma mungkin kurang dikenal saja.”

Mas Nano ingin menambah fasilitas seperti area parkir dan juga outbond.

Kolam ikan koinya juga jangan lupa,” canda saya.

Mas Nano tertawa, ” Ya, itu juga.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini