Waktu Baca: 3 menit

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 129 orang masih misteri. Ada kesalahan prosedur dan mata rantai kronologis yang hilang dari peristiwa itu. Misteri Tragedi Kanjuruhan kini telah bergerak liar dan mendorong investigasi oleh berbagai pihak.

Amnesty Internasional misalnya yang diwakili Usman Hamid membeberkan ada beberapa kesalahan prosedur yang menjadi perhatiannya mulai dari keberadaan anak dan perempuan dalam jumlah yang sangat banyak serta keanehan karena pihak keamanan tidak berkoordinasi dengan jelas mengenai penembakan gas air mata. Usman Hamid menuntut ada penjelasan lain.

Lalu, di platform Twitter beredar video kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat. Terlihat bahwa seorang suporter yang sebenarnya sudah tidak bisa apa apa masih dipukuli oleh aparat dan  rekan aparat bukannya membela, malah ikut memukuli suporter tersebut. Terlepas apakah suporter itu melanggar aturan duluan atau tidak, muncul keprihatinan dari masyarakat bahwa ada tindakan kekerasan berlebihan dari pihak aparat.

Selain dua hal yang saya sebutkan di atas, ada banyak pertanyaan lain terkait misteri Tragedi Kanjuruhan. Pakbob.id lalu mencoba menghubungi rekan kami, Aditya Wahyu Pratama yang berada di lokasi kejadian untuk setidaknya menguak sedikit tabir dari kasus Misteri Tragedi Kanjuruhan ini.

Jam Pertandingan

Jam pertandingan yang terlalu malam telah menjadi perdebatan tersendiri di antara pentolan Aremania. Aditya mengaku mendengar isu ini tapi tidak bisa mengklarifikasi secara jelas apa yang sebenarnya menjadi bahan perdebatan antara Aremania, pihak keamanan dan broadcaster televisi.

Dari informasi yang beredar, broadcaster beralasan bahwa waktu pertandingan harus naik di Prime Time.

Baca juga : Benang Kusut di Balik Tragedi Stadion Kanjuruhan

Namun, menurut analisa Aditya, sebenarnya alasan dari pihak Aremania untuk memajukan jadwal pertandingan cukup masuk akal. Dari informasi pihak ketiga ada setidaknya dua alasan kenapa ada permintaan waktu pertandingan dimajukan.

Yang pertama, waktu malam hari adalah waktu manusia seharusnya beristirahat. Dengan mengadakan pertandingan larut malam, ada kekhawatiran banyak orang yang kesadarannya tidak 100 persen, kelelahan dan mudah terprovokasi. Ini bisa sangat berbahaya.

Yang kedua, di malam hari jumlah petugas medis tidak sebanyak di siang hari. Ada pertimbangan, jika sampai ada kejadian yang tidak diinginkan, akan ada backup untuk membantu.

Belum jelas apakah pertimbangan Aremania ini sudah disampaikan secara cukup jelas ke pihak keamanan atau belum. Namun, sebelum tragedi ini ada kemungkinan besar bahwa peringatan terkait kemungkinan tragedi Kanjuruhan sudah ada.

Suporter Tertib

Aditya menjelaskan bahwa sebelum pertandingan suporter cenderung tertib. Tidak ada usaha provokasi dan emosi berlebihan.

“Yah kalau ada kata kata kasar dan provokasi, sewajarnya saja,” jelas Aditya.

Baca juga : Betapa Dangkalnya Sebagian Pecinta Sepakbola Indonesia

Aremania sangat tertib menurut Aditya. Ada yang turun ke lapangan, tapi mereka sekedar menyemangati pemain meski dengan kata kata yang keras.

Bench Persebaya juga sangat santai. Mereka tidak melakukan provokasi yang tidak perlu,” jelas Aditya yang bekerja di salah satu media olahraga ternama ini.

Waktu Gas Air Mata

Aditya memberi penjelasan bahwa sampai pertandingan selesaipun suasana masih sangat kondusif. Banyak wartawan sudah meninggalkan area stadion saat gas air mata ditembakkan. Pertandingan telah selesai. Wartawan bersiap siap untuk kembali dan menulis berita.

“Kami sudah ada di ruangan press conference waktu itu,” jelas Aditya.

“Pemain Persebaya posisinya sudah aman. Pertandingan sudah selesai. Aremania masih tinggal di stadion karena kecewa. Tapi saya rasa semua masih baik baik saja,” tambahnya.

Baca juga : Mbak Prilly, Tolong Jangan Kaget Dengan Sepakbola Indonesia!

“Saya tidak tahu persis bagaimana kronologis hingga gas air mata ditembakkan. Kami hanya mendengar suaranya saja.”

Gas air mata diduga keras memainkan peran penting dari Tragedi Kanjuruhan. Gas air mata dengan kandungannya bisa menyebabkan sesak napas dan reaksi alergi yang berujung kematian.

Tujuan Gas Air Mata

Sedikit penjelasan saja, tujuan adanya gas air mata adalah untuk memecah massa. Massa yang terkena gas air mata akan berlari dan tak berkumpul lagi. Namun, ketika itu di ruangan sempit dan padat seperti stadion, mau kemana mereka lari? Mereka panik dan kebingungan. Yang terjadi apa? Terinjak injak, sesak napas dan tewas…

Lalu kenapa di saat itu ada tembakan gas air mata?

Ujung Misteri…

Pertanyaan besar mengapa kejadian ini terjadi masih belum terjawab. Ada banyak spekulasi, kritik dan bahkan tuduhan tragedi ini settingan untuk menutup kasus besar lain yang sedang berjalan. Apakah benar? Hanya Tuhan yang tahu.

Gambar oleh : Osingpedia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini