Waktu Baca: 3 menit

Kadang aku sebel ya yang memberikan pernyataan bahwa semua orang tua itu baik dan peduli dengan anaknya. Faktanya begini, orang tua juga manusia dan mereka juga bisa suka atau nggak suka, dan bisa juga sayang dan nggak sayang. Jadi wajar kalau ada orang tua yang membenci anaknya. Kenapa bisa membenci anaknya? Ya ada bermacam macam alasan. Teman saya pernah dibenci orang tuanya terutama ayahnya karena si ayah tidak yakin teman saya itu anak anaknya. Ada juga ibu teman saya yang menganggap teman saya itu adalah ATM, dia dengan seenaknya meminta uang dari teman saya. Kalau tidak dikasih bagaimana? Marah marah dan mengutuk teman saya. Jadi tolonglah diakui saja di dunia ini ada orang tua jahat dan tega mengutuk serta mengatai kamu.

Berita buruknya, kutukan orang tua jahat itu manjur. Iya, lalu gimana dong?

Mengapa Bisa Manjur
orang tua jahat
Suasana pertapaan Lembah Karmel

Orang tua itu bagaimanapun juga adalah orang terdekat dalam hidupmu. Kamu mbrojol juga dari ibumu. Kamu terkoneksi secara energi dengan ibumu. Lalu orang kedua yang kamu lihat kebetulan adalah ayahmu. Kecuali kalau kamu lahir dari hasil perselingkuhan ibumu dengan sopirmu, ya yang kamu lihat pertama itu om yang kamu panggil ayah. He..He..Apakah jokes hari ini sudah cukup hitam seperti kopimu?

Baca juga : Orang Tua Sibuk Mikirin Omongan Orang, Anak Sibuk Berfantasi

Jadi gak heran, kalau orang tua mengata-ngatai kamu, energinya nyambung. Kamu pasti akan terpengaruh. Suka atau tidak suka. Kalau kamu biarkan energi negatif itu terserap ya kamu menjadi orang yang tidak produktif dan juga selalu sial. Lha gimana? Istilahnya tubuhmu sudah tercemar energi energi negatif dan itu ngerak.

Nah, untungnya ada solusinya.

Di Lembah Karmel
orang tua jahat
Pak Pemred gaweanne dolan wae!

Beberapa waktu lalu Pak Pemred kan sempat mampir ke Lembah Karmel Bogor. Kita diskusi panjang ya mengenai sistem pembersihan energi negatif karena orang tua jahat itu ya. Ternyata ada metodenya.

Yang pertama, kita harus rela menjauh dari orang tua model begini. Orang semakin tua karakternya makin fix. Kecuali dia punya intelektualitas dan empati yang tinggi, kemungkinan besar dia gak akan berubah. Kalau kita sabar sabarin ya, bisa. Tapi mau sampai kapannya itu. Gak jelas. Kita juga dikejar waktu karena kalau kata Jack Ma, umur tertentu itu sudah ada deadlinenya masing masing. Nah, umur 30 tahunan lah kayak saya memang harus berjuang meraih cita cita karena di umur 40an nanti saya harus sudah di puncak karir, udah di posisi leadership. Kalau waktu saya habis ngurusin orang tua jahat ya saya enggak maju maju.

Baca juga : Tidak Semua Orang Tua Sayang Pada Anaknya..

Yang kedua adalah pasrah dan ikhlaskan lewat meditasi. Salah satu tempat yang paling enak memang harus diakui di Lembah Karmel. Tempat ini mistik dan Pak Pemred mengaku sering mendapat bisikan mengenai masalah masalah dalam kehidupannya. Ia mengaku sering gelisah kalau sudah di Lembah Karmel. Tapi kegelisahan itu malah menuntunnya ke permasalahan permasalahan kehidupan yang mungkin belum ketahuan.

Pak Pemred terkejut dengan keajaiban Lembah Karmel ini. Kalian boleh lho datang kesini meski bukan sebagai orang Katolik.

Yang ketiga, kalian harus cari orang tua baru. He..he..Gini sebelum kalian salah sangka. Orang tua itu tetap kalian butuhkan. Perannya. Dulu saya mikir kadang kita gak butuh orang tua kalau emang orang tua kita keterlaluan ya. Saya salah. Kita tetap butuh orang tua dalam sosok lain. Jadi nggak salah kalau kamu nyari sosok bapak di orang lain. Atau, kamu nyari sosok ibu di orang lain selama orangnya memang tulus dan mau menggantikan peran orang tua jahat yang kebetulan disfungsional ini. Bahkan gak usah jauh jauh, nenek kalian juga bisa jadi ibu kalian. Misalnya. Tapi kalian tetap butuh orang tua anyway. Jangan sombong ngerasa bisa hidup sendiri gaes.

Kata Buddha

orang tua jahat

Kalau kata Buddha ya, waktu Pak Pemred masih di Thailand, punya orang tua jahat itu ya bagian dari karma masa lalumu. Mungkin dulu kamu pernah salah apa gitu. Di kepercayaan Jawa juga ada katanya orang tua adalah worst enemy kita di kehidupan yang lalu. Makanya, dibikin jadi orang tua kita pada masa sekarang biar baikan. Tapi namanya hidup ya Bun. Ha..Ha..

Baca juga : Melihat Doddy Sudrajat, Memangnya Orang Tua Bisa Nggak Sayang Anak?

Anyway, asal kita tetap sabar, bertahan dan mencari solusi terbaik, mudah mudahan ya bisa lah orang tua jahat ini berubah. Kalaupun gagal rekonsiliasi di kehidupan ini. Di kehidupan berikutnya mudah mudahan bisa.

Cao!

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini