Waktu Baca: 5 menit

Belakangan ini ramai sekali berita perselingkuhan selebriti. Kasus Reza Arap masih hangat, sudah disusul kasus Rizky Billar selingkuh. Capek ya guys lihatnya.

Apalagi kasus Rizky Billar selingkuh ini datangnya tiba tiba banget. Gak cuma bertolak belakang dengan image yang ia tampilkan selama ini sebagai suami idaman, kasus perselingkuhan Rizky Billar juga diikuti dengan kasus KDRT. Bukan..bukan..KDRT yang kayak si Baim Wong ya, tapi KDRT beneran.

Wah wah wah…. Ya jelas banyak orang yang kecewa berat dan ngamuk dengar beritanya. Apalagi fans Leslar. Serasa ikut dikhianati, ya gak?

Saya lega Lesti sayang sama dirinya sendiri. Dia langsung sat set bawa kasus ini ke jalur hukum. Polisi juga tampaknya menangani laporan Lesti dengan baik.

Tapi ketika mengikuti perkembangan kasus Leslar, ada yang sangat menarik perhatian saya. Beberapa hari lalu ketika saya menonton live Youtube suatu channel berita, saya mendengarkan beritanya sambil membaca komentar netizen.

Di kolom komentar, masih ada saja yang membela dan menyemangati Rizky Billar. Tapi yang lebih menarik, ada netizen yang berkomentar, “Ingat Bro, cowok gak cukup 1 cewek.”

Komentar ini sungguh mengesalkan bagi saya. Tapi saya lihat-lihat lagi, ini bukan kali pertama komentar semacam itu muncul. Di berita-berita perselingkuhan selebriti sebelumnya juga ada saja netizen yang berkomentar seperti itu.

Karena sepertinya di luar sana banyak pria menyetujui bahwa kaum mereka gak bisa cukup hanya dengan 1 perempuan, saya jadi diam saja walau hati panas. Saya merenung, “Emang iya?”

Emang Cowok Doang yang Bisa?

Ini adalah hal pertama yang saya pikirkan ketika membaca komentar itu. Emang cowok doang yang bisa selingkuh, bosenan, dan gak cukup sama pasangannya seorang?

Oh tentu saja gak, Bestie. Kita para perempuan pun bisa dan punya potensi untuk selingkuh. Gak percaya? Sini, saya kasih data penelitian.

Baca juga: Jangan Larang Pacarmu Untuk Nakal (Termasuk Selingkuh)…

Menurut beberapa penelitian yang dilansir dari laman mbgrelationships, 20% laki-laki dan 13% perempuan mengaku selingkuh.

Lihat, kan? Walaupun jumlah pria selingkuh memang lebih banyak, tapi perempuan yang selingkuh juga gak sedikit.

Ini berarti tindakan selingkuh itu bukan kecenderungan suatu gender, tapi emang orangnya aja yang bermasalah.

Jadi, kalau kamu lagi ada cowok yang deketin dan berpendapat sama seperti netizen di atas, udah lah…. Mending kabur aja. Itu sih maunya kamu yang perempuan gak boleh nakal, tapi dia boleh karena kaumnya wajar berperilaku seperti itu menurut dia.

Dih! Jangan mau dibodohi kayak gini ya, Sister. Kalau laki-laki nakal itu wajar, perempuan pun harusnya punya kesempatan yang sama untuk nakal. Tinggal mau atau gak?

Terus, apa sih alasan banyak laki-laki selingkuh? Saya juga bertanya-tanya tentang ini, jadi saya cari pendapat-pendapat pakar. Ketemulah beberapa kemungkinan alasan ini.

Keinginan Seksual

Waktu saya cari alasan utama laki-laki selingkuh, kata-kata ini yang langsung muncul di Google dari laman healthline.com. Tolong dicatat, alasan ini didapat dari penelitian, ya.

Saya jadi ingat cerita teman-teman saya dan netizen-netizen di media sosial soal alasan yang satu ini. Kalau saya simpulkan dari cerita-cerita itu, ada 3 kemungkinan alasan yang mendasari seorang laki-laki selingkuh untuk memenuhi keinginan seksualnya.

Baca juga : Pernah Menjadi Gilang Priambodo, Ini Pengalaman Saya Soal Selingkuh Emosi

  1. Ingin menjaga pasangannya, sedangkan keinginannya untuk ena-ena sudah bergejolak. Jadilah dia memilih untuk ena-ena sama perempuan lain, entah “jajan” atau selingkuh.
  2. Pasangannya gak bisa memenuhi ekspektasi seksualnya. Jadi, dia cari perempuan lain yang bisa memenuhi ekspektasi itu.
  3. Hasrat seksualnya terlalu tinggi sehingga gak cukup cuma ena-ena sama pasangannya. Saya tiba-tiba teringat guguknya pacar saya. Gak bermaksud menghina, cuma jadi inget doang.

Kalau pasangan saya selingkuh karena salah satu alasan di atas sih saya lebih milih gak lanjut. Soalnya takut si doi kena penyakit kelamin dan nanti saya ketularan. Kan serem….

Udah Gak Cinta Lagi

Alasan ini sih udah umum banget ya. Memang rasa cinta yang menggebu itu sering kali gak bertahan lama. Kalau hubungan sudah terjalin cukup lama, biasanya intensitas perasaan jatuh cinta itu akan memudar dengan sendirinya.

Baca juga : Memancing Cinta dengan Umpan yang Salah

Tapi kalau mau putus sama pasangan kok rasanya sayang…. Sudah nyaman banget rasanya, cuma udah gak ada percikan-percikan lagi aja. Kan sayang kalau putus dan memulai dari nol lagi dengan yang baru. Belum tentu akan senyaman ini dengan yang baru.

Jadi, hubungan dengan pasangan dipertahankan, tapi tanpa perasaan romantis lagi. Nah, ini nih yang bisa memunculkan keinginan untuk jatuh cinta lagi di lain hati.

Padahal kan ada banyak solusi selain selingkuh ya? Kan bisa tuh cari cara buat menjaga keromantisan kita dengan pasangan. Tapi mungkin cara ini terlalu ribet kali ya buat mereka yang milih selingkuh?

Gak Cocok sama Pasangan

Alasan yang satu ini juga udah umum banget ya guys. Kayaknya gak perlu saya jelasin lagi.

Sepenglihatan saya, ada banyak orang (laki-laki maupun perempuan) yang memilih buat selingkuh karena merasa ada banyak ketidakcocokan sama pasangan. Tapi karena hubungan sudah lama dipertahankan, rasanya sayang kalau perjuangan-perjuangannya jadi sia-sia karena putus.

Baca juga : Kita Mempercayai Pasangan Kita dan Mencintai Selingkuhan Kita

Jadi, ya udah deh, hubungan dengan pasangan dipertahankan. Tapi cari kecocokan di lain tempat.

Balas Dendam

Kalau selingkuh karena balas dendam sama pasangan yang ketahuan selingkuh, rasanya kita bisa paham ya. Perselingkuhan karena balas dendam ini biasanya dilakukan biar pasangan merasakan apa yang dia rasakan juga.

Nah, tapi menurut pakar yang dilansir dari laman mbgrelationships, ada juga lho orang yang selingkuh bukan karena diselingkuhi pasangan duluan. Tapi karena kesal atau cemburu melihat pasangannya punya persahabatan dekat dengan laki-laki lain.

Baca juga : Perjuangan Cinta Lewat Chat Beneran Seremeh Itu?

Hm…. Menurut saya sih kalau kita punya kecenderungan gampang cemburu, mending kita bicarakan baik-baik dengan pasangan daripada selingkuh. Kalau kita komunikasikan kan enak, kita dan pasangan sama-sama tahu maunya apa. Ya gak?

Ada Sifat Sosiopat atau Narsistik

Menurut pakar yang dilansir dari laman mbgrelationships, laki-laki yang selingkuh ada kemungkinan kalau dia cenderung punya sifat sosiopat atau narsistik. Hayo loh….

Kalau pasangan kamu cenderung punya sifat sosiopat, dia bisa selingkuh karena ya pengen aja. Sesederhana itu. Dan dia gak peduli sama perasaanmu.

Baca juga : Apa Salahnya Pengen Punya Selingkuhan Kayak Anya Geraldine?

Kalau dia cenderung punya sifat narsistik, dia bisa saja selingkuh karena gak mampu memahami emosi orang lain atau apa dampak tindakannya untuk orang lain (kamu).

Tapi kalau dia punya kecenderungan seperti ini, bukan berarti dia punya gangguan kepribadian narsistik atau antisosial lho ya. Belum tentu masalah pada dirinya sampai ke tingkat itu.

Belum Dewasa Secara Emosional

Nah, ini nih inti dari laki-laki yang selingkuh. Di lingkungan kita, laki-laki dari kecil mendapat ajaran untuk gak menunjukkan perasaannya yang sesungguhnya kan? Ini yang bikin banyak laki-laki cuma dewasa secara umur, tapi gak secara emosional.

Jadi, ketika misalnya dia berpacaran, lalu ada masalah, dia gak mampu membicarakan perasaannya. Karena masalah dan perasaan yang gak enak itu terus tersimpan sampai berlarut-larut, jadilah dia memilih untuk selingkuh.

Alasan Lain

Selain 6 alasan di atas, masih ada beberapa kemungkinan alasan lain buat seorang laki-laki selingkuh. Apa aja?

Masih dari laman mbgrelationships, laki-laki yang selingkuh bisa jadi karena kecanduan obat-obatan. Pasalnya, ketika kita kecanduan, versi diri kita yang lebih gak dewasa tuh terdorong keluar. Dalam kondisi seperti ini, kemungkinannya untuk selingkuh juga jadi meningkat.

Baca juga : Kenapa Perempuan Terus Yang Disuruh Berhati-hati?

Depresi dan kecemasan juga bisa mendorong seseorang buat selingkuh lho. Karena kalau kita depresi atau kecemasan kita besar banget, kebutuhan kita untuk mendapatkan kelegaan itu meningkat. Dan kelegaan itu bisa datang bukan dari pasangan.

Laki-laki selingkuh bisa jadi karena mencari validasi diri, yang berarti ada rasa rendah diri dan insecure di dalam dirinya kepada pasangan. Makanya banyak orang yang curhat habis pergokin pasangannya selingkuh sama perempuan yang “di bawah” dia. Ya ini mungkin karena pasangan mereka insecure.

Perselingkuhan juga bisa disebabkan karena laki-laki tersebut ragu sama identitas seksual atau identitas gendernya. Karena ragu atau pengen menyangkal dirinya, dia bereksperimen “ke sana kemari”.

Begitulah kemungkinan-kemungkinan alasan laki-laki selingkuh. Tapi ini gak cuma berlaku buat laki-laki ya. Alasan-alasan di atas valid juga buat para perempuan yang selingkuh.

Kesimpulan!

Dengan apa yang sudah saya bahas di atas, sudah jelas ya kalau selingkuh itu bukan kecenderungan gender tertentu, tapi emang karena ada masalah di dalam diri orangnya.

Jadi, kalau pasangan ketahuan selingkuh dan doi malah bilang “laki-laki gak cukup cuma 1 perempuan” atau malah menyalahkan kita, jangan langsung telan mentah-mentah kata-katanya. Hati-hati dimanipulasi pasangan ya…. Boleh cinta, tapi jangan buta.

See you di artikel selanjutnya ya….

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini