Waktu Baca: 2 menit

Bruce Wayne, kita mengenalnya sebagai seorang yang kaya raya dan kerja part-time-an di shift malam sebagai Batman. Dia adalah seorang yang kharismatik yang mengalami trauma di masa lalunya. Para perampok merenggut nyawa orang tuanya saat dia nggak bisa melakukan apapun. Pada akhirnya, karena traumanya Bruce Wayne pergi ke psikolog menjadi Batman untuk menumpas kejahatan. Lewat kisah hidupnya yang heroik ini ada 3 hal yang saya pelajari dari Bruce Wayne, orang terkaya di Gotham City.

Berjuang Untuk Merealisasikan Apa yang Dia Mau

Hal pertama yang saya pelajari dari Bruce Wayne, seorang tokoh yang saya kagumi adalah effort-nya.

Menjadi seorang Batman bukanlah hal yang mudah. Dia harus pintar berkelahi dan memiliki otak yang cerdas. Jika doi hanya pinter gebukin orang dia akan kalah dengan Clark Kent alias Batman. Dalam memperjuangkan apa yang dia mau, yaitu membersihkan Gotham City dari kejahatan, Bruce Wayne terus-terusan berusaha. Dia bukan hanya harus tenang dan dewasa serta sedikit menekan traumanya tapi juga melalang buana hingga ke suatu negeri yang dingin untuk berjuang. Di sana, dia berlatih bersama satu villain, yaitu Ras’al Ghul untuk mencari apa yang dia harapkan.

Bruce Wayne mengajari saya untuk selalu berusaha merealisasikan apa yang saya harapkan.

Baca juga: Apakah Benar Kita Bukan Pusat Dunia?

Menaklukkan Rasa Takut

Setiap orang pasti mengalami rasa takut, baik kamu dan saya. Kita pernah merasakan rasa takut bahkan trauma dalam hidup kita.

Bruce Wayne pun begitu, dia selalu khawatir akan orang-orang di sekitarnya. Sang Ksatria Kegelapan penuh rasa takut dan trauma. Tapi, Bruce Wayne nggak tenggelam dalam lautan rasa takut dan trauma begitu saja. Dia menjadikan ketakukannya sebagai teman, bukan hanya mengalahkannya. Dengan menaklukkan rasa takut dan membuat rasa takut berteman dengannya, nggak jarang bikin Bruce Wayne bisa mengalahkan musuh-musuhnya.

Baca juga: Budaya No Salty: Karena Kita Takut Ama “Garem”

Disiplin Adalah Kunci

Kedisiplinan adalah suatu yang sangat penting tapi sering dipandang sebelah mata oleh kita. Nggak jarang dikit-dikit kita protes soal kedisiplinan yang terasa mengekang.

Bruce Wayne berbeda dengan kita. Dia adalah orang yang sangat disiplin terlebih saat menjaga identitasnya. Bruce Wayne dan Batman seakan dia bentuk sebagai 2 tokoh yang berbeda bahkan nggak jarang Bruce Wayne harus berkelahi dengan sense of crisis-nya. Namun, akibat dari kedisiplinannya menjaga identitas, Bruce Wayne bisa menjadi 2 orang yang benar-benar jauh berbeda yaitu seorang miliyuner playboy dan seorang vigilante.

Jika saja kita merasa bertanya-tanya soal siapa kita sesungguhnya, disiplin melakukan sesuatu bisa menjawab itu semua seperti Bruce Wayne.

Baca juga: 3 Cara Mengajarkan Pendidikan Karakter Lewat Tindakan Nyata di Sekolah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini