Waktu Baca: 2 menit

Seakan jadi masalah yang nggak kunjung usai, bullying masih terus terjadi sampai sekarang. Baru-baru ini salah satu SMP di Bandung harus menghadapi masalah yang siswanya buat sendiri. Akibat dari mem-bully temannya, siswa (pelaku) dan SMP itu sendiri viral di internet dan menuai banyak respon buruk, nggak jarang yang mempertanyakan orang tua para pelaku bullying apakah mendidik anaknya dengan baik atau enggak sehingga bisa melakukan bullying separah itu. Kira-kira kalau semisal kita yang menjadi orang tua pelaku bullying apa yang harus kita lakukan saat anak kita menjadi pelaku bullying di sekolah? Apakah kita harus menjadi tameng anak kita atau membentaknya di rumah?

Sadari Bahwa Tingkah Laku Anak di Rumah dan Sekolah Itu Berbeda

Problem yang acap kali guru rasakan saat mendidik anak di sekolah adalah respon dan support orang tua terhadap guru. Nggak jarang ada orang tua yang hanya mengetahui anaknya baik-baik saja karena cenderung penurut di rumah. Mereka sering berkesimpulan bahwa anak baik di rumah = anak baik di sekolah padahal kenyataannya nggak begitu. Biasanya nih respon mereka ketika guru beritahu tingkah laku anaknya adalah “ah masa begitu sih bu? Anak saya itu baik lho. Di rumah saja nurut” atau sejenisnya.

Ibu saya yang kebetulan seorang guru nggak jarang mengalami masalah ini. Dia sering mengeluh soal orang tua yang nggak mau tahu kelakuan anaknya di sekolah, pikir mereka ya anak mereka baik adanya sehingga merasa laporan dari ibu saya nggak lebih dari sekedar “tuduhan”. Lebih parah lagi kalau anaknya bercerita kebalikan dengan apa yang sebenarnya terjadi, Ibu saya sudah seperti pelaku pencemaran nama baik. Repot bukan?

Padahal, untuk menjaga anak kita agar nggak menjadi pelaku bullying kita harus memisahkan tingkah laku anak di sekolah dan di rumah. Anak yang cenderung penurut di rumah nggak selalu sejalan dengan sifat baik mereka di sekolah. Jika guru bercerita sesuatu tentang anak kita maka kita perlu untuk mempercayainya karena gurulah yang tahu tingkah laku anak kita di sekolah, bukan kita.

Baca juga: Jangan Larang Pacarmu Untuk Nakal (Termasuk Selingkuh)…

Ajak Anak Berdiksusi Sebelum Memberikan Judgement

Jika kita sudah mendapatkan bukti bahwa anak kita adalah seorang pelaku bullying apakah respon kita selanjutnya sebagai orang tua adalah memarahi anak itu habis-habisan agar dia kapok? Bukan. Bukan. Lebih baik menggunakan cara lain.

Orang tua pelaku bullying sebaiknya bersikap tenang saat mendapati anaknya melakukan bullying terhadap temannya. Orang tua bisa mengajak anak berdiskusi akan tingkah lakunya, bukan cuma meminta anak untuk membayangkan diri mereka menjadi korban bullying tapi juga mencari akar permasalahan kenapa anak melakukan itu. Bisa jadi anak kita melakukan bullying karena dia pernah menjadi korban sebelumnya. Rasa kecil karena pernah menjadi korbang bullying bisa menjadi alasan kenapa dia menjadi pelaku untuk balas dendam atau memperlihatkan power-nya. Bisa jadi juga kita kurang mengajari anak kita empati sehingga dia bisa semena-mena dengan temannya.

Setelah mengetahui alasan sebenarnya anak kita melalukan bullying kita sebagai orang tua bisa mencari solusi ke depannya agar tingkah laku anak bisa jadi lebih baik lagi. Jangan sampai kita yang terlalu buru-buru memberikan sanksi / judgement malah bikin kondisi anak kita makin buruk.

Baca juga: Bullying Adalah Hal Yang Wajar, Suka Tidak Suka

Jaga Hubungan dengan Anak

Sebagai orang tua pelaku bullying di sekolah, respon selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menjaga hubungan dengan anak. Kita bisa melakukan hal-hal kecil seperti bertanya soal hari anak kita, apa yang mereka rasakan dan sebagainya. Selain itu, jangan lupa juga untuk memberikan apresiasi terhadap hal-hal baik yang anak kita lakukan.

Dengan selalu menjaga hubungan dan koneksi dengan anak, menurut para psikolog anak, anak akan merasa mendapatkan cinta dari orang tuanya. Kebiasaan kecil ini bisa merubah anak kita dari seorang pelaku bullying menjadi pribadi yang lembut karena merasakan cinta dan kasih sayang dari orang terdekat.

Baca juga: Mendidik Anak Waktu Miskin Sama Kaya Sama-sama Susahnya!

Ilustrasi foto oleh Mikhail Nilov

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini