Waktu Baca: 2 menit

Kabar buruk untuk kalian para generasi Z. Setelah lulus nanti, paling kalian bisa hura hura sebentar, tapi setelah itu harus menerima pengalaman pahit karena generasi Z susah cari kerja. Lho, kenapa? Faktanya, kini banyak perusahaan besar melakukan laid off, Twitter merumahkan 11,000 karyawannya, Shopee Indonesia juga dan Metaverse juga. Belum perusahaan lokal seperti Lippo yang juga merumahkan para karyawannya. Artinya, saingan kalian tambah banyak dan mereka ini sudah berpengalaman.

Baca juga : Untung Gede Bisnis Asuransi, Awas Red Tape Insurance!

Selain itu, fakta bahwa banyak terjadi laid off juga menunjukkan perusahaan kini mulai berpikir mereka bisa bertahan dengan angkatan kerja yang sedikit. Mereka mencoba efisiensi. Tenaga manusia hanya diperlukan untuk kebutuhan kebutuhan khusus. Sementara itu, banyak hal yang bisa menggunakan otomatisasi. Jika sudah begini jelas, Generasi Z susah cari kerja karena minim pengalaman dan minim skill praktikal. Bahkan kalau mau lebih realistis, Generasi Z ini terkenal manja, sedikit sedikit healing dan kerja capek sedikit mereka sudah merasa dizolimi. Ini jelas pertanda buruk untuk generasi Z.

Muda

Satu satunya nilai plus Generasi Z adalah karena mereka muda. Energi mereka masih banyak dan masih bisa mencoba berbagai kemungkinan. Inilah senjata rahasia Generasi Z. Kalau tidak ingin susah cari kerja, Generasi Z harus mulai mencari kekhususan mereka. Jangan sampai mereka terjebak dalam pekerjaan administratif dan mudah dikuasai banyak orang. Generasi Z harus kreatif dan melihat peluang peluang lain untuk mereka.

Baca juga : Bisnis Asuransi Ambruk, Mungkinkah?

Kunci Generasi Z untuk bertahan adalah kreativitas dan kekhususan. Jika mereka tidak memiliki skill yang khusus dan kreatif, maka mudah bagi mereka untuk tergerus keadaan yang sulit.

Lagipula di era sekarang banyak platform untuk belajar skill skill khusus seperti Youtube ataupun Kelas.com yang meskipun berbayar, tapi bisa memberi pengetahuan yang berguna dan praktikal kepada kaum muda Generasi Z.

Kekhususan ini pada akhirnya bisa membawa Generasi Z pada kesempatan untuk berkompetisi di dunia kerja.

Entrepreneurship

Sesungguhnya, ada solusi lain yang mungkin jauh lebih. Jika Generasi Z susah cari kerja, kenapa tidak menciptakan lapangan kerja itu sendiri? Banyak usaha usaha kecil yang bisa dimulai atau bahkan Generasi Z mulai mencoba bidang freelance.

Faktanya, peluang freelance itu cukup terbuka dan menjanjikan penghasilan yang lebih besar. Jika Generasi Z tidak bekerja dengan orang lain, maka itu artinya orang akan selalu butuh bernegosiasi dengan Generasi Z terkait biaya jasa mereka. Jika Generasi Z memiliki kemampuan mumpuni, mereka bisa menuntut pembayaran yang lebih tinggi ketimbang bekerja ‘ikut orang’.

Memang, Generasi Z mungkin tidak akan mendapat ‘gaji’. Namun sebenarnya, ketika generasi Z ini mendapat gaji, opportunity cost yang harus mereka bayar terlalu mahal. Mereka harus mengorbankan waktu yang sebenarnya bisa mereka gunakan untuk pengembangan diri. Sementara, jika mereka memilih freelance maka banyak kebebasan yang bisa mereka dapatkan meski harus mengorbankan kepastian.

Tapi kenapa tidak ‘kan?

Pada akhirnya Generasi Z memang berhadapan dengan situasi sulit. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada peluang untuk sukses.

Gambar oleh : RODNAE Production

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini