Waktu Baca: 2 menit

Mengajari anak berbahasa Inggris sedari dini sudah jadi trend tersendiri di kalangan orang tua. Mereka berbondong-bondong buat memberikan les bahasa Inggris kepada anaknya sehingga mereka bisa mendengarkan buah hatinya berkata “Apple”. Bukan cuma di situ, di kota-kota besar salah satu sekolah paling laris adalah sekolah yang menggunakan bahasa Inggris. Selain karena harganya yang mahal yang harapannya jadi cerminan kualitas sekolah tersebut, penggunaan bahasa Inggris di suatu sekolah bikin sekolah itu nampak prestis di mata orang tua.

Mengajarkan anak untuk berbahasa Inggris sebenarnya bukanlah hal yang salah. Tapi, ada banyak hal yang salah dimengerti orang tua yang berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris ke anak.

Merasa Bahasa Inggris Adalah Bahasa yang Cerdas

Nggak bisa kita pungkiri bahasa Inggris adalah bahasa yang memudahkan kita mendapatkan ilmu dari luar negeri dengan mudah. Nggak semua jurnal-jurnal maupun buku-buku yang berbobot tersedia dalam bahasa Indonesia. Kita memang memiliki keterbatasan ini.

Namun, yang salah adalah mencap bahasa Inggris adalah bahasa yang cerdas. Dengan berbahasa Inggris anak seperti akan “otomatis” menjadi orang yang pandai seperti orang Eropa-Amerika—ya…, meskipun orang-orang Eropa-Amerika banyak juga yang nggak jelas.

Padahal bahasa bukanlah yang bikin orang menjadi cerdas begitu saja. Bahasa adalah budaya dan budaya adalah cerminan dari masyarakat. Jika saja masyarakat cerdas maka budaya mereka akan terdampak. Budaya dari masyarakat yang cerdas akan mendapatkan cap bahwa budaya tersebut menarik, cerdas, pintar dan lain sebagainya. Begitu pula sebaliknya.

Kecerdasan orang-orang Inggris dan Eropa pada zamannya lah yang bikin bahasa Inggris menjadi memiliki kesan sebagai bahasa yang cerdas. Begitu juga karena posisinya sebagai bahasa internasional yang bikin orang-orang besar harus berbahasa Inggris dengan fasih dan membuat kesan bahasa Inggris adalah bahasa yang cerdas. Budayanya memang seperti itu.

Jika saja orang Inggris nggak maju pada zamannya apakah kita akan memberikan cap bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang cerdas?

Baca juga: Tetangga Rese, Efek dari Budaya Gotong Royong yang Kebablasan?

Kecerdasan Berututur Adalah Justru yang Terpenting

Kecerdasan seseorang memang dapat dilihat dari banyaknya bahasa yang ia kuasai. Semakin banyak maka semakin cerdas juga pribadi yang bersangkutan.

Namun, pada usia awal hal yang penting bukan menyoal seberapa banyak dia menguasi bahasa atau sejauh mana dia menguasai bahasa Inggris melainkan bagaimana dia menguasai caranya bertutur, menulis dan membaca.

Mempelajari hal ini bukan semata-mata harus dengan bahasa Inggris. Menstimulus kecerdasan anak justru malah dimulai dari diskusi, membaca dan melatih anak menulis. Selain itu, anak lebih baik belajar untuk berani berbicara daripada harus belajar bahasa Inggris tapi orang tua selalu menjadi pribadi yang dominan. Pada akhirnya jika ini terjadi maka anak-anak tetaplah nggak berkembang cuma bedanya dia lebih fasih menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia.

Baca juga: Anak Muda NTT Lebih Kritis Daripada Anak Muda di Pulau Jawa, Kenapa?

Ilustrasi foto oleh Archie Binamira

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini