Waktu Baca: 4 menit

Bukan hanya sekedar anime saja, nyatanya One Piece menyimpan banyak pelajaran kehidupan yang sayang buat dilewatkan!

One Piece bukan hanya pop culture yang populer selama 20 tahun lebih. Sampai sekarang, komik atau manga yang muncul sejak akhir 90-an ini selalu berada di daftar teratas manga paling populer. Bagaimana enggak, ceritanya yang menarik, pengembangan karakternya yang menawan sampai pelajaran-pelajaran kehidupan ada di manga yang satu ini. Nah, ngomong-ngomong soal yang terakhir, saya sendiri belajar banyak hal dari One Piece. Pelajaran-pelajaran ini sangat berguna buat menghadapi kehidupan sehari-hari.

Ini dia 4 pelajaran kehidupan dari One Piece yang saya pelajari dan sayang buat kita lewatkan.

Hargai Privasi Kisah Hidup Orang

Namanya hidup bersosial nggak jarang kita jadi pelaku atau korban perecokan kehidupan oleh orang lain. Seenggaknya, cerita hidup kita menyebar begitu saja padahal kita hanya bercerita kepada orang yang kita percaya. Begitu bukan? Hehehe…

Rayleigh ketika melatih Luffy (Tenor.com)

Padahal, kalau kita membaca One Piece, kita bisa belajar menghargai privasi kisah hidup orang lain. Pelajaran ini muncul ketika Silvers Rayleigh bercerita soal mantan anak buahnya saat di kapal Raja Bajak Laut Gol D. Roger, Shanks. Saat itu pria tua berjuluk “Raja Kegelapan” ini bercerita soal masa lalu Shanks. Ternyata eh ternyata, Luffy nggak tahu kalau Shanks pernah satu kapal dengan raja bajak laut dan Rayleigh. Saat itu juga Rayleigh mengatakan bahwa jika Shanks nggak bercerita maka dirinya nggak punya hak buat bercerita lebih lanjut. Di sini Rayleigh mengajarkan bahwa setiap manusia, meskipun sangat mengenal seseorang, kita tetap perlu menghargai privasi kehidupan orang lain.

Baca juga: Boundaries, Sebuah Trik Selamat Dari Kekepoan Duniawi

Kehilangan Satu Orang yang Disayang Bukan Berarti Kehilangan Segalanya

Pernah kita kehilangan orang yang kita sayang seperti pacar, teman dekat bahkan orang tua sekalipun? Luffy sebagai tokoh utama pernah mengalami ini lho. Kakak tersayangnya, Ace, jadi “donat” dan meregang nyawa gara-gara Sakazuki alias Akainu atau Anjing Merah. Dalam ceritanya, Luffy sempat nge-drop karena kehilangan Ace.

Luffy menyadari masih punya krunya yang berharga (Viz di Pinterest)

Saat di Amazon Lily, down-nya mental Luffy diselamatkan oleh Jinbei, seorang manusia ikan yang sekarang bergabung dengan krunya. Dalam percakapannya ini, Jinbei menyadarkan Luffy bahwa dia belum kehilangan segalanya gara-gara satu orang yang Luffy sayangi mati. Pada akhirnya, ucapan inilah yang menyadarkan Luffy, hartanya bukan hanya kakaknya seorang karena masih ada kru dan masa depannya yang harus terus dia perjuangkan dan lindungi.

Baca juga: Kisah Viktor E. Frankl: Menemukan Makna Hidup Dalam Kepedihan

Seorang Pemimpin Nggak akan Bercerita Layaknya Korban
Bertemunya kembali Luffy dengan krunya setelah 2 tahun terpencar

Dua tahun kemudian setelah tragedi kakaknya, Luffy pada akhirnya bertemu teman-temannya setelah terpisah sekian lama akibat ulah Kuma. Luffy adalah seorang pemimpin sejati yang patut jadi contoh saat bertemu dengan temannya ini. Dia yang mengalami tragedi nggak menceritakan kesialannya dahulu yaitu saat kakaknya, Ace, meregang nyawa di depannya. Alih-alih bercerita dengan kesedihan layaknya “korban”, Luffy justru men-skip cerita kehancurannya dan lebih memilih untuk menyimpannya dan memotivasi krunya untuk terus melanjutkan perjalanan buat mencari One Piece. Luffy adalah seorang yang punya pemikiran positif.

Baca juga: Tips Mendidik Kepemimpinan di Usia Muda

Tim yang Terlalu Banyak Diisi Orang Bertipe Pemimpin Justru Berbahaya

Saat membangun sebuah tim mengisi tim dengan orang-orang dengan jiwa pemimpin ada baiknya. Tapi ternyata, kalau terlalu banyak justru bisa menjadi masalah tersendiri lho!

Saat itu Edward Newgate alias Shirohige, salah satu dari orang-orang terkuat di dunia One Piece, pernah tergabung dengan bajak laut Rocks. Sayangnya, bajak laut ini punya masalah karena terlalu banyak orang berkarakter sebagai pemimpin di dalam krunya dan berujung ke kehancuran kru ini meskipun kapten mereka, Rocks D. Xebec punya kekuatan dan pengaruh yang luar biasa besar.

Shirohige bertemu dengan Kozuki Oden

Seperti belajar dari masa lalu, saat Kozuki Oden, seorang calon raja di Wano Kuni ingin bergabung dengan kelompok bajak laut baru bentukan Shirohige dia langsung menolaknya. Shirohige menolak Oden karena merasa Oden adalah seorang bertipe pemimpin yang nggak mau hanya sekedar menjadi “bawahan” begitu saja. Shirohige saat itu justru meminta Oden membentuk kru sendiri meskipun pada akhirnya Shirohige menerima Oden sebagai salah satu anggota krunya.

Saya punya cerita dan pengalaman tersendiri seperti Shirohige sehingga saya sangat memaknai ucapan Oya-ji ini. Pada zamannya saya pernah beberapa kali bergabung dengan sebuah tim yang terlalu banyak diisi dengan seorang pemimpin. Pada akhirnya salah satu tim ini runtuh sendiri karena nggak berjalan dengan baik. Jadi, coba kamu pertimbangkan jumlah orang-orang dengan figur pemimpin ya!

Baca juga: Betulkah Cristiano Ronaldo Perusak Tim?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini