Waktu Baca: 2 menit

Ajang sepak bolah paling bergengsi, Piala Dunia 2022 akan dihelat sebentar lagi. Uniknya, meskipun sebentar lagi kita bakalan menyaksikan kick off Piala Dunia 2022, sampai sekarang nggak ada animo di media sosial. Hilangnya animo ini bikin helatan akbar 4 tahunan ini seperti piala bupati semata. Kira-kira, kenapa hal ini bisa terjadi? Kenapa Piala Dunia yang akan hadir di “negeri Sultan”, Qatar, nggak semeledak Piala Dunia yang lain?

Terlalu Banyak Kasus

Hal yang paling berpengaruh terhadap hilangnya animo masyarakat soal Piala Dunia kali ini adalah karena terlalu banyak terjadi kasus. Kasus yang paling mencolok adalah kasus perlakuan nggak manusiawi Qatar terhadap para pekerja yang menyiapkan Piala Dunia di negeri minyak.

Kasus ini mendapatkan banyak sorotan nggak terkecuali dari para tim nasional yang akan berlaga di Qatar. Salah satu yang menyoroti kasus ini adalah Timnas Denmark. Melihat apa yang terjadi dengan para pekerja di Qatar, tim yang dikapteni Simon Kjaer ini merilis jersey yang serba polos. Jersey yang nggak mencolok sama sekali ini adalah bentuk kritikan mereka terhadap apa yang terjadi di Qatar. Salah satu staff mereka mengatakan bahwa seharusnya sepakbola adalah olahraga yang menyatukan, bukan sebaliknya.

Selain itu, masih banyak kasus-kasus lainnya di Qatar yang membuat animo masyarakat terhadap edisi piala dunia kali ini nggak sebesar sebelumnya.

Baca juga: Benang Kusut di Balik Tragedi Stadion Kanjuruhan

Kurangnya Marketing

Hal lain yang bikin Piala Dunia Qatar 2022 ini seperti nggak ada animonya adalah kurangnya marketing dari pihak penyelenggara bahkan FIFA itu sendiri. Di edisi-edisi sebelumnya kita selalu melihat soundtrack-soundtrack yang tersebar di berbagai media, salah satunya di iklan. Kita pasti mengingat lagu-lagu seperti Wavin’ Flag, Waka-waka sampai yang terakhir Live it Up-nya Nicky Jam dan kawan-kawan di Piala Dunia Rusia lalu.

Akibat dari ketiadaan marketing yang menarik ini jelas bikin Piala Dunia 2022 nggak mendapatkan sorotan baik, setidaknya untuk mengimbangi kasus-kasus yang sudah ada. Kita juga nggak melihat promosi kerja sama mereka dengan produk-produk besar seperti Coca-cola dan produk-produk terkenal lainnya. Jelas, Piala Dunia edisi kali ini pemasarannya nggak disiapkan dengan matang.

Baca juga: Timnas Brazil di Piala Dunia Rawan Mengalami Kegagalan

Berpotensi Gagal

Dengan banyaknya kasus dan kurangnya mata yang tertarik dengan Piala Dunia 2022 akan mengancam kesuksesan event akbar 4 tahunan ini. Hal ini bukan hanya merugikan Qatar itu sendiri selaku tuan rumah melainkan juga merugikan tim dan pemain yang berpartisipasi. Keberadaan Piala Dunia sering menjadi ajang “promosi” para pemain atau tim yang nggak diunggulkan. Penampilan mereka yang bagus dan mendapatkan banyak sorotan bisa menaikkan citra mereka di mata masyarakat contohnya seperti Kolombia dengan James Rodriguez-nya dan Kosta Rika dengan Keylor Navas-nya. Namun, karena banyak yang nggak tertarik, para pemain atau tim yang meledak di Piala Dunia 2022 bisa jadi nggak setenar nama-nama yang dahulu meledak di Piala Dunia.

Sumber gambar: skysport

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini