Waktu Baca: 3 menit

Apa yang kalian pikirkan soal rasa takut? Ingin menghilangkannya dan ingin punya keberadian bak Daud saat menghadapi Goliath? Atau mungkin juga kalian pernah berharap lahir dengan mendapatkan karunia keberanian yang nggak ada habisnya? Pada akhirnya kita akan selalu lahir bersama rasa takut yang akan terus menghantui kita di setiap harinya. Kita lahir bersama rasa takut akan masa depan, nembak cewek tapi ditolak, rasa takut dighosting dan sebagainya. Meskipun rasa takut ini menyebalkan, nyatanya pada zaman perang dunia yang sudah lewat, rasa takut Inggris malah justru yang membuat Nazi dan Jerman menanggung “malu”, bukan rasa berani.

Kita akan belajar sejarah sebentar karena sejarahlah yang akan membuat kita tahu siapa jati diri kita sesungguhnya.

Serangan Blitz Jerman

Pernah mendengar soal serangan Blitz Jerman ke London, Inggris? Serangan ini adalah serangan bom udara selama 57 malam yang Jerman lancarkan ke Inggris. Sebenarnya bukan hanya London yang jadi sasaran melainkan ada kota-kota lain. Kota-kota industri seperti Birmingham, Manchester, Glasgow dan lain-lain. Selain itu, ada juga kota-kota pelabuhan seperti Bristol, Liverpool dan kota lainnya juga jadi sasaran. Sayang, Maguire dan Fred belum ada saat itu, mungkin fans MU akan bahagia kalau mereka jadi….oke kita skip.

Serangan Blitz di London (Nara)

Nah, sebelum serangan ini big boss Inggris saat itu, Winston Churcill memprediksi akan adanya depresi besar-besaran jika serangan memang benar terjadi. Churcill dan kolega mengkhawatirkan bahwa serangan ini bukan hanya meruntuhkan infrastruktur mereka tapi juga menghancurkan mental orang-orang Inggris. Inggris akan dilanda rasa takut. Akibat rasa takut inilah Churcill khawatir Inggris nggak akan seperti dulu lagi, semua terjebak dalam kekalutan akan ketakutan dan membuat Inggris sulit berdiri yang akan berimbas pada kemenangan Jerman. Kekhawatiran besar melanda hati sang perdana menteri.

Baca juga: Inggris di EURO 2020 adalah Drama Usang Tanpa Perlu Penghormatan

Nyatanya, Churcill dan Kolega Salah Besar

Apakah benar warga Inggris hancur mentalnya setelah serangan udara 57 malam dari Jerman? Ternyata semesta memutar balikkan prediksi begitu saja. Bukan hanya Churcill yang terkejut, para psikolog pun juga sama terkejutnya.

Pasca Blitz nyatanya mental para orang-orang Inggris nggak hancur. Baik orang-orang yang nggak terkena efek bom hingga yang nyaris kena efek bom justru memiliki mental yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Beberapa orang yang diwawancara, uniknya, malah berkata bahwa serangan itu nggak semengerikan yang sebelumnya mereka, Churcill dan kolega bayangkan.

Banyak para korban selamat dari serangan Blitz nggak mau pindah dari rumah/kediamannya ke tempat yang lebih aman. Salah satunya menolak pindah dari kediamannya di ladang. Dia merasa serangan ini nggak ada apa-apanya. Dia dan istrinya selamat dari serangan.

Pada akhirnya, rasa takut Inggris awalnya diprediksi nggak terjadi. Serangan Blitz Jerman termasuk serangan yang gagal menuai hasil yang mereka harapkan. Bukannya Inggris runtuh dari segi mental dan ekonomi namun malah semakin kuat lagi. Inggris menguat. Jerman dan Nazi menanggung malu.

Baca juga: Perang Dunia Ketiga Tidak Akan Terjadi

Gambaran Soal Ketakutan Kita

Apa yang terjadi di Inggris sebelum dan sesudah seranga Blitz menjadi gambaran kehidupan kita sekarang. Kita selalu takut akan banyak hal seperti masa depan seperti orang-orang Inggris, termasuk Churcill, khawatir akan masa depan Inggris pasca serangan Blitz Jerman. Tapi, pada akhirnya, dengan rasa takut ini justru malah sering menumbuhkan keberanian saat menghadapi rasa takut.

Rasa takut kita seringkali tumbuh saat menghadapi apa yang kita takuti. Contoh saja, kalau kita takut berbicara di tempat umum, takut akan kecoa hingga ketakutan akan perang dunia ketiga saat Rusia menyerang Ukraina dan lain-lain, banyak sekali skenario mengerikan yang tumbuh begitu saja di dalam kepala kita seperti orang-orang Inggris termasuk Churcill membayangkan serangan Blitz. Pada akhirnya ketika semua kekhawatiran itu lewat kita bakalan berpikir “ternyata nggak seperti yang aku bayangkan” atau sejenisnya.

Lewat peristiwa ini kita jadi tahu kalau kita, manusia, sempat mengalami ketakutan yang luar biasa. Tapi, saat apa yang dikhawatirkan muncul atau setidaknya kita harus menghadapinya kita justru sadar kalau kekhawatiran kita terlalu besar. Pada saat itu maka ketakutan kita turun dan keberanian memuncak yang bisa bikin kita dengan sombong dan percaya diri berkata “aku dah pernah ngalamin”. Ketakutan menumbuhkan keberanian layaknya yang orang-orang Inggris alami.

Gambar oleh Fox Photos via History Extra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini