Waktu Baca: 2 menit

Jaman saya SMA dulu hingga kuliah, hal yang hampir pasti menghampiri setiap siswa adalah dapat nilai jelek. Hampir mustahil seseorang nggak pernah gagal dalam suatu tugas atau ujian. Secerdas-cerdasnya mereka, pasti pernah kesandung sampai dapat nilai buruk. Menariknya, nih secara logika, biasanya siswa atau mahasiswa dapat nilai jelek akan sedih, marah atau emosi lainnya. Tapi, pada beberapa kesempatan saya sering melihat mereka justru tertawa seakan nilai jelek itu sebuah komedi dan bukan hal yang harus mereka sesali. Jika terjadi seperti ini apakah berarti siswa atau mahasiswa yang bersangkutan bodoh karena tertawa saat dapat nilai jelek?

Mereka Menyadari Kalau Pelajaran / Makul Tersebut Mustahil Mereka Capai

Biasanya yang terjadi respon tertawa ini adalah kesadaran mereka atas capaian yang bisa mereka peroleh atas suatu makul atau mapel. Eit, bukan berarti mereka meng-iyakan bahwa mereka bodoh, kegagalan dalam suatu pelajaran atau makul bukan hanya kebodohan semata. Hal yang biasanya terjadi adalah kegagalan seorang pendidik buat memberikan transfer ilmu dari dia ke siswa / mahasiswanya.

Dosen-dosen atau guru-guru yang berkutat dengan teori sering menggeneralisir bahwa siswa / mahasiswa harus punya tingkat pemahamannya sama dengan dia. Biasanya yang bersangkutan menggunakan bahasa yang ndakik-ndakik dan susah buat dipahami. Saya pernah mengetes hal ini di beberapa kesempatan saya ketika menghadapi suatu makul dahulu. Jika guru atau dosen menggunakan bahasa yang ndakik-ndakik penyampaiannya kurang pas, ketika saya mencoba menggunakan analogi sederhana ternyata teman saya malah lebih paham. Aneh kan? Mungkin seharusnya sepersekian gaji dosen ybs menjadi punya saya hehehe…

Nah, selain itu, ada juga penyebabnya yaitu siswa atau mahasiswa paham bahwa dirinya susah paham dengan makul / mapel tersebut. Apakah salah? Ya nggak juga, karena setiap siswa / mahasiswa itu punya kemampuan masing-masing. Ada yang gercep paham soal teori, ada pula yang nggak (termasuk saya). Saya sendiri baru bisa memahami secara pasti suatu teori jika saya sudah tahu prakteknya. Maka dari itu, saya memiliki kecenderungan buat realistis soal nilai yang bisa saya dapatkan.

Baca juga: Kalau Bisa Belajar dari YouTube Buat Apa Kita Kuliah?

Memiliki Kontrol Diri yang Baik Ketika Menghadapi Kegagalan

Salah satu hal yang saya sadari dari orang-orang yang tertawa saat dapat nilai jelek adalah mereka punya kontrol emosi yang baik! Beneran lho ini!

Saya mendapati 2 teman saya, sebut saja si Barong dan si Sai. Mereka berdua berada di level yang berbeda soal kecerdasan akademik. Si Barong adalah siswa yang selalu kesandung saat ujian dan si Sai adalah si cerdas yang jadi pemuncak klasemen di kelas, ibarat Bayern Munchen, ga ada yang bisa menandingi si Sai. Ada perbedaan jelas dan gamblang ketika menghadapi nilai jelek. Si Barong ini cengar-cengir gal jelas seakan dapat emas sedangkan si Sai, meskipun nilainya masih di atas KKM pusingnya luar biasa seperti tiba-tiba hamil 3 bulan.

Pada saat lepas dari dunia akademik, nyatanya kebiasaan seperti ini masih terbawa. Ketika gagal si Sai justru malah pusing tujuh keliling dan bikin performanya turun di organisasi berbeda dengan si Barong yang ketika gagal justru tetap bisa maju. Tentu saja soal teamwork banyak yang lebih memilih si Barong daripada si Sai karena Barong punya kemampuan mengolah emosi jauh lebih baik. Menarik lagi?

Baca juga: Overthinking dan Dua Cara Mengatasinya

Jangan Tiba-tiba Judge Siswa atau Mahasiswa yang Ketawa Karena Dapat Nilai Ancur!

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, saya yang awalnya bingung ke siswa atau mahasiswa yang dapat nilai jelek tapi ketawa malah jadi sangat memahami apa yang mereka lakukan. Saya sendiri yang sejak awal “terdidik” stress saat dapat nilai jelek mulai merubah diri jika mengalami kegagalan di akademik. Hasilnya? It’s works! Saya jadi orang yang bisa menyikapi kegagalan dengan baik, nggak separah dahulu. Maka dari itu, kalau ada siswamu atau mahasiswamu cengengas-cengenges saat dapat nilai buruk coba deh kalian tanya kenapa, siapa tahu alasan mereka bisa merubahmu.

Ilustrasi foto oleh Louis Bauer

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini