Waktu Baca: 2 menit

Kita sering merasa perlu untuk merantau. Banyak alasan yang kita kemukakan. Misalnya saja mendapat ilmu baru dan belajar untuk mandiri. Namun, ingat, sejauh apapun kita pergi ya jangan lupa kalau kita ada yang menunggu di rumah. Jangan lupa pulang. Kamu gak perlu jauh jauh terus menerus. Cari kebahagiaan dengan cara yang mudah seperti pulang.

 

Pada 19 Januari lalu, Yura Yunita merilis lagu terbarunya yang berjudul Jalan Pulang. Lagu ini juga akan menjadi official soundtrack film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang, film yang akan tayang di bioskop tanggal 2 Februari 2023 mendatang.

 

Di kanal youtube pribadi Yura Yunita, lyric video lagu Jalan Pulang sudah ditonton sebanyak 506 ribu kali dan disukai oleh 26 ribu orang.

 

Saat ini lagu Jalan Pulang juga menempati peringkat ke delapan belas di trending untuk musik.

 

Lagu ini mendapat sambutan positif dari penikmat musik tanah air, komentar-komentar baik juga mengisi perilisan lagu ini di youtube.

 

Penafsiran

 

Penafsiran setiap orang setelah mendengar lagu ini tentu bisa berbeda-beda. Ada yang langsung menganggap rumah adalah Sang Pencipta, ada yang menganggap rumah adalah keluarga, dan ada pula yang menganggap rumahnya adalah seseorang yang ia cinta.

 

Untuk aku sendiri, lagu ini benar-benar komplit untuk merangkum seberapa penting kata pulang setelah kita pergi jauh.

 

Jalan yang jauh jangan lupa pulang

Pesan-pesan yang selalu saja terngiang

Ku terbang jauh, kepak tak berbilang

Lewati awan dan angkasa tak berbayang

 

Dari bagian lirik ini, aku memaknai pulang sebagai tindakan kembali pada orang-orang terkasih.

 

Meski selama ini hanya bisa berkabar lewat pesan, meski selama ini terbentang jarak ribuan kilometer, dan meski selama ini berada di tempat yang berbeda waktu. Pulang selalu menjadi tujuan akhir.

 

Mendatangi rumah, memeluk semua orang yang ada di dalamnya.

 

Cari mencari

Untuk mengisi

Lengkung hampa yang ingin terobati

 

Dan di lirik bagian ini, aku memaknai pulang adalah Dia sang pencipta.

Cuma Dia Yang Selalu Terima Kapanpun Kita Pulang

 

Kita bisa pergi berkeliling dunia, melakukan berbagai macam hal, dan melihat hal-hal berbeda untuk memuaskan keinginan duniawi. Tetapi ketika hati terasa hampa, maka Tuhan adalah obatnya. Jangan lupa pulang karena Tuhan sudah menunggu.

 

Dia adalah yang paling setia menanti kita kembali setelah lelah berenang dalam lautan dosa. Dia yang menerima kita apa adanya meski diri tak lagi sempurna.

 

Dia yang selalu mengampuni meski dosa kita lebih banyak dari butir pasir di gurun.

 

Lama ku nanti damai di diri

Rindukan terang rindukan Cinta Sejati

Getar di hati bertemu lagi

Rumahku pulang ternyata ada disini.

 

Bagian terakhir ini adalah inti dari pulang itu sendiri. Pulang adalah rumah, dan rumah selalu dekat.

 

Bagiku, sejauh apapun kita pergi, rumah selalu dekat. Orang-orang yang ada di dalamnya selalu berada di hati, mendoakan dan menanti kita kembali.

 

Untukku, sebanyak apapun jarak yang kita buat untuk jauh dari-Nya, Dia selalu berada dekat di sisi. Dia selalu menyertai setiap jarak yang kita tapaki. Menanti kita berkata, “Ya Allah, aku lelah. Aku ingin kembali pada-Mu.”

 

Dan jalan pulang hanya akan ditemui oleh kita yang menganggap rumah memiliki arti sangat penting.

 

Pada akhirnya, siapapun rumah kita, jangan lupa pulang meski kita telah meninggalkannya dengan jarak yang jauh dan dalam waktu yang lama.

Yuk nikmati video klipnya di sini ya

Baca juga :

Sisi Gelap Toru Kazama dari Anime Crayon Sinchan yang Mengerikan

Novel Pulang: Novel Sejarah Indonesia yang Kompleks dan Menawan

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini