Waktu Baca: 3 menit

Akhir-akhir ini para pembeli motor Honda banyak yang protes karena motor paling tenar di Indonesia ini secara kualitas menurun dan jadi gampang rusak. Banyak sekali kasus-kasus yang tersebar di TikTok mengeluhkan kondisi motor Honda sekarang. Ada di antara mereka yang motornya sudah jebol di bagian cranckcase sampai stang yang bengkok. Saya sendiri sebagai pengguna Supra keluaran 2022 memang merasakan penurunan kualitas daripada Supra X tahun 2018 dan 2016 yang pernah saya coba.

Pertanyaannya, kenapa jadi gini ya? Apa Honda sudah nggak peduli lagi sama kualitas? Nggak segampang itu kita ambil kesimpulannya.

Mengejar Penjualan

Salah satu hal yang bikin Honda mengalami penurunan kualitas adalah karena mereka mengejar kuantitas penjualan. Mereka sebagai top global di industri motor Indonesia jelas nggak mau kalah saing sama produk-produk dari brand lain mengingat masih ada brand seperti Yamaha yang siap menggempur mereka. Selain itu, Honda juga memerlukan kuantitas penjualan yang besar agar bisa membuat produk mereka jadi top of mind.

Saya pernah bertanya kepada salah satu pegawai pabrik motor Honda yang kebetulan teman saya, dia mengiyakan kualitas Honda yang menurun karena menjual kuantitas penjualan. Dia bercerita bahwa semua motor yang jadi best seller seperti Vario, BeAT, PCX dan lain-lain harus dikerjakan super cepat sehingga pengerjaan sehingga kualitasnya menurun karena kurang detail.

Montir dari salah satu AHASS yang sering saya ajak ngobrol juga menceritakan hal serupa. Saat itu motor saya mengalami permasalahan di perseneling, dia yang memperbaiki motor kecintaan saya ini mengatakan ada masalah di kopling. Dia menjelaskan bahwa pengaturan kopling otomatis di motor saya salah, dan itu berasal dari pabrik. Saat saya bertanya kenapa bisa sampai seperti itu dia menjawab karena para pegawai pabrik dikejar target jumlah motor dan pengerjaan yang harus super cepat.

Baca juga: Suzuki Gagal Karena Hati: Sebuah Pelajaran Bisnis

Seharusnya Kena Inflasi

Sadarkah kalian kalau harga motor Honda seakan kebal dari inflasi? Jika kita melihat motor Supra 125 X yang sudah lama melalang buana di Indonesia harganya tidak terlalu jauh. Pada tahun 2018 yang lalu, harga Supra 125 X berkisar di angka 18 juta, sekarang pun masih sama. Saya membeli Supra 125 X di harga 18,8 juta. Seharusnya, jika melihat dari inflasi, harga Supra 125 X sudah hampir menyentuh angka 20 juta.

Dengan naiknya harga Supra 125 X yang cuma 700-800 ribuan satu-satunya cara agar hal ini nampak rasional adalah menurunkan kualitas. Honda akan lebih suka menurunkan kualitas agar harganya terjaga alias tidak melambung terlalu tinggi melihat pengguna Honda bukanlah para kaum berduit semua, berbeda dengan motor-motor premium yang jelas sasaran pasarnya adalah kaum berduit.

Saya melihat penurunan kualitas buat menekan harga ini saat saya memperhatikan jok motor saya. Jok motor keluaran terbaru sekarang nampak jauh lebih tipis dan kurang nyaman daripada tahun-tahun sebelumnya.

Begitu pula dengan part-part lainnya. Kalau pertimbangan menjaga harga agar tidak terlalu tinggi ya wajar-wajar saja sekarang kualitas Honda sudah menurun.

Baca juga: Nyobain RON 92 di SPBU ExxonMobil, Apakah Bisa Menggantikan Pertamax?

Salah Kita Sendiri Sebagai Konsumen

Mungkin kalian bakalan bingung kan kenapa kok kualitas Honda menurun dan jadi gampang rusak justru karena kesalahan kita?

Kenapa kita juga ambil andil dalam turunnya kualitas Honda adalah karena budaya kita yang pengen kendaraan murah mulai dari harga motornya sampai harga sparepart-nya hingga kebiasaan orang Indonesia yang dikit-dikit pengen ganti motor.

Namanya perusahaan pasti akan mengambil keputusan sesuai dengan demand pasar bukan? Dengan kebiasaan kita yang doyan gonta-ganti motor dan berharap dapat motor serba murah ya pasti Honda akan melakukan segala cara buat bisa memproduksi motor dalam kuantitas besar dan dengan harga yang murah.

Pada akhirnya kita bakalan tahu juntrungannya ke mana. Agar bisa mereka bisa produksi produk dalam skala besar ya kerjanya harus cepat meskipun menurunkan quality control. Selain itu dengan harga yang murah ya mau nggak mau Honda menggunakan bahan-bahan yang gampang ancur.

Baca juga: Review NJS ZX-1R Setelah Satu Bulan: Keren Sih Tapi…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini